
Bel jam istirahat sudah berbunyi sejak tadi, namun aloe masih asik di kelas membaca novel sambil menikmati cemilan favorite nya.
"al, bukanya tadi pak guru ganteng, nyuruh lo keruangannya." tira teman sekelas aloe mengingatkan.
"iya juga sih, tapi gue males tir,paling juga guru kulkas itu nyuruh gue bersihin ruangan nya. " balas aloe, "oya tir, lo tahu tania nggak dari tadi gue nggak lihat dia, kata nya mau ke toilet tapi nggak balik balik. "
"tadi gue lihat tania lagi ditaman sama fino. " kata dinda teman sebangku tira. "bukan nya fino cowok lo ya al? "
aloe sedikit kaget mendengar ucapan dinda, tapi aloe mencoba positive thinking saja, tania sama fino kan emang udah temenan akrab dari Smp.
"kemarin juga gue lihat fino sama tania, pelukan didepan kelas. " tambah tira."habis itu mereka pergi entah kemana. "
"pelukan, didepan kelas, kapan? " tanya aloe sedikit kepo kali ini.
"kemarin pas ulangan biologi "
aloe mencoba berfikir, mencerna informasi dari tira. "kemarin waktu aku kasih tahu tania kalau fino dah balik dia sedikit terkejut, tapi kata tira dia pelukan sama fino didepan kelas, berarti tania udah tahu kalau fino udah balik, tapi kenapa dia pura pura nggak tahu. " batin aloe. "apa ada yang mereka sembunyiin dari gue. "
"al kok bengong." tira menupuk bahu aloe, yang membuat nya sedikit kaget. "kita mau ke kantin lo mau ikut. "
"nggak, gue disini, nitip minum aja ya.. " ucap aloe sambil nyengir yang dibalas tira dengan anggukan.
Tidak beberapa lama kemudian tania kembali kekelas sambil menenteng paper bag motif batik dengan wajah sumringah.
"dari mana lo? " tanya aloe. "kayaknya ada yang lagi seneng nie. "
"iya al, gue seneng banget hari ini. " balas tania sambil memeluk tubuh aloe erat. "gue habis dari toilet mampir ke kantin bantar. "
aloe melirik paperbag milik tania yang ditaruh diatas meja, tangan aloe hampir saja meraihnya namun dengan cepat tania mengambil paperbag itu dan menaruhnya diloker meja nya.
"lo ketemu fino nggak tadi dikantin," aloe mulai memancing pembicaraan. "kok tumben ya dia nggak nyamperin gue kekelas. "
Tiba tiba saja raut wajah tania yang tadi sumringah menjadi tegang dan terlihat gugup.
"tania berbohong. batin aloe. " tapi kenapa dia harus berbohong, "
aloe menutup buku novelnya, dia memastikan kalau antara tania dan fino memang tidak ada apa apa.
"gue semalam telfonin dia, tapi jaringan sibuk, lo juga gue telfonin nggak bisa, sama sibuk juga. "kata aloe yang dibalas tania dengan cengiran. " tan, pinjam hp long bentar dong, love save nomer mama gue kan? "
"iya gue save kok, kenapa? mau telephone mama lo ya? " tanya tania yang dibalas anggukan oleh aloe.
aloe langsung memeriksa daftar panggilan diponsel tania. aloe sangat kaget saat melihat, fino menghubungi tania pada jam tujuh malam dan setengah sembilan malam.
"pantas jaringan mereka selalu sibuk, lo bohongi gue lagi tan. "
Tiba tiba saja ada yang menutup kedua mata aloe dari belakang, dan aloe hafal betul siapa pemilik tangan tersebut.
"fin lepasin gue. " kata aloe sedikit berteriak.
fino sempat memberi senyuman kearah tania saat menutup kedua mata aloe.
"kok tahu sayang. " fino melepaskan tangannya. "maaf ya baru nyamperin kamu sayang,aku sibuk ngurus acara pergantian anggota osis baru. "
"hai tan, " sapa fino basa basi." to long kasih tahu dong tan sama cewek gue yang paling cantik ini,jangan cemberut. "
"udah mending kamu pergi dari kelas aku. "usir aloe. " tahu
ya pintu keluarnya dimana? "
"kamu usir aku? kamu kenapa sih sayang, Marah sama aku.? "
"udah mending lo keluar. " tania meraih tangan fino dan membawanya pergi dari kelasnya.
"gue pengen tahu, sampai kapan mereka akan bohongi gue, seperti ini, gue akan cari tahu semuanya sendiri, Ada apa diantara kalian. "