Possessive Husband

Possessive Husband
perdebatan



"itu bukan anak aku kan tan? " tanya fino saat menemani tania dirumah sakit. "bisa aja tu anak dari cowok lain. "


PLAAAAAAAAAAAAAAAAK.


tamparan keras mendarat dipipi mulus fino.


"kamu nampar aku.? "


"kamu memang pantas ditampar, "bentak tania keras, kalau kau tidak mau bertanggung jawab atau mengakui ini anakmu, silahkan keluaaaaaaaaaaaaaar. "


"cih! " fino membuang muka, "dasar wanita murahan. "


"kalau aku wanita murahan kenapa mau sama aku, kenapa selingkuh sama aku. "


"karena aku tidak mendapatkan dari aloe, aku tidak bisa mencium nya, tak bisa menyentuhnya, dan dengan kamu aku bebas melakukan apa saja. "balas fino


" kurang ajar. "geram tania, jadi lo pacarin gue karena lo mau lampiasin apa yang tidak lo dapat dari aloe. "


"cakep."


"brengsek ya lo fin, lo udah rusak hidup gue, gue akan laporin lo kepilisi, "


"atas dasar apa laporin gue. gue punya bukti kalau lo yang minta itu dari gue, gue gk maksa lo, gue udah rekam semua. " ucap fino dengan tampang tidak bersalah. "lo nggak bisa nglawan atau bahkan menjarain gue.


" gue benci ama lo fin"ucap tania penuh amarah,"gue bakal kasih tahu semuanya sama aloe. "


fino terkekeh. " yakin ?aloe akan percaya sama lo, atau malah dia bakal benci ama lo, karena lo udah hianatin dia. "ucap fino. " berhenti nglawan gue. "


Dengan perasaan senang fino keluar meninggalkan tania. sudah puas hari ini dia mengancam tania, agar tidak meminta nya untuk bertanggung jawab atas kehamillannya .


°°°°°°


siang ini arvan menculik aloe dari sekolah, karena di sekolah kebetulan lagi tidak ada pelajaran.


"kita mau kemana? se enak jidat nya aja nyulik gue, eh aku. " aloe ngedumel sambil mengunyah permen karet dimulutnya.


"mulutnya " arvan meletakkan jari telunjuknya dibibir aloe. "nggak sopan sama guru kok pakai jidat. "


aloe cemberut menatap arvan. "maaf! "


arvan menyungingkan senyuman ke arah aloe sambil mengusap puncak kepala aloe.Dia sangat gemas dengan gadis di sebelahnya itu.


"serem tahu. " ucap aloe.


"idih apa an sih nggak lucu. " aloe membuang muka.


"ngambek." arvan menteol dagu aloe.


aloe tidak menjawab candaan arvan, bibirnya mengerucut mata heselnya lurus manatap ke depan. sementara arvan tersenyum gemas melihat tingkah aloe yang menurutnya lucu.


Mobil arvan berhenti di sebuah kafe yang letaknya tak jauh dari sekolah.


"udah dong ngambek nya. " pinta arvan. "aku traktir es krim. "


"nggak, " kekeh aloe. "apaan cuma es krim. "


"terus maunya apa? "


"aku mau bapak nggak usah pakai nganterin aku sekolah tiap hari, aku bisa berangkat sendiri atau bareng fino. apa an pakai dianter in mirip anak SD. "


"nggak" arvan menolak tegas."kamu tunanganku dan kamu jadi tanggung jawab aku, paham? "


"kenapa, lagian kita baru tunangan,aku masih status pacarnya fino. "


"ya sudah, putusin dia, lagian dia nggak pantas buat kamu. " ujar arvan sambil melihat menu makanan.


"terus yang pantas siapa? bapak. ".


" udah nggak usah berdebat, aku tetap ijinin kamu pacaran sama kamu, tapi kalau aku sampai melihat dia bikin kamu nangis, kamu harus putusin dia. "


"emang bapak siapa? berani ngatur ngatur aku? " amarah aloe mulai memuncak.


"calon suami kamu. " jawab arvan tegas, "mau aku laporin kamu sama papa mama kamu, tentang hubungan kamu sama fino? "


"bapak ngancam aku? "


"enggak."


"udah aku mau pulang. "


arvan meraih tangan aloe. "maaf, kalau aku bikin kamu marah atau kesal, tolong tetap disini, jangan cemberut gitu kamu malah cantik kalau cemberut, dan dari tadi banyak pasang mata buaya menatapmu dengan buas."


Benar saja aloe melihat sekelilingnya. Banyak pasang mata yang menatapnya horor,yang lebih parahnya ada yang kiss bye ke arahnya, yang membuat aloe mual.