
Aloe menenteng tas rangselnya dengan malas menuju kelas. Badannya terasa sangat berat untuk melangakah.
"buaya, katanya tania kecelakaan? " tanya ogi setibanya di kelas.
"buaya pala lo, " bentak aloe. "sekali lo. panggil gue buaya, gue ganti kepala lo dengan kepala buaya, mau? "
ogi malah ketawa ngakak menanggapi perkataan aloe. "kemarin gue lihat dia jalan sama cowok lo, diclup. "
aloe langsung menarik tangan ogi dan mendudukan disebelahnya.
"lo doyan ke club juga? " tanya aloe "gue kagak percaya cowok kemayu kaya lo doyan ke club, cerita sama gue apa yang lihat. "
stya agustriyono, atau yang kerap disapa ogi oleh teman tamannya itu malah mengerucutkan bibirnya saat tania meledeknya. "gue malas cerita kalau begitu." ogi sedikit merajuk kesal kepada aloe.
"ceile, gitu aja ngambek"goda aloe sambil mentoel dagu ogi. " sok atuh cepat cerita, neng gelis."
"gue kemarin malam nggak sengaja lihat cowok lo sama tania keluar dari club , tania sedikit mabuk gitu, dan kayak nya dia lagi marah, soal nya waktu cowok lo mau nganterin dia pulang, tu anak malah ngomel ngomel nggak jelas gitu. "
"terus."
"udah lah masa terus terus. "
"berarti fino tahu kalau tania kecelakaan, nggak mungkin dia nggak ngikutin tania, secara tania lagi mabuk. " batin aloe.
"ini buat lo, dan lo boleh pergi " aloe mengusir ogi setelah dia memberi nya sekotak manik manik cantik. "lain kali kalau lo lihat mereka lagi kasih tahu gue ya gi"
"asiaaap."
°°°°°°°°°°°°°
fino duduk termenung dibangku nya saat jam istirahat sekolah,dari kejauhan aloe mengawasinya sambil menikmati segelas jus apokat ditangannya, jarak kantin dari kelas fino sangat dekat.
"fin.. "
"bukan gue yang... " hampir saya fino keceplosan.
"bukan km apa, hah? " tanya aloe sambil menaikaan alis matanya. "kamu sakit? "
"al.. " fino menghela panjang. "aku kiraan si dira tadi nuduh gue pecahin mouse komputer diruang osis. " fino berkilah.
"O, aku lihat dari kejauhan tampang kamu kusut banget sih. "
"masa sih sayang. " fino meraup mukanya. "tumben sendiri, tania mana,? pasti dia lagi makan kan? "
"kok fino nanya in tania mana? berarti dia nggak tahu dong kalau tania kecelakaan? " batin aloe, "tapi kata ogi dia lihat fino ama tania diclup. "
"sayang." fino menepuk pundak aloe. "kok gantian kamu yang bengong. "
aloe menghela nafas panjang, dia menatap cowok tampan dihadapannya itu."kamu belum denger kalau tania kecelakaan, tadi malam aku sama pak arvan yang nungguin dirumah sakit. "
"kecelakaan, " fino kaget. "kok bisa kecelakaan, dan kenapa kamu sama pak arvan menunggui? "
"iya, tadi malam tu nggak sengaja ketemu sama pak arvan dimini market, terus dapat kabar kalau tania kecelakaan, katanya polisi sih kecelakaan tu nggak, karena tania mabuk dan hilang kendali nabrak pembatas jalan. "
"yakin ketemu dimini market? " fino memastikan. "kok kamu pakai kebaya, masa ke mini market pakai kebaya? "
aloe menatap fino penuh curiga. "tunggu, kok kamu tahu kalau aku pakai kebaya, jangan jangan kamu dah tahu ya kalau tania kecelakaan.? "
"eh itu, aku cuma asal nebak. " fino salah ngomong, nggak seharusnya dia berbicara seperti itu, malah membuat aloe semakin curiga. "udah balik ke kelas sana udah bel,"
aloe mengangguk kemudian keluar dari kelas fino dengan perasaan binggung.