
fino segera kembali ke kelas, tak sengaja dia melihat tania yang sedang celingak celinguk didepan kelas.
"lidah buaya kemana? " tanya ogi sang ketua kelas. "hobi amat tu anak ngilang,udah tahu hari ini mau ulangan biologi, cepet cari sana. "
"bisa diam nggak sih, mau gue lakban tu mulut. "sembur tania. " tadi dia sama pak arvan tapi mana ya tu anak, nggak nongol nongol .. "
"ngapain dia sama pak arvan?.. "
"kok lo kepo sih gi,sana pergi" usir tania.
dengan muka kesal ogi meninggal kan tania yang terlihat jelas tu anak lagi kebingunggan.
"tantan."
mood tania berubah drastis saat melihat seseorang yang berdiri dihadapannya.
"fino." tania memeluk fino dengan cepat fino melepaskan pelukan tania. "kenapa? "
"ini di sekolah, dan semua tahu aku pacar nya aloe. "
tania cemberut. "tapi aloe nggak ada, tadi dia lagi dikantin sama pak arvan. "
fino menarik tangan tania dan membawanya ke belakang sekolah. tania sangat senang fino sudah kembali sekolah lagi,
"fino." tania memeluk tubuh kekar fino dengan erat."kangen."
"aku lebih kangen dari kamu. " balas fino. "nggak nakal kan selama aku tinggal. "
"emang aku anak kecil. " tania merajuk.
fino mengeluarkan sebuah kotak berwarna merah dari saku celana nya.
"apa ini? " tanya tania penasaran. "buat aku atau buat aloe? "
fino tersenyum dia mencubit pipi tania dengan gemas."ya buat kamu dong my pretty. "
wajah tania sumringah, dia langsung membuka kotak tersebut dan ternyata sebuah cincin cantik dengan hiasan berlian merah.
"ini buat aku.? " tania masih tak percaya, "ini cantik sekali sayang. "
"cincin cantik untuk seseorang yang paling cantik di hati aku. " ucap yogi sambil mengecup kening tania. "kamu suka? "
tania mengangguk dan kembali memeluk fino, "pake in. " rengek tania.
fino kemudian menyematkan cincin tersebut dijari manis tania, gadis itu terlihat sangat bahagia.
tiba tiba saja ponsel fino berdering.
"siapa? " tanya tania.
"kamu dimana? aku lagi di kelas nie, tapi tania nggak ada, kamu bisa nggak kesini sebentar, ngajarin aku biologi. "
"aku lagi di toilet sayang, tapi maaf aku kan lagi jam pejalaran sayang, ya nggak bisa ke kelas kamu dong. "
"kamu tahu nggak tania dimana.? " tanya aloe
"ya aku nggak tahu lah sayang. " jawab fino sambil mengusap rambut tania yang saat ini sedang bersandar dibahunya . "udah dulu ya sayang, aku mau balik ke kelas dulu. "
"ya udah deh, I love you sayang. "
"love u to.. " balas fino kemudian mematikan ponsel nya.
tanpa mereka sadari ada seseorang yang sejak tadi memerhatikan mereka dari kejauhan.
"aloe nyari kamu sayang, cepat kembali kekelas. " perintah fino.
"ehmmm, biarin aja. " tania mendekap tubuh fino erat. "aku masih kangen. "
"sayang, " fino mendekap kedua pipi tania dan mengecup bibir gadis itu singkat. "sana temui aloe, nanti dia curiga lo kalau kamu kelamaan keluar kelas ninggalin dia. "
"iya.. iya.. " dengan malas tania bangkit dari duduknya. "ya udah ayo balik ke kelas.
mereka berdua akhirnya kembali ke sekolah.
" brengsek.. "ucap seseorang penuh amarah.
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
aloe mengetuk ngetuk bolpoinnya dengan muka cemberut.
" kenapa muka lu tekuk seperti itu ha.. "
aloe menoleh. "dari mana saja sih lo.? "
"ke toilet tadi, kebelet. " balas tania. "tadi gue celingak celingak nyariin lo, di apain lo sama pak arvan. "
"lo tu teman nggak tahu diri, kenapa lo tinggalin gue tadi? " aloe merajuk, "gue dihukum suruh beresin ruangan tu guru kulkas. "
tania ketawa ngakak."untung gue kabur tadi, kalau nggak pasti gue juga ketiban sial juga di suruh beresin sama lo. "
"sialan lo, " ucap aloe. "e tan, fino udah balik dong dari bandung. "
"oya." tania pura pura kaget."kapan, wah kita harus minta traktiran di al. "
"lo tu demen banget nodong pacar gue. " ucap aloe tanpa sengaja aloe melihat cincin dijari tania. "tan, cincin lo cantik. "
tania sempat kaget. "O.. ini, mama gue yang beli in waktu pulang dari Singapore. " tania berbohong, nggak mungkin dia bilang kalau cincin itu hadiah dari fino.