Possessive Husband

Possessive Husband
persaan



sudah hampir sebulan sejak kepergian arvan, aloe memutuskan untuk pindah sekolah ke bandung, disana dia tinggal di rumah salah satu teman mamanya,namanya tante ranti.keluarga tante ranti sangat baik dan ramah, tapi tidak dengan putra tante ranti yang bernama arvan, aloe sempat kaget saat putra tante ranti menyebutkan namanya arvan.setelah tahu nama panjangnya narvando putra salim, aloe menjadi terbiasa dengan nama arvan yang mengingatkannya pada calon suaminya dulu.


"tante, alo bantuin ya. " ucap aloe saat melihat tante ranti sedang masak didapur. " masak apa tante? "


"udah nggak usah, kamu tolong bangunin arvan dulu ya,ini udah siang,? " pinta tante ranti.


"tante kan tahu sendiri, si arvan dingin banget sama aku, bisa bisa nanti aku diguyur lagi pakai air. " balas aloe sambil memotong kentang.


"sayang, tolong ya. " tante ranti memohon.


Dengan malas aloe akhirnya mengiyakan perintah tante ranti. sesampainya didepan kamar arvan, aloe menggedor gedor pintu dengan kerasnya.


"apa? " tanya arvan dibalik pintu kamar nya."aku udah bangun."


"bagus deh, jadi aku nggak usah repot repot buat bangunin kamu. cepat mandi dan segera turun untuk sarapan. "


"bawel." balas arvan kemudian menutup pintu nya hingga keras.


"namanya emang sama, tapi wataknya juga sama. " batin aloe.


arvan menenteng tas rangselnya dan kemudian duduk disamping aloe. arvan memang terkenal dingin orangnya, baik di rumah mau pun di sekolah.


karena kejeniusannya arvan masuk dikelas yang khusus anak ber IQ tinggi,sementara aloe semenjak masuk di sekolah arvan, aloe keterima dikelas yang notabennya IQ dibawah rata rata.


"van, nanti aku nebeng ya? " tanya aloe sambil mengunyah nasi gorengnya,


"nggak, biasanya juga jalan kaki. " balas arvan datar.


"kali ini aja kok, lagi pegel nie kaki. "


"pegel kaki atau males?. "


"arvan, biarin dong alo nebeng kamu, " perintah tante ranti."lagian kalian kan satu sekolah. "


"ayo." perintah arvan bangkit dari tempat duduknya sambil menarik tangan aloe. "ma aku berangkat. "


Tante ranti tersenyum melihat tingkah mereka, seperti kucing Dan anjing.


°°°°°°°


Diperjalanan ke sekolah, arvan menurunkan aloe di pertigaan jalan menuju sekolah mereka.


"turun cepat. " perintah arvan. "gue nggak mau ya di lihat banyak anak, apa lagi ama cewek tolol kaya lo. "


amarah aloe meledak karena perkataan arvan. "eh, jangan songong ya! mentang mentang dikelas favorite. "


arvan tidak menghiraukan ocehan aloe, dia langsung mengayuh sepedahnya menuju gerbang sekolah.


"oe, arvan, nyebelin ya lo, " teriak aloe keras.


akhirnya aloe berjalan kaki menuju sekolahnya dengan perasaan dongkol.


saat jam pelajaran penjas,ternyata kelas aloe bargabung dengan kelas arvan.


"kenapa sih kelas kita yang diberikan tugas munguti semua cock disini. " keluh nara teman sekelas aloe. "sedang kan mereka enak sekali, bisa main bulu tangkis,mentang mentang kelas favorite. "


aloe tidak menghiraukan ocehan nara, kedua mata hezel aloe fokus pada satu titik dimana arvan sedang main bulu tangkis bersama seorang cewek yang aloe tidak tahu siapa, merka terlihat sangat akrab.


"woe cepat ambilin cock nya, mau gue lempar pakai raket. " kata seorang cewek yang merupakan teman sekelas arvan. "makanya jadi orang jangan bego biar masuk kelas favorite, nggak enak kan disuruh suruh, "


kedua tangan aloe mengepal siap menonjok muka cewek tersebut, untung aloe masih bisa mengontrol emosinya.


"punya tangan kan, ambil sendiri. " balas aloe kemudian berlalu pergi.


"oe, blagu ya lo, " teriak cewek tersebut dengan keras."gue aduin lo nanti sama pak edi. "


"aduin aja. " balas aloe. "satu lagi ini sekolah bukan hutan, kecilkan suaramu katanya murid kelas ber IQ tinggi, masa iya tidak tahu tata krama, apa harus kita kita ini dari kelas IQ rendah yang mengajarkan kalian tata krama cara berbicara yang benar."


karena kesal akhirnya cewek tadi membuang raketnya dan berlari pergi.