
aloe tampak sibuk menata baju nya dikoper saat arvan datang ke kamarnya, malam ini.
"mau kenapa? " tanya arvan yang heran karena aloe sibuk menata pakaiannya di dalam koper."apa gara gara tadi, mau pindah rumah?"
aloe menggeleng, dia sibuk mondar mandir menata barang nya.
"terus? " arvan meraih tangan aloe. "mau kemana? "
"apaan sih, " aloe berontak. "lepasin dong tangan ku, besok aku mau pulang ke jakarta, kak kiran menikah. "
" O.. "balas arvan. "aku cuma mau bilang,kasih tahu temen kamu yang sok kuat tadi, jangan suka menyiksa diri nya sendiri. "
"kok aku?kamu bilang sendiri lah sama Dion. "lagian besok aku bolos."
"hobi banget ya kamu bolos. "ucap arvan sambil menteol pipi aloe.
" arvan kamu genit banget sih, di sekolah aja sok cuek pura pura nggak kenal sama aku, karena aku begok, tapi di rumah genit, suka teol teol pipi aku. "
arvan tersenyum, dia malah mencubit pipi tembem aloe. "gemes."
muka aloe merah merona, "apaan sih. "
"besok aku antar ya ke jakarta.?"
"nggak, aku naik bus, lagian kamu nggak sekolah apa? "
"nggak, kan aku mau nganter kamu. " balas arvan. "
aloe memegang kening arvan. "nggak demam kok, tapi kok kamu aneh hari ini. "
"aku emang aneh, aku yang biasanya cuek , angkuh dan dingin sama cewek, tapi didepan kamu aku jadi diriku sendiri. "
"maksudnya? "
"intinya,kamu mau jadi cewek aku? "
aloe tertawa ngakak. "arvan, jangan bercanda nggak lucu." ucap aloe,"udah sana keluar dari kamar aku, aku mau istirahat. "
arvan meraih tangan aloe, dia menatap mata aloe tajam.
"aku nggak lagi bercanda al." jawab arvan. "mau kan? "
"apanya.? "
arvan memencet hidung mancung aloe. "jadi pacar aku lah. "
aloe diam, sebenarnya dia juga suka sama arvan, tapi di sekolah fans arvan sangat banyak, kalau mereka tahu dia jadian sama arvan, pasti mereka bakal ngamuk dan musuhin aloe.
"tapi, aku takut van, fans kamu kan banyak banget, mereka bakal ngroyok aku kalau mereka tahu kita pacaran. "
arvan tersenyum,"kita kalau di sekolah bersikap biasa aja, layaknya nggak pacaran, pulang sekolah aku tunggu kamu di pertigaan jalan menuju sekolah. "arvan mencoba meyakinkan aloe. "kamu terima aku apa nggak.? "
"iya." jawab aloe pelan.
arvan menarik tangan aloe, dan memeluknya erat. "aku janji,aku akan selalu bikin hari kamu menderita. " batin arvan dengan senyum devil. "selamat datang aloevera. "
°°°°°°°°°°°
"bangun." arvan menyibak garden dikamar aloe. "kita mau berangkat jam berapa sayang? "
aloe mengertitkan mata heselnya. "arvan, ngapain kamu dikamar aku? "
arvan tidak menjawab pertanyaan aloe, dia malah asik. menata kamar aloe yang super duper berantakan."kamu kok nyaman banget ya nempatin kamar jorok seperti ini? "
"cepat mandi. " perintah arvan. "aku sudah siap kan keperluan mandi kamu. " Oya satu lagi, aku juga udah siapin masker buat kamu, jangan lupa di pakai. "
aloe dengan malas pergi ke kamar mandi, benar saja arvan sudah menyiakan seminars, mulai dari handuk,peralatan mandi, hingga pakaian dalam aloe.
"apa apaan ini. "aloe mengeryit." ini nggak sopan sampai pakaian dalam pun dia yang milih. "
aloe kembali ketempat tidurnya, terlihat arvan masih membereskan kamar nya.
"cepat sekali mandi nya. ? " tanya arvan. "apa sudah selesai? "
"van, mending kita putus aja yuk... ? "
mata arvan membuat sempurna, "apa? "