Possessive Husband

Possessive Husband
perintah



aloe mengaduk aduk orange jus dihadapannya.


"di minum jangan di aduk. " perintah arvan.


sore tadi arvan mendatangi rumah aloe, meminta izin kepada mama aloe mengajak putri kesayangannya untuk jalan.


"Marah karena aku culik? " tanya arvan. "makin jelek tauk kalau cemberut gitu. "


"sudah tidak mmengajar di sekolah lagi? "


"kenapa? kangen sama aku. "


"cih! " aloe membuang muka. "aku.. "


"kamu kenapa? "


arvan menggenggam tangan aloe. "ada masalah? " tanya arvan lagi.


"tolong kamu tolak perjodohan kita, aku sudah punya pacar, dan kamu mungkin juga sudah. "


"nggak." balas arvan lantang." aku nggak akan tolak perjodohan ini.


"kenapa? "


"ya nggak mau,ini adalah amanat terakhir dari kakek buyut aku, aku nggak mau jadi cicit durhaka, hanya karena menolak perjodohan ini. "


"lebay." ucap aloe pelan yang hampir tak di dengar oleh arvan. "terus gimana dong, aku tidak mencintai anda,pernikahan itu hal yang sakral, aku tidak mau menikah tanpa ada ra cinta. "


"mulai sekarang, belajarlah mencinta saya, paham. " bisik arvan pelan yang membuat bulu roma aloe berdiri semua. "dan lupa kan pacar kamu yang brengsek itu. "


"saya mau pulang. " ucap aloe. "dan satu lagi jangan pernah anda mengatai pacar saya brengsek, "


saat aloe beranjak dari tempat duduknya, arvan segera meraih pergelangan tangan aloe. "aku antar kamu pulang. "


°°°°°°°°°


Aloe melempar tas nya ke atas tempat tidur. usahanya meyakinkan arvan untuk menolak perjodohan ini gagal.


kedua bola mata ember aloe menatap ke arah foto kakak nya kinan, yang sebentar lagi akan menikah.


"kak, gue butuh lo, " ucap aloe lirih.


aloe melempar semua benda didekatnya, pikiran nya sangat kacau, di tambah lagi fino akhir akhir ini susah untuk dihubungi.


trying...


aloe mengangkat telponnya.


"hallo, kamu udah terima paket dari kakak.? "kata orang disebrang.


" paket apa, blm? "jawab aloe sedikit bingung. " pasti mahal kak ongkir nya, inggris-jakarta. "


"kamu ini malah mikirin ongkir, nanti kalau datang, kabari kakak ya. "


"asiap! kakak kapan pulang, bentar lagi kan mau nikah. "


"udah kangen ya sama kakak? seminggu lagi kakak dah pulang, banyak kerjaan disini, kak angga juga sama. "balas kiran disebrang sana." udah dulu ya daaa..! "


aloe menghela nafas panjang saat kiran memutuskan telephone nya. Dia masih ingin kangen dan ingin berlama lama dengan kiran.


"membosankan." keluh aloe sambil melemparkanaa1 bantal nya ke sembarang tempat. "tania sibuk, fino sibuk, kak kiran sibuk mama juga belum pulang dari toko."


aloe memutuskan untuk mengistirahatkan badan nya sebentar.


°°°°°°°°°


Dengan langkah cepat dan tergesa gesa aloe berlari menuju ke kelas, hari ini dia bangun keseingan dan tadi pak Satan hampir menutup pintu gerbang sekolah.


"permisi." ucap aloe saat tiba didepan pintu kelas nya. "selamat pagi pak arvan, maaf pak saya terlambat. "


Arvan menghampiri aloe yang masih berdiri didepan pintu dengan nafas yang tersenggal senggal.


"tanpa kamu beritahu,saya sudah tahu kalau kamu terlambat. " kata arvan dengan kedua tangannya yang sudah di lipat didada. "ngapai masih berdiri disitu, taruh tas kamu dan lari mengelilingi lapangan sebanyak lima kali.


kedua mata aloe mambulat sempurna. " oke saya akan nenuruti apa yang bapak perintah kan, tapi sebelum nya saya mau kasih tahu, tadi dari rumah saya belum sarapan, nanti kalau saya lari dan tiba tiba saya pingsan bapak mau tanggung jawab. "


"mau, saya tanggung jawab, nikahin kamu. " bisik arvan pelan ke telinga aloe yang dibalas aloe dengan cubitan kecil dilengan arvan, tanpa mereka sadari banyak pasang mata menatap mereka penuh penasaran.


"cepat duduk ke kursi kamu, sebelum saya berubah pikiran. " perintah arvan. "buat semuanya saja, saya tidak suka ada yang terlambat datang pada saat jam pelajaran saya, dan buat kamu aloevera nanti temui saya saat jam istirahat. "


Arvan kemudian kembali melanjutkan pelajaran nya.