
Aloe sampai di kelas dengan nafas tersenggal senggal, dia lalu meraih botol minum tania dan meneguknya hingga habis.
"al, lo tahu kan itu minuman gue, kenapa di minum.? ucap tania dengan muka kesal. " air mahal ini, lo habisin. "
"ya elah tan, cuma air doang., kusut amat tu muka. "
"air kecantikan ini, lagian lo dari mana aja sih, udah tahu jam pertama pak arvan, kelayapan mulu. "
"uups, sorry! " jawab aloe lalu menjatuhkan bokongnya di bangku tempat duduk. "gue.. "
"pagi." sapa arvan, langsung membuat mood aloe jelek.
aloe langsung memasang tampang cuek tak peduli saat arvan menerangkan didepan kelas, dia malah asik mercoret coret buku tulisnya tak jelas.
"aloe.. " panggil arvan. "saya perhatian kamu dari tadi tidak memerhatikan pelajaran saya. '
aloe terdiam, langsung tania menginjak kaki aloe yang membuat gadis itu meringis kesakitan.
" lo kenapa sih tan, sakit tauk.."protes aloe, maaf pak, kesalahan teknis, silahkan dilanjut pelajaran nya. "aloe malah mempersilahkan.
arvan menggeram dalam hati, kemudian dia melajutkan pelajaran nya.
" aloe ,nanti jam istirahat temui saya dikantor. "perintah arvan.
" idih males. "batin aloe. " iya pak. "
"al, lo kenapa sih selalu cari gara gara sama pak arvan. " desis tania.
Aloe memutar bola matanya bingung, lalu dia mengambil cemilan di lokernya dan dilahapnya sampai habis.Tania yang melihat nya menjadi kesal dan prihatin.
°°°°°°°°
setelah jam istirahat aloe bergegas menuju ruangan pak arvan untuk menghadap,sampai saat ini aloe masih bingung kenapa pak arvan mennyuruhnya untuk menghadap.
"masuk." belum saja aloe mengetuk pintu pak arvan sudah menyuruhnya untuk masuk .
"kenapa baru datang? ".
" makan dulu tadi pak dikantin. "jawab aloe. " maaf. "
"kamu tahu, kenapa saya suruh kamu menghadap saya? "
"kalau saya tahu, mana mungkin saya kesini. "
"kamu lagi ada masalah.? "
"mulai deh kepo nya, kalau saya ada masalah juga itu bukan urusan anda. "cetus aloe, padahal masalah nya ada pada nya.
aloe mengangkat wajah nya menatap guru yang selama ini membuat hati nya tak nyaman kalau di sekolah. "kenapa guru kulkas ini terlihat tampan kalau dari dekat. " batin aloe.
arvan meraih tangan aloe, dan meremasnya, dia ingin menunjuk kan pada aloe, siapa arvan yang sesunggungnya, arvan bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri aloe.
Tubuh aloe sudah panas dingin mendapat perlakuan diluar dugaannya.
"jangan pernah mencoba bermain main denganku aloevera, "gumam arvan yang terdengar mengancam di telinga aloe.
aloe mendengus saat arvan melepaskan tangannya, entah mengapa jantung aloe terasa berdetak cepat saat guru kulkas tadi mencengkram tanggannya.
aloe masih tidak menyangka, kalau guru kulkas itu bisa berbuat seperti ini kepada nya.
°°°°
sementara itu ditempat lain,Arvan sedang duduk manis di balkon rumahnya, menikmati secangkir kopi panas dengan andre.
"lo kenapa dari tadi senyam senyum nggak jelas. " tegur Andre yang aneh melihat tingkah arvan.
Arvan menyilangkan kaki nya dan kembali menyecap kopi nya.
"gue masih kepikaran dengan murid gue, kenapa gue tadi sampai mencengkram tangannya begitu keras, kalau saja gue tadi tidak membentengi diri gue, gue hampir saja menciumnya. "gumam arvan.
mata Andre membulat sempurna mendengar ucapan arvan.
"apakah murid lo itu sangat cantik, hingga se orang arvan hampir menciumnya, lo mau jadi pedofil, mau lo dilaporin kepolisi? "
Arvan mendengus.
"dia cantik, keras kepala, pembangkang yang setiap hari membuat gue senewen, tapi kenapa dia murid gue? apa salah kalau gue jatuh cinta sama murid gue sendiri.
" jadi lo sedang jatuh cinta sama murid lo sendiri? "
"mana mungkin gue cinta sama murid gue. "
"tadi lo bilang sendiri, kalau lo cinta sama dia."
"masa!. "
"gue timpuk juga lo. " umpat Andre kesal.
Ditempat lain aloe yang sedang joging sore tak sengaja kedua matanya bertatapan dengan seseorang.
"pak kulkas. "..........