
Kedua mata ember aloe membulat sempurna saat melihat sesosok orang yang tak asing lagi untuk nya.
"mimpi apa semalam gue ketemu ama pak kulkas ini lagi. " gerutu aloe.
arvan langsung melambaikan tangan kearah aloe, gadis yang tengah dia bicara kan dengan Andre , ternyata ada didepan mata.
"pak arvan, selamat sore. " teriak aloe basi basi,. "mari pak. "
"tunggu, tetap stay di tempat. " teriak arvan dari atas balkon.
arvan bergegas menghampiri aloe, sebelum gadis itu kabur, benar saja sesampainya arvan di pintu gerbang rumahnya ,aloe sudah tidak berada ditempat.
"sial." umpat arvan. "kemana pergi nya, ''
aloe prov.
aku bersembunyi di balik pohon besar, agar guru kulkas itu tidak menemukanku.Tiba tiba saja mata indah berwarna coklat itu sudah berdiri dihadapanku.
" oh shiiiit ! kenapa dia bisa menemukanku. "rutukku dalam hati.
" kenapa bersembunyi, di situ.? "
"bukan sembunyi kok pak, cuma berteduh. " kilahku, yang dibalas guru kulkas dengan anggukan kepala.
"ayo.. "
pak arvan menarik tanganku dan membawaku masuk kedalam rumahnya.
"maaf pak saya tidak mau. " aloe berusaha melepas kan tangannya dari cengkaraman arvan. "kata pak RT dikomplek rumah saya, tidak boleh mambawa masuk orang yang bukan muhrim atau saudara.
" putri..! "
"tante maya." aloe langsung menghampiri wanita paruh baya yang sedang menyiram tanaman, dan menyalaminya. "tante kok lama sih nggak main ke rumah aku.
" maaf sayang, butik tante lagi rame, kok kamu bisa ada disini,? tanya tante Maya dengan sorot matanya menatap arvan. "putri kenal sama anak tante? "
aloe menatap kearah arvan. "maksud tante pak arvan ini anak tante? "tanya aloe penasaran yang dibalas anggukan oleh tante Maya.
" arvan, kok putri nggak disuruh masuk.? "
"aha, ini kesempatan bagus untuk lari dari sini.. "batin aloe girang." makasih tante, tadi aku lagi joging nggak sengaja lihat pak arvan didepan rumah, aku salim dulu, kata mama kalau ketemu guru itu harus salim tante, biar ilmunya berkah,iya kan pak arvan. "
"pintar sekali bocah ini cari alasan. batin arvan kesal. " eh iya, tapi bersilahturahmi dengan guru itu, bisa membuat ilmu kita tambah berkah. "balas arvan.
" bukan nya aku tak mau mampir ke rumah pak arvan, tapi aku harus jemput mama ditoko,tante Maya kan tahu sendiri gimana mama. "kilah aloe.
"nggak usah tante, ngrepotin pak arvan. "
"nggak kok, ayo aku anter. " arvan menatap aloe dengan penuh kemenangan."mau lari kemana kamu bocah. ''
°°°°°°°°°
"aku tahu kamu menghindariku. "ucap arvan sambil fokus dengan kemudinya.
" Dasar kau guru nyebelin. "umpat aloe.
arvan justru menyeringai.
"aku tidak akan mengantarkanmu ke mama mu, tadi aku sudah minta ijin kepada mama mu, mengajakmu jalan jalan sebentar. "kata arvan sambil meraih tangan aloe, namun aloe dengan cepat menepisnya.
" dasar guru mesum. "batin aloe.
" kamu pasti sudah tahu kan tentang perjodohan kita? "tanya arvan yang sukses membuat mata aloe membulat sempurna.
" perjodohan? "
"iya, dulu kekek buyut kita membuat janji untuk menjodohkan cicit mereka, mulanya aku menolak perjodohan ini, tapi setelah tahu kamu yang akan dijodohkan denganku, aku berubah pikiran, kenapa nggak dicoba dulu. "
"dicoba, emang dikira aku pakaian dicoba, dan aku akan menolak perjodohan ini, ini bukan jamannya siti nurbaya lagi, " ucap aloe kesal. "dan anda juga harus menolaknya.
" jangan harap. "
kerena kesal, aloe menyuruh arvan menghentikan mobil nya, kemudian dia keluar dari mobil dan mencoba memberhentikan taksi namun gagal.
arvan keluar dari mobil menarik tangan aloe dengan paksa, karena kesal dengan sikap aloe yang keras kepala.
" hei, kamu pikir kamu siapa, lepasin tangan ku. "gerutu aloe kesal saat arvan mendorong nya masuk kedalam mobil.
"aku arvan, yang sebentar lagi akan menjadi suami mu. "ucap arvan sambil terkekeh yang membuat aloe kesal.
" nggak lucu, dan jangan harap aku mau menerima mu menjadi suamiku. "
disepanjang perjalan aloe memasang tampang keselnya,itu justru membuat arvan tambah gemes pengen mencubit pipi aloe yang cubby.
"singgkirkan muka jutekmu itu, kalau kau tidak ingin aku menerkammu. "
"apa? " kedua bola mata aloe membulat sempurna.