Samurai Around The World

Samurai Around The World
Chapter 3: Negosiasi Pertama.



Samurai Around The World #3.


Seminggu setelah rapat tentang rencana negosiasi dengan pihak Jerman Timur, Girou dan teman-temannya dihubungi oleh pihak militer bahwa mereka akan berangkat besok pagi. Mendengar hal tersebut, Girou pun menyuruh Wilhiemmma dan Yamazaki untuk mempersiapkan barang-barang yang dibutuhkan saat di Jerman Timur nanti.


“Ayo, kita siapkan barang yang dibutuhkan saat negosiasi nanti, kalau bisa secepatnya ya”, Pinta Girou.


“Ok, laksanakan”, Jawab Yamazaki.


“Oiya, untuk barang yang dibutuhkan nanti apa saja, Girou?”, Tanya Wilhiemma.


“Mungkin baju-baju, celana, alat tulis, dan senjata untuk berjaga-jaga, mungkin itu aja sih yang penting”, Jawab Girou.


“Ok, lah kalau gitu”, Kata Wilhiemma.


Mereka pun sibuk menyiapkan barang mereka, Setelah seharian menyiapkan barang yang dibutuhkan, mereka pun istirahat karena capek seharian menyiapkan barang. Hari yang dinanti pun tiba, Girou, Wilhiemma, dan Yamazaki dijemput oleh Carl dan Allan untuk menuju ke pangkalan militer yang menjadi tempat keberangkatan Delegasi Jerman Barat yang bertugas sebagai negosiator nantinya. Di tempat keberangkatan awal, disana ada Jenderal Carl, Hanz Robert, Einhard Aaric, Felix, dan beberapa perwakilan dari Pemerintah Jerman Barat yang tidak dikenal oleh Girou dan teman-temannya. Mereka pun saling berkenalan.


“Perkenalkan saya Ketua Perwakilan pemerintah Jerman Barat, Bardolf Ehren. Panggil saja Bardolf”, Sapa Bardolf.


“Perkenalkan juga saya Wakil dari Bardolf, Garry Viktor. Biasa dipanggil Garry”, Jelas Garry.


“Oh, salam kenal juga Tuan Garry  dan Tuan Bardolf. Nama saya Girou dan ini teman saya Wilhiemma dan Yamazaki”, Balas Girou.


“Oh, jadi ini yang namanya Girou, aku pernah mendengarmu dan teman-temanmu dari Carl, terima kasih atas bantuannya ya, Girou”, Ujar Bardolf.


"Sama-sama, Tuan Bardolf", Balas Girou.


Setelah perkenalan dengan perwakilan dari pemerintah Jerman Barat. Girou dan teman-temannya langsung berangkat dengan rombongan negosiator dari Jerman Barat. Felix, Allan, Einhard Aaric, dan para petinggi yang mendapat tugas untuk tetap berada di Jerman Barat dan mencari informasi terkait “The Silhouette”. Girou dan teman-temannya pun menempuh jarak dari Kota Bonn menuju Berlin sejauh 2000 Km dan menghabiskan waktu sekitar 13 jam menggunakan kereta api. Mereka pun sampai di Kota Berlin di malam hari. Girou dan teman-temannya pun menginap di penginapan yang sudah disediakan oleh pihak Jerman Timur. Di sekitar penginapan, terdapat beberapa anggota militer Jerman Timur yang berjaga-jaga, karena mereka berjaga-jaga serangan dari pihak luar yang memusuhi Jerman Barat yaitu Silhouette. Carl menyuruh Girou, Wilhiemma, dan Yamazaki untuk beristirahat karena pertemuannya akan diadakan besok pagi. Mereka pun mematuhi perintah dari Carl untuk beristirahat. Esok harinya, setelah sarapan, Girou beserta seluruh delegasi berangkat menuju tempat pertemuan di Gedung Reichstag yang menjadi gedung parlemen Jerman Timur. Setelah sampai, ternyata disana sudah sangat ramai oleh para wartawan yang menunggu kedatangan delegasi dari Jerman Barat. Mereka pun diarahkan oleh petugas menuju ruang pertemuan. Di ruang pertemuan, terdapat beberapa orang yang berseragam seperti militer dan kemungkinan orang-orang itu adalah para petinggi militer Jerman Timur, ada juga orang yang memakai pakaian resmi dan rapi, dan kemungkinan juga itu adalah perwakilan dari pemerintah Jerman Timur. Setelah kedua pihak sudah bertemu, rapat negosiasi pun dimulai.


“Karena kedua pihak dari Jerman Barat dan Jerman Timur sudah bertemu, Jadi kita langsung mulai saja rapatnya.


Selamat pagi para tamu undangan yang sudah menyempatkan waktunya untuk pergi kesini, untuk pertama-tama perkenalkan saya Berthold Ahren, biasa dipanggil Berthold. Saya disini bertugas sebagai Juru Bicara Delegasi Negosiator Jerman Timur, untuk tamu dari Jerman Barat bisa diperkenankan memperkenalkan diri”, Ucap Berthold sebagai pembuka rapat.


“Perkenalkan juga, saya Philip Richard Carl, atau kerap dipanggil Carl. Saya bertugas sebagai Jenderal Militer Jerman Barat dan Jubir Delegasi Jerman Barat di pertemuan ini, salam kenal semuanya”, Sambut Carl.


Setelah itu, seluruh peserta pertemuan pun saling berkenalan satu sama lain, Girou dan teman-temannya pun berkenalan dengan para petinggi Jerman Barat yang terkejut dengan adanya pemuda yang ikut di rapat tersebut. Setelah sesi perkenalan selesai, rapat panas pun dimulai.


“Kita langsung mulai saja pembahasan hari ini, dari pihak Jerman Barat yang mengajukan negosiasi bisa menyampaikan pendapat terkait negosiasi ini”, Kata Berthold.


“Ok, jadi begini tuan-tuan yang terhormat, izinkan kami untuk menjelaskan terkait rencana Reunifikasi Jerman.


Rencana Reunifikasi Jerman adalah gerakan untuk menyatukan Jerman Barat dan Jerman Timur yang sempat terpisah menjadi satu kesatuan kembali seperti dahulu kala. Rencana ini awalnya diusulkan oleh pemuda yang bernama Girou beserta teman-temannya yang berasal dari Jepang. Negosiasi hari ini adalah langkah awal untuk penyatuan Jerman kembali. Kita sudah pernah terpecah-belah di masa lalu, tersiksa oleh perbedaan, alangkah baiknya kita bersatu kembali seperti Jerman yang dulu kita kenal, yaitu Negara Jerman yang Kuat dan Agung”, Jelas Carl.


“Sebentar, saya mau bertanya dulu, sebenarnya pemuda yang bernama Girou dan teman-temannya itu yang mana?”, Tanya salah satu petinggi militer Jerman Timur yang bernama Garrick Eugen.


“Yang bernama Girou itu saya, dan disebelah saya ini teman-teman saya yang bernama Wilhiemma dan Yamazaki,


Tuan Eugen”, Jawab Girou.


“Apa alasan Girou dan teman-teman pergi jauh-jauh dari Jepang untuk kemari? Adakah misi khusus dari pemerintah disana?”, Tanya Eugen lagi.


“Kami bertiga kesini ingin menempa diri menjadi samurai sejati, Tuan Eugen. Karena kami semua belajar menjadi samurai di seorang guru yang sama, dan ini adalah salah satu bentuk pembentukan menjadi seorang samurai, Tuan”, Kali ini Wilhiemma yang menjawab.


 


 


“Hmmmm, jadi seperti itu ya. Kembali ke topik awal. Terkait penyatuan Jerman itu saya agak tidak setuju. Karena pihak Jerman Barat dan Jerman Timur sama-sama memiliki perbedaan yang cukup jauh, dan kami juga memiliki beberapa masalah internal dengan Jerman Barat, jadi mungkin kami masih belum setuju dengan rencana ini”,Tolak Eugen.


“Bukankah masalah tersebut bisa diselesaikan saat kita bersatu? Alangkah lebih baik jika kita semua bersatu


untuk menyelesaikan masalah kita”, Bujuk Carl.


“Jika reunifikasi berhasil maka yang akan diuntungkan adalah 2 pihak, Jerman Barat ataupun Jerman Timur pun sama-sama diuntungkan, masyarakat Jerman Timur yang menderita kesenjangan ekonomi juga akan diuntungkan, rakyat dan pemerintah akan mendapatkan keuntungan dari reunifikasi ini. Jadi keuntungan yang didapat dari Reunifikasi Jerman juga lebih besar, alasan apalagi yang akan digunakan untuk menolak reunifikasi, tuan-tuan semuanya?”, Jelas Girou


“Benar apa yang dikatakan oleh Nak Girou, bahwa rencana Reunifikasi Jerman bukan semata-mata bentuk rencana perebutan kekuasaan oleh Jerman Barat, tapi untuk menguntungkan semua rakyat Jerman”, Imbuh Bardolf.


“Tapi saya masih curiga dengan rencana Reunifikasi kalian, apa yang bisa kalian yakinkan pada kami bahwa Reunifikasi ini menguntungkan bagi kami?”, Tanya Conrad dengan sedikit sinis.


“Ok, untuk sebagai awal kesepakatan kami akan memberikan bantuan kepada pihak Jerman Timur jika kalian semua menyetujui kesepakatan ini”, Tawar Carl.


“Hmmm, apakah kalian meremehkan negara kami sehingga harus dibantu?”, Tanya Eugen kepada Carl.


“Kami bukan mengkasihani kalian, ini bentuk kerja sama kami itupun kalau kalian menyetujuinya”, Jawab Carl.


Perdebatan panjang pun terus berlanjut, Girou, Wilhiemma, dan Yamazaki pun bersumbangsih memberikan pendapat tentang Rencana Reunifikasi Jerman, kedua belah pihak pun saling ngotot dengan pendapatnya masing masing, hingga akhirnya kedua pihak setuju untuk menunggu keputusan dari Jerman Timur.


“Ok lah, jika kalian ingin berdiskusi dahulu, kami akan menunggu hingga batas waktu maksimal 2 minggu”, Ujar Carl.


"Ok, bolehlah kalau begitu", Kata Eugen.


“Jadi sudah diputuskan, hasil dari pertemuan ini: pihak Jerman Barat akan menunggu keputusan dari pihak Jerman Timur selama batas waktu maksimal, yaitu 2 minggu. Bagaimana semuanya?”, Tanya Berthold.


“Setujuuuu!!!”Jawab semua peserta secara serempak.


“Ya sudah kalau begitu, kita tutup pertemuan kita hari ini. Terima Kasih untuk semua para tamu undangan yang sudah datang di Rapat Negosiasi hari ini. Semoga kita semua dilindungi oleh yang maha kuasa. Dipersilahkan untuk membubarkan diri”, Tutup Berthold.


Seluruh peserta pertemuan hari itu pun membubarkan diri, ada yang cemberut, ada juga yang puas, tapi ada juga yang pasrah. Girou dan teman-temannya pun sedikit puas dengan rapat negosiasi hari ini, karena usaha mereka sedikit membuahkan hasil. Carl pun berterima kasih kepada Girou dan teman-temannya karena sudah membantu banyak di pertemuan hari ini. Setelah, berbincang sebentar dengan para tamu undangan, para rombongan tamu dari Jerman Barat pun meninggalkan Gedung Reichstag menuju penginapan mereka. Setelah sampai di penginapan, Girou dan teman-temannya pun memutuskan untuk beristirahat sejenak sebelum sore, karena sore nanti mereka akan pulang kembali ke kota Bonn. Setelah makan siang, Girou, Wilhiemma, dan Yamazaki pun


langsung tidur karena lelah saat pertemuan tadi pagi. Saat menjelang sore hari, Girou pun bangun lebih awal dari teman-temannya. Girou pun membangunkan kedua teman-temannya untuk mandi dan bersiap-siap untuk pulang.


“Hei, ayo bangun! Sudah hampir sore, ayo cepat mandi dan bersiap-siap karena kita akan pulang”, Gertak Girou untuk membangunkan Wilhiemma dan Yamazaki.


“Hoooaaamm, iya iya, aku bangun” jawab Yamazaki.


Walaupun sudah dibangunkan oleh Girou, Wilhiemma pun masih belum bangun dari tidurnya.


“Hoi, Wilhiemma, bangunlah kalau kau masih tidur akan ditinggal loh, hihihi”, Goda Girou.


“Hoaaaam, berisik banget sih, pergi sana”, Usir Wilhiemma.


“Ayolah, Wilhiemma cepat bangun, nanti kita bisa bisa dimarahi Tuan Carl kalau kita terlambat”, Bujuk Girou.


“Ahhhh, siapa peduli. Sudah kubilang pergi sana!”, Gertak Wilhiemma untuk mengusir Girou.


“Ya sudah, kalau gak mau bangun”, Girou pun pasrah.


Saat berjalan menuju kamar mandi, Girou pun berpapasan dengan Carl yang telah selesai mandi, Carl pun bertanya kepada Girou dan Yamazaki tentang Wilhiemma yang tidak bersama mereka, Girou pun memberitahu bahwa Wilhiemma susah sekali dibangunkan dan sampai sekarang pun masih belum bangun. Carl pun berinisiatif untuk membangunkan Wilhiemma. Girou dan Yamazaki pun setuju dengan ide dari Carl dengan sedikit tertawa karena membayangkan betapa terkejutnya Wilhiemma saat dibangunkan oleh Carl.


Carl pun sampai di Kamar Wilhiemma.


“Ayo, Nak Wilhiemma, bangun kita mau berangkat loh”, Bujuk Carl.


Mendengar suara Carl membangunkannya, Wilhiemma pun spontan bangun dari tempat tidurnya. Carl pun tertawa karena melihat kelakuan Wilhiemma. Wilhiemma pun malu karena dilihat oleh Carl. Setelah membangunkannya, Carl pun menyuruh Wilhiemma untuk segera mandi dan bersiap-siap untuk pulang. Wilhiemma pun langsung mengambil handuknya untuk segera mandi, dan Carl pun langsung menuju kamarnya untuk berganti baju.


Setelah semua rombongannya telah siap untuk berangkat, Carl pun menyuruh rombongannya untuk segera memasuki bis yang telah disiapkan untuk menuju Stasiun Berlin. Seluruh rombongan pun memasuki bis. Rombongan pun berangkat menuju Stasiun Berlin dan menempuh jarak sekitar 2 km dan menghabiskan waktu sekitar 30 menit perjalanan. Setelah sampai di stasiun, para rombongan pun langsung menuju peron, dan menaiki kereta yang menuju ke Kota Bonn. Mereka pun sampai di Kota Bonn pada pagi hari esoknya. Setelah sampai Carl pun mengajak Girou, Wilhiemma, dan Yamazaki, untuk pergi menemui Allan untuk mengetahui perkembangan


informasi dari Slhouttte. Setelah berpamitan dengan para rombongan, Carl, Girou, Wilhiemma, dan Yamazaki langsung berangkat menemui Allan menggunakan mobil pribadi Carl yang telah terparkir rapi di parkiran Stasiun. Mereka pun langsung tancap gas menemui Allan dan rekannya untuk mengetahui informasi baru dari “Silhouette”


-To Be Continued-