Possessive Husband

Possessive Husband
insting



aloe sudah tidak tahan dengan sikap arvan yang menurutnya terlalu over.


"al, aku cuma mau kamu pakai yang aku siapin, masa iya cuma gitu aja, minta putus."


"tapi masa iya sampai pakaian dalam kamu yang siapin? "aloe melotot. " kelewatan itu namanya, aku minta kamu nggak perlu lakuin itu. "


arvan tersenyum. "bagus,dia mulai tertekan. " batin arvan.


" mending kamu keluar dari kamar aku. "aloe mendorong tubuh arvan . " kamu tu beda sama arvan calon suami aku. "


arvan mencengkram kedua bahu aloe. "jangan pernah kamu samakan aku dengan orang lain, paham." ucap arvan dan kemudian meninggalkan aloe dengan amarah.


"se enak jidatnya aja tu lidah buaya nyamain gue sama orang lain. " arvan ngedumel. "kalau tidak ingat dengan misi gue, udah gue sumpel tu mulut."


aloe sudah siap dengan barang bawaannya, sementara arvan masih asik santai ditaman belakang.


aloe memerhatikan arvan dari kejauhan, dia masih tidak yakin dengan pernyataan cinta arvan kemarin.


"gue yakin, ada yang nggak beres." ucap aloe. "van, jadi nganterin aku nggak. "


arvan menoleh kearahku aloe. "lidah buaya berisik amat sih tu anak. " ucap arvan. "iya sayang, bentar ya aku habisin kopi dulu. " arvan memulai sandiwaranya.


arvan menatap aloe dari atas sampai bawah,aloe memakai kaos pendek, hot pants, sama pakai cardigan doang, "apa apa an sih. " batin arvan. "kok nggak pakai baju yang aku siapin.? "


aloe menggeleng. "nggak suka. " balas aloe. "aku nggak suka pakai dress, lagian ngapain sih kamu pakai siapin baju aku, aku kan bisa siapin sendiri,


" tapi se enggaknya kamu pakai dulu. "protes arvan. " tunjukin sama aku, pantes tidak. "


aloe diam, dia semakin tidak nyaman dengan arvan. "kamu protective banget sih van? ingat ya aku masih pacar kamu bukan istri kamu. "


karena tidak mau berdebat panjang dengan aloe, arvan menarik tangan aloe dan membawanya masuk Kedalam mobil.


"tunggu disini, aku mau ambil koperku dulu, dan diam nggak usah ngomel. "


aloe menatap arvan tajam, sambil cemberut.


"mau itu bibir aku cium,? " tanya arvan, aloe langsung menutup bibir nya menggunakan kedua telapak tangan. "makanya jangan cemberut. "


arvan pergi meninggalkan aloe masuk ke dalam rumah.


Di sepanjang jalan menuju jakarta aloe tertidur pulas di dalam mobil, maklum semalaman tidur karena melihat drama korea.


"huaaaaam." aloe menguap sambil perlahan membuka mata nya. "van dah sampai belum? "


"ya kamu lihat aja sendiri. " balas arvan. "makanya jangan tidur mulu. "


"biasa aja dong nggak usah ngegas." timpal aloe. "katanya pacar, kok judes. "


arvan tersadar."arvan jaga sikap lo, lidah buaya itu sekarang cewek lo. "batin arvan.


" maaf sayang. "arvan mengusap pancak kepala aloe " aku kesel aja sama kamu, dari berangkat tidur kamu pules banget, aku kan nggak ada teman ngobrol. "


arvan melirik ke arah alloe, aloe sedang menatap ke arah jalanan.


"lagi mikirin apa? "


"aku lagi mikir gimana cara nya bunuh kamu. " balas aloe yang membuat arvan bergedik ngeri.


aloe tak sengaja melihat tania sedang menggendong seorang bayi disebuah mini market.


"tania." batin aloe senang."van berhenti van. "


setelah mobil arvan berhenti, aloe segera keluar mobil dan langsung menghampiri tania.


"tania." teriak aloe keras


"al."


aloe memeluk tania erat. "gue kangen Sama lo al, lo tega am at sih ninggalin gue hampir satu tahun."


"apa an sih lebay," balas aloe. "ini anak lo tan, Lucu amat sih keponakan tante. "


"ya iya dong tante, mama papa aku kan juga lucu. "balas tania sambil nyengir.


" idih,lo bikin gue pengen muntah."cibir aloe, suami lo mana? "