
Samurai Around The World #34
“Kita akan menyamar untuk masuk kesana” kata Tuan Mack menjawab pertanyaanku.
Aku pun sedikit kaget mendengarnya.
“Kau lihat 2 penjaga di sana Girou. Kita ambil bajunya dan menyamar seperti dia. Dan nanti ada satu orang yang berjaga-jaga dari jauh jika terjadi sesuatu yang berbahaya. Bagaimana?” kata Tuan Mack kepadaku.
Aku pun mulai mengiyakan ide dari Tuan Mack
“Boleh Tuan Mack. Tapi siapa saja yang akan menyamar dan siapa yang akan berjaga-jaga dari jauh Tuan?” tanyaku kepada Tuan Mack.
“Mungkin Saint saja yang berjaga disini. Kau dan aku akan menyamar untuk masuk kesana” jawab Tuan Mack.
“Ok. Untuk sekarang kita langsung bergerak saja Girou. Kau ambil yang kanan dan aku akan mengambil yang kiri. Cepat Girou” Tuan Mack pun langsung mengambil pisaunya dan sudah siap untuk menyekap dua penjaga itu.
Aku juga mengambil pisau yang berada di pinggangku.
Kami berdua pun berjalan mengendap-endap ke belakang kedua penjaga itu.
Saat sudah dibelakang kedua penjaga itu, Tuan Mack pun menaruh telunjuk di mulutnya sebagai isyarat untuk diam terlebih dahulu.
“Malam ini terasa dingin sekali” kata salah satu penjaga itu yang terdengar oleh telingaku
Aku pun masih menunggu instruksi dari Tuan Mack dan hanya mengambil ancang-ancang saja.
“Iya. Terasa malam ini lebih dingin dari pada malam-malam biasanya” balas penjaga yang lain
Tuan Mack pun mengangkat 3 jari di tangannya sebagai isyarat untuk menyergap kedua penjaga itu.
“Aku rasa malam ini adalah malam yang lebih dingin dan gelap daripada malam yang kulalui selama penjaga”
Tuan Mack pun menurunkan satu jarinya.
Menurunkan satu jari lagi.
Dan semua jari pun diturunkan.
Aku dan Tuan Mack pun langsung berdiri dan menyergap langsung kedua penjaga itu.
“Hemmmmmhhhhh!” teriak dari salah salah satu penjaga yang tertahan saat di sergap olehku.
“Sssstttt kalian diam saja. Tidak usah banyak bergerak. Cepat lepas baju kalian dan serahkan kepada kami” suruh Tuan Mack kepada penjaga-penjaga itu.
“Cuih. Kalian datang dari pihak mana? Katakan itu dulu sebelum aku melepaskan bajuku” kata Penjaga itu sambil mengangkat pistolnya.
“Kalian tidak perlu untuk mengetahui kami dari pihak mana. Cepat-“
Daaarrrrr! Penjaga itu pun menarik pelatuknya dan pelurunya mengarah ke kepala Tuan Mack.
Sssssettt!! Tuan Mack pun menghindar dengan cepat menghindari peluru yang ditembakkan kepadanya itu.
“Wuuuhhhhh!” penjaga itu pun kaget karena Tuan Mack mampu menghindari peluru yang melesat dengan cepat.
“Sebenarnya kalian dari pihak mana?” tanya penjaga itu lagi.
“Kami dari pihak Moon Devil” jawab Tuan Mack berbohong dengan menyebut Moon Devil.
“Sudahlah cepat lepas baju kalian” kata Tuan Mack lagi sambil mengacungkan pisaunya ke penjaga itu.
Kedua penjaga itu pun takut dengan ancaman dari Tuan Mack dan melepaskan bajunya dan memberikannya kepada aku dan Tuan Mack.
Buukkkk! Buuukkkk! Tuan Mack pun menyikut kedua penjaga itu dan menyebabkan keduanya itu tidak sadarkan diri
“Singkirkan kedua penjaga ini ke tempat yang tak terlihat Girou. Ayo” suruh Tuan Mack kepadaku.
Aku dan Tuan Mack pun mengangkat kedua penjaga yang sudah tidak sadar itu ke tempat yang tak terlihat. Aku pun mengikuti Tuan Mack untuk menempatkan kedua penjaga ini dimana. Dan Tuan Mack pun menempatkan penjaga itu ke tempat Saint berjaga.
“Wuhhh! Ini apa Tuan Mack?” tanya Saint kepada Tuan Mack.
“Aku titip kedua penjaga yang tidak sadar ini kepadamu Saint. Jika keduanya sudah sadar dan bangun, pukul saja keduanya agar tidak tersadar kembali” kata Tuan Mack menjawab pertanyaan Saint.
“Oh siap siap Tuan Mack. Akan kulaksanakan” Saint pun mengiyakan perintah Tuan Mack.
Aku dan Tuan Mack pun berjalan kembali ke tempat penjaga tadi berjaga setelah menyerahkan kedua penjaga yang telah kami ambil bajunya kepada Saint
“Cepat Girou. Pakai bajunya dan kita masuk ke sana” perintah Tuan Mack kepadaku.
Aku pun menuruti kata Tuan Mack dan memakai baju penjaga itu.
“Semoga kedua penjaga itu tidak sadar dalam beberapa waktu. Dan dia melupakan kejadian ini. Dan syukurlah bajunya pas. Tapi sebelum masuk ke dalam sana, cek dulu baju seragamnya terlebih dahulu. Siapa tahu ada yang suatu petunjuk yang dapat membantu kita saat ini” perintah Tuan Mack kepadaku
Aku pun mengangguk dan langsung meraba-raba kantong yang ada di seragam itu.
Dan aku merasakan satu barang yang berada di saku baju sebelah kanan. Dan setelah kuambil, ternyata itu adalah Ponsel milik penjaga itu.
“Aku menemukan ponsel ini di saku baju seragam yang kupakai Tuan Mack” aku pun memberitahu Tuan Mack.
“Hmmmmmmm. Coba kau buka ponsel itu. Siapa tahu ada sesuatu di ponsel itu” kata Tuan Mack kepadaku.
Aku pun mencoba menyalakan ponsel itu. Dan ponsel itu pun menyala. Aku pun mencoba mengecek kotak SMS di ponsel itu.
Dan aku pun menemukan satu pesan SMS.
“Kau kembali ke markas 1 jam lagi kawan.”
Dan setelah kucari di kontak SMS yang lain. Dan tidak ada pesan SMS yang mencurigakan seperti tadi.
“Aku menemukan pesan SMS ini Tuan Mack” aku pun menunjukkan pesan SMS yang kutemukan.
Tuan Mack pun membaca pesan SMS yang kutunjukkan kepadanya.
Kami berdua pun berpura-pura berjaga di tempat berjaga kedua penjaga itu.
1 jam pun berlalu.
Jam tanganku menunjukkan pukul 12 malam tepat.
“Ayo Girou. Sudah 1 jam berlalu. Mari kita masuk ke dalam sana” Tuan Mack pun langsung melangkah menuju gerbang besar itu setelah berpura-pura berjaga selama satu jam.
Kami pun berjalan sambil menunduk untuk menyembunyikan identitas kami berdua.
Kami berdua pun sampai di depan gerbang itu.
“Kalian habis berjaga ya?” tanya penjaga gerbang itu kepada kami berdua.
Aku dan Tuan Mack pun memberhentikan langkah kaki kami. Dan mengangguk untuk merespon pertanyaan dari penjaga itu.
“Ya sudah kembalilah ke kamar kalian berdua dan beristirahat untuk besok pagi” kata Penjaga itu kepada kami.
Aku dan Tuan Mack pun langsung berjalan meninggalkan penjaga itu dibelakang.
Sampai saat ini penyamaran kami berdua masih lancar.
Tiba-tiba sakuku pun bergetar.
“Getaran apa itu?” tanya Tuan Mack sambil berjalan.
“Nampaknya ponselnya berbunyi” jawabku.
Aku pun mengambil ponsel itu. Dan mengecek SMS di ponsel penjaga tadi yang kubawa.
“Kau sudah kembali?”
Aku pun menjawab “Nampaknya aku akan tidak kembali ke kamar untuk saat ini. Ada tugas mendadak untukku. Nampaknya aku kembali esok pagi”
“Kau balas apa pesan SMS tadi?” tanya Tuan Mack kepadaku.
“Kujawab akan kembali esok pagi” aku pun menjawab pertanyaan Tuan Mack.
Tuan Mack pun hanya mengangguk.
“Kalian sudah masuk ke dalam?” tanya Allan dari HT milik kami masing-masing.
“Sudah” jawab Tuan Mack singkat.
“Sebentar ku lacak kalian dimana. Hmmmmmmmm. Ok aku sudah tahu kalian dimana. Maju terus nanti ada pertigaan kalian bisa belok ke kanan. Dari laptopku ini kalian hanya berdua. Tuan Mack dan Girou saja, Saint dimana?” tanya Allan kepada kami.
“Saint berjaga-jaga dari jauh. Jadi hanya kami berdua saja yang masuk” jawab Tuan Mack.
“Oh jadi begitu ya. Ya sudah ikuti saja petunjuk ku tadi. Nanti kuberitahu lagi-“ Allan pun memutus komunikasi dengan kami.
Aku dan Tuan Mack pun berjalan sesuai dengan petunjuk yang Allan berikan kepada kami berdua.
Saat kami berjalan, kami terus menundukkan kepala agar tidak ada yang tahu bahwa kami berdua menyusup ke dalam. Beberapa orang menyapa kami dan hanya kami balas dengan anggukan saja.
Setelah berjalan sekitar 5 menit, aku dan Tuan Mack menemukan satu pertigaan sesuai petunjuk Allan tadi. Kami pun belok ke arah kanan.
“Kalau sudah belok kanan, berjalan ke arah mana lagi Allan?” tanya Tuan Mack kepada Allan.
Tidak ada balasan dari Allan.
“Hei Allan apa kau ada disana?” tanya Tuan Mack sekali lagi.
Lagi-lagi tidak ada jawaban.
“Ck. Kenapa Allan tidak membalas seperti tadi” keluh Tuan Mack.
“Mungkin Allan sedang berbicara dengan tim yang lain Tuan Mack. Coba hubungi sebentar lagi. Semoga dibalas oleh Allan” kataku kepada Tuan Mack.
“Ya mungkin saja”
Dan tiba-tiba, HT milikku dan Tuan Mack berbunyi.
“Ada apa kalian memanggilku tadi?” tanya Allan kepada kami berdua.
“Kami berdua sudah belok kekanan sesuai petunjukmu tadi. Setelah belok tadi, kami berjalan kemana lagi? Lurus atau bagaimana?” tanya Tuan Mack kepada Allan.
“Lurus saja terus nanti akan menemui parkiran artileri yang kalian dituju. Ikuti jalannya saja” kata Allan kepada kami.
“Siap Allan”
Saat kami berjalan menuju parkiran artileri yang menjadi tujuan kami, suasana jalan yang kami lalui semakin lama semakin sepi. Kami pun terus berjaga-jaga dan berjalan mengendap-endap, tidak seperti tadi saat kami masuk melalui gerbang tadi.
“Kita berjalan mengendap-endap saja Girou. Suasana di sini semakin sepi dan kita akan kelihatan jika kita berjalan seperti biasa dan kita akan dicurigai. Kita berjalan melalui semak-semak yang di pinggir saja” kata Tuan Mack kepadaku.
Aku pun mengangguk.
Kami pun membelah semak-semak dan berjalan mengendap-endap hingga gerbang parkiran artileri itu terlihat.
Dan saat kami berjalan mengendap-endap melalui semak-semak, kami berpapasan dengan beberapa penjaga yang menyinari sekeliling area itu dengan senter yang dibawanya. Kami sempat deg deg an karena takut akan terkena cahaya senter penjaga itu dan ketahuan. Tapi kami terus berjalan mengendap-endap dan tidak menghiraukan penjaga tadi.
“Ssssttttt jangan hiraukan penjaga tadi. Terus berjalan Girou” kata Tuan Mack dengan berbisik kepadaku.
Kami pun melewati penjaga itu dan terus maju mendekati parkiran yang kami tuju.
Dan setelah berjalan selama 15 menit dengan berjongkok dan mengendap–endap, kami pun melihat satu gerbang besar dan berisi tank dan artileri di dalamnya.
-To Be Continued.