
Suara ketukan pintu berkali kali juga tak mampu membangunkan tidur pulas aloe, hingga akhirnya tania manarik selimut aloe hingga selimut itu tak lagi menutupi tubuh mungil gadis itu.
"taniiiiiiiiiia! " teriak aloe keras. "keluar dari kamar gue. "
"dasar kebo, ini udah jam berapa? lo mau kena hukum pak arvan lagi? "balas tania tak kalah kerasnya." nyokap lo udah teriak dari tadi bangunin lo, tapi lo nya aja yang kebo, molor terus kerjaannya. "
"pergi, gue masih ngantuk..! ".
"ayo lah Al, cepet bangun kita bisa telat nanti, gue nggak mau ya kena hukum lagi sama pak Arvan."
aloe memutar bolanya lalu melirik jam weker disampingnya.
"baru jam setengah tujuh tan, biarin gue tidur Lima menit lagi. "
tania berjalan menjauhi aloe dan kemudian menyibak garden kamar nya.
"panas! " pekik aloe. "tutup Kembali gordenya tania. "
"kalau lo nggak bangun juga, gue bakal guyur lo pakai air, biar tahu rasa. " ancam tania.
"emang lo siapa berani ngancem gue? "
"gue sahabat lo lah, lo kira gue pembantu lo, enak aja, udah gue tunggu dibawah, kalau dalam waktu sepuluh menit lo belum muncul gue tinggal . "
"dasar dictator. "gerutu aloe tambah kesal.
Tidak lama kemudian aloe keluar dengan seragam lengkap dengan rambut diikat kuda,tak lupa tas biru muda sudah tertenteng dipundaknya.
kedua bola mata aloe melotot saat melihat tania sudah duduk manis di meja makan.
" lo masih disini, kira in dah berangkat duluan. "ucap aloe, " jangan bagiku dia makan ma, tania makan nya banyak. "
mama aloe memukul tangan aloe saat hendak mengambil tempe goreng.
"cuci tangan dulu sana. " perintah mama. "
"ah mama. " rangek aloe manga. "buruan kalau makan tan, nanti telat dan kena strap lagi kita sama guru kulkas itu. "
"idih lo aja kali yang kena strap, gue sih ogah. " cibir tania.
°°°°°°°°
aloe prov
"ayo al! " tania menarik tubuh ku keluar dari mobil. "gue belum mengerjakan tugas biologi."
"sabar kenapa sih, dasar nenek cerewat. " aku meraih tas ku dan kemudian keluar dari mobil, aku melihat tania udah ngacir duluan menuju kelas.
tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit
aku meloncat kaget saat mendengar bunyi klakson mobil di belakang ku.
siapa orang kurang ajar yang berani membuat jatung seorang aloe mau copot ini, aku menoleh dan melihat mobil BMW warna hitam mengkilap berhenti tepat di belakang ku, perlahan kaca mobil dibuka dan ternyata si guru kulkas, apes benar aku pagi ini.
"ngapain berhenti ditengah jalan seperti itu, minggir. " perintah nya sambil menurunkan sedikit kaca mata hitam nya.
"sialan." batin ku. "maaf pak, silahkan lanjut. " aku mempersilahkan, padahal aslinya ogah banget.
"good, minggir.! "
aku berdoa supaya nanti pas pulang sekolah ban mobil nya bocor.
°°°°°°°
Aku masih ngedumel sendiri menuju kelas, hingga akhirnya aku mendengar seseorang memanggil ku.
"aloe."
aku menoleh kearah sumber suara yang ternyata kak bagas, kakak kelas ku yang merupakan most wanted di sekolah.
"apa." jawab ku ketus.
"ini "ucap nya. dia memberi ku setangkai bunga mawar merch yang sangat indah.
" makasih. "ucap ku sambil memberinya sedikit senyuman termanisku.
aku langsung berlari meninggalkannya , karena dari kejauhan aku melihat guru kulkas itu menatap ku dengan tatapan horor.