
wajah tania mendadak menjadi pucat saat aloe menanyakan suaminya, tidak mungkin dia mengatakan kepada aloe kalau fino tidak jadi menikahinya dan malah memilih melanjutkan study nya di sidney.
"tan, jangan bilang kalau lo nggak jadi nikah sama fino? "
tania diam,dia lagi menyusun kata kata yang cocok untuk menjawab pertanyaan aloe. "fino lagi tugas di sidney al, sudah sebulan yang lagi, gue sama viola memilih tinggal dia Indonesia. "
"viola? " aloe Tampak bingung."siapa viola? "
"viola anak gue al, yang sekarang lo gendong. " jawab tania. "Oya lo kesini sama siapa? "
"sendiri." balas aloe. "boleh dong ya, tante. culik name sayang, tante bawa ke Bandung. "
"sayang."
seseorang mencium pipi aloe dan ternyata itu arvan. "sayang aku capek nungguin kamu dimobil."
"arvan, kamvret ngapain dia pakai Keluar mobil. " batin aloe.
"siapa dia al? " tanya tania sambil menggendong viola.
"Hallo gue arvan, cowoknya aloe. " arvan mengulurkan tangan nya.
"tania." tania membalas uluran tangan arvan. "al kok nama......? "
"ya udah tan, gue pamit dulu an ya, jangan lupa datang kepernikahannya kak kinan."" aloe memotong ucapan tania. "viola, tante pulang duluan ya sayang, gemes deh. "
"iya tante, kabarin viola ya tante. kalau pulang ke Jakarta lagi. "
"pasti sayang. " aloe memeluk dan mencium viola gemas. "gue duluan ya tan, bye.. "
arvan meraih tangan aloe dan menggenggamnya erat,kemudian masuk mobil.
"kenapa sih pakai pegang tangan segala." protes aloe cemberut.
"kenapa? nggak suka. "
aloe diam, dia tidak mau berdebat dengan arvan saat ini.Tidak beberapa lama kemudian mereka sampai juga dirumah aloe.
"ma!" teriak aloe saat pertama kali menginjakkan kaki dirumah nya."ma... asalamualaikum. "
"mama kamu nggak ada? " arvan memeluk aloe dari belakang.
"ar.. " aloe menghindar dari pelukan arvan. "kamu agresif amat sih van, aku risih. "
Tanpa basa basi arvan langsung pergi meninggalkan aloe.
"lo liat aja al, gue akan buat lo lebih parah dari ini. " arvan tersenyum. "gue masih dendam sama lo tentang kejadian empar tahun lalu."
flash back
"oe gendut, kalau jalan tu jangan nunduk terus,angkat tu muka, malu ya punya wajah jelek,gendut pula. "
terlihat dua anak perempuan sedang membuli seorang anak perempuan gendut yang memakai kaca mata,
"al, udah kita pergi, " ajak temannya.
"bentar dulu tan,ni anak gendut udah buat baju seragam gue kotor, lelas tu baju lo, dan serahin sama gue, cepat."
"kak miraaaa. " tiba tiba aja seorang anak laki laki memanggil nama mira yang membuat ketiga anak perempuan itu men oleh bersamaan. "kakak ngapain disini, bangun kak, kakak kenapa menangis? "
"lo adek nya, cewek gendut jelek ini kakak lo?"
"al, udah kita pergi, lagian baju lo juga nggak kotor kotor amat. " tania menarik tangan nya namun ditepis. "aloe, udah kita pergi. "
"permak tu muka kakak lo, bikin gue pengen nonjok. " ucap aloe dan ber lalu pergi.
"arvan, kamu Ko bisa disini? "
"iya kak mira, mereka siapa sih? kakak dihina seperti itu diam aja.
" adik kelas kakak van, yuk kita pulang.
flash end
masih terlintas di memories arvan, gara gara dua orang itu kakak nya miranti bunuh diri karena terus menerus di ejek muka jelek dan badan gendut.
°°°°°°°°°°°