
aloe terus saja memasang tampang juteknya saat bersama arvan.
"pulangkan aku pada mama ku juga ayah ku.. " ucap aloe sambil bersenandung.
"mau pulang atau lirik lagu? " tebak arvan.
"nenurut lo" balas aloe dengan tatapan sinis. "saya mau dibawa kemana sih pak? "
"apartemen."
"bapak jangan macam macam ya, saya bisa saja melaporkan bapak kepolisi atas tuduhan penculikan. " ancam aloe. "
"emang salah ya, membawa calon istri sendiri ke apartemen.? "
"ingat ya pak, itu baru calon dan saya belum tentu setuju menikah dengan pak kulkas, e maksud saya pak arvan. " ungkap aloe. "lagi an kita bukan muhrim, diharamkan kalau bukan muhrim tinggal di dalam satu apartemen. "
arvan memeriksa kening aloe, kayak nya ada yang salah dengan gadis ini.
"kamu ngomong apa sih, kalau berkhayal jangan kejauhan, kita ke apartemen hanya mau mengambil dompet saya yang ketinggalan. " kata arcan dengan tangan masih memeriksa kening aloe. "pantas saja bicara kamu nglantur, seperti nya kamu demam, badan kamu panas.
" nggak. "aloe menyingkirkan tangan arvan dari kening nya. " silahkan kan ambil dompet anda dan cepat antar kan saya pulang. "
°°°°°°°°°°°
Aloe menenteng tas rangsel nya dengan ogah ogahan.Dengan wajah kesal nya dia menatap mama dan ayah nya, dan seseorang yang sekarang duduk disebelah nya.
"mau berangkat jam berapa?. "
"seharusnya pak arvan tidak usah mengantarkan saya, bapak kan tidak ada jam pelajaran hari ini. " semprot aloe. "mama juga, biasanya aku kan berangkat sendiri, ngapain nyuruh pak arvan nganterin aku. "
kalau saja sekarang tidak ada ayah dan mamanya aloe, ingin saja arvan membungkam mulut gadis pembangkang itu dengan bibirnya.
"bapak pulang saja deh, aku bisa berangkat sendiri. " usir aloe.
"al nggak sopan. " tegur mama aloe.
"ya... ya.. ya udah deh ma, aku bareng pak arvan aja. " aloe menyerah.
"al, kalau kamu nggak mau aku anterin nggak papa kok, tadi tante rima nelfon aku, minta aku anterin kamu sekolah, karena aku juga nggak lagi sibuk,aku kesini buat jemput kamu, "
"cih, pintar sekali guru kulkas ini aktingnya.. " batin aloe.
"ma, yah aku berangkat dulu.. " ucap aloe sambil menarik tangan arvan dengan keras.
disepanjang perjalanan aloe ngomel ngomel nggak jelas di dalam mobil arvan.
"bisa nggak sih pak guru sehari aja nggak ganggu aku. " pinta aloe. "sepaneng tauk mikirin pak guru. "
"ya nggak usah dipikirin dong al, kan aku nggak minta dipikirin. "
"aneh tapi nyata! " ucap aloe bete.
tidak lama kemudian mobil arvan telah sampai dipelataran sekolah, sengaja arvan nurunin aloe di dalam sekolah.
"belajar yang rajin ya, cepat lulus kan kita mau nikah. " goda arvan.
"ngarep." balas aloe sambil menutup pintu mobil arvan dengan keras.
seluruh pasang mata menatap aloe sinis, saat dia keluar dari dalam mobil arvan, dengan cuek aloe langsung berjalan seperti biasa nya menuju kelas tercintanya.
"al, kok lo bisa barengan sama guru kulkas sih.? "tania langsung menghujani aloe be berapa pertanyaan. " lo ada hubungan khusus ya sama pak arvan, pantas saja tadi lo nggak mau gue jemput. "
belum saja aloe meletakkan bokongnya di bangku tania udah nrocos, yang membuat mood aloe semakin rusak.
"diam, dan biarkan gue tidur dulu, semalaman gue nggak tidur ngerjain tugas kimia," jawab aloe
"al, cerita dulu ama gue. " tania mulai merajuk, yang tidak ditanggapi oleh aloe, gadis itu malah udah terlihat nyenyak dengan posisi PW nya.