
Hari ini adalah hari PEKOS,semua murid berkumpul dilapangan sekolah, untuk mengikuti berbagai macam lomba olahraga.
Terlihat di arena lomba lari, Arvan dan Dion sedang melakukan pemanasan sebelum lomba di mulai.
"gue bakal buktikan kalau otot jauh lebih unggul dari pada otak. " ucap Dion.
"percuma aja lo punya otot berlapis tapi otak lo tipis. " ejek arvan. "lo nggak akan ke pakai diperusahaan, dan itu akan mempersulit hidup lo. "
"udah jangan banyak omong, kita buktikan kelas F akan juara. "balas dion, " Dan baby aloe akan terpesona sama gue. "
"mimpi lo, jangan harap dia bakal terpesona ama lo, lo tahu sendirikan, dia terpesona sama gue. " arvan tak mau kalah.
"ow, gue baru tahu ternyata lo didepan aloe aja sok cuek, sok angkuh, sok sok an deh lo. "ejek Dion.
arvan tidak menanggapi ejekan Dion. arvan justru malah megarahkan pandangannya pada gadis yang sedang menguncir kuda rambutnya.
" ngapain lo, nglihatin baby aloe gue kaya gitu,awas aja kalau lo sampai naksir gue. "
"bukan urusan lo. "
dari kejauhan aloe sedang berlari kearah arvan dan Dion membawa sebotol air mineral.
"di, ni buat lo. " ucap aloe menyerahkan botol itu ketangan dion."semangat ya di, demi kelas kita. gue kesana dulu ya di"
Dion menyenggol lengan arvan sok akrab."brother arvan lo lihat sendiri kan, my baby aloe, cuma milik gue. "
"siapa sih lo sok akrab?" balas arvan.
peluit dibunyikan tanda pertandingan lomba lari estafet akan segera dimulai.semua anak yang mengikuti lomba sudah menepati tempat masing masing termasuk kelas aloe Dan arvan.
priiiiiiiiiiiiiiiit...... priiiiiiiiiiiiiiiit....
perlombaan dimulai tita berlari dengan cepat setelah menerima tongkat dari bobi,tita kemudia memberikan tongkat itu pada aloe. aloe berlari dengan cepat sambil membawa tongkat, bukanya diberikan kepada Dion, aloe malah memberikan tongkat itu kepada arvan.
"aduh,salah orang. " ucap aloe.
"apaan sih minggir. " balas arvan sambil mendorong aloe hingga jatuh,"ngalangin jalan aku aja. "
"di, maafin gue. " ucap aloe, karena kesalahannya kelas mereka kalah."kalau aja gue nggak salah kasih tongkat. "
"nggak papa kok, arvan aja yang main nya curang pakai during kamu segala. " Dion membela aloe.
melihat aloe sedang bercengkrama dengan Dion, arvan menghampiri mereka lalu melempar kaos olahraganya ke muka aloe.
"cepat pulang, dan cuciin baju aku. " perintah arvan. "kalau kalah terima aja jangan banyak debat.
banyak pasang mata yang memperhatikan mereka, dan saling bisik.
" apa mereka tinggal satu rumah. "
"wah ternyata aloe se atap dengan arvan, aku juga mau. "
"si aloe mujur amat,bisa satu rumah sama arvan. "
aloe mnegejar arvan yang sedang berjalan kearah lapangan basket.
"arvan tunggu. " panggil aloe, sambil melempar kaos arvan. "cuci sendiri baju kamu, kemarin siapa yang bilang jangan sampai ada yang tahu kalau kita tinggal satu rumah? "
"terus."
"teras terus! " Nada bicara aloe naik tiga oktaf."gara gara kamu, satu sekolah tahu kalau kita satu rumah sekarang. "
arvan tersenyum devil, melihat aloe marah marah tidak jelas, arvan menarik tangan aloe kemudian mengecup bibir aloe manis.
"arvan.. " bantak aloe. "ka...... "
"udah, jangan marah terus, ayo pulang. " arvan menarik tangan aloe.
aloe, masih tidak percaya kalau arvan baru saja mencium bibir nya.
" ciuman pertama ku. "batin aloe. " arvan sialan.
°°°