
Setelah selesai fitting baju pengantin selesai keduanya akan meninjau tempat acara pesta di gelar.Saat keluar dari butik tiba-tiba mereka di serbu puluhan wartawan.
Desas desus pernikahan Riana pun tercium oleh media hingga mereka tidak ingin melewatkan berita itu dengan mewawancarai si calon pengantin yang tak lain adalah artis di dunia perbisnis-an.
Riana pun menjawab dengan ramah walaupun Ia sangat sibuk tetap Ia kan memberitahukan momen kebahagiaannya itu pada khalayak ramai.Erick pun ikut tersorot lampu kamera membuatnya ikut masuk ke layar kaca televisi.Bukan kali pertama Ia masuk tivi karena saat mendampingi Riko ia juga sering disorot lampu kamera namun kali ini Ia menjadi bintang utamanya.
Pria itu tersenyum walaupun sedikit menampilkan ketampanannya yang begitu sempurna membuat seorang wanita yang tengah duduk di meja kerjanya menatap sinis keduanya lewat layar televisi.Agnes Mabella, dokter spesialis penyakit dalam yang merupakan teman semasa Erick kecil yang juga wanita pilihan orang tua Erick.
Ya mereka memang di jodohkan semenjak kecil namun Erick tidak pernah menyetujui perjodohan itu karena hatinya sudah berlabuh di hati Riana seorang.
"Kurang ajar kau Erick, setelah apa yang kamu lakukan padaku kau masih bisa tersenyum disana," umpatnya melempar tivi yang menggantung di dinding ruangannya dengan buku kecil.
"Aku bersumpah akan membalas semuanya, aku pastikan kau tidak akan menikahi wanita sialan itu!" ancam Agnes dengan senyum menyeringai penuh siasat.
***
Erick dan Riana turun dari mobil setelah sampai di sebuah gedung Menara convention hall yang merupakan gedung termewah dan termahal di kota itu.
"Kenapa Kakak memilih gedung ini?" decak Riana saat mengetahui Erick membawanya ke sebuah gedung yang tidak sesuai dengan angan-angannya yang ingin menikah secara sederhana.
Erick menaikkan kedua bahunya. " Entahlah, sebaiknya kita masuk dan bertanya langsung.
Erick menarik tangan Riana masuk ke lobby gedung itu setelah bertanya keduanya pun ditunjukkan tempat di mana Riko berada.
"Kak," sapa Riana saat melihat kakaknya.Saat itu Riko tengah berbincang dengan seorang pria yang tak lain manager pemasaran gedung itu.
"Selamat siang, Nona," sapa pria itu dengan sopan.
Riana hanya menarik sudut bibirnya sambil menundukkan kepala sesaat lalu di tarikannya tangan kakaknya ke area lain meninggalkan Erick dan beberapa pria disana.
"Ada apa?"
"Kenapa menyewa tempat sebesar ini, Kakak pikir mau konser," keluhnya.
"Apa kau ingin mengadakan pesta pernikahanmu di ruanganmu!"Riko kesal dengan keluhan adiknya itu.
"Tapi ini terlalu besar Kak, aku ingin pernikahan yang sederhana."
"Pesta ini harus menjadi royal wedding karena kau seorang ratu bisnis terkenal.Dan Kakak, mau ditaruh dimana muka Kakak, jika pesta pernikahanmu biasa-biasa saja!" tegas Riko.
Ia pun kembali meninjau tempat itu bersama Riana dan Erick.
"Kau sebaliknya pulang urusan kantor biar Kakak yang handle!" perintah Riko Nyang langsung disetujui oleh Erick dengan menundukkan kepalanya.
"Memangnya kenapa?"
"Dia bukan lagi atasanmu tapi kakak iparnya," jelas Riana membuat Riko tersenyum sementara Erick menggaruk kepalanya.
Baik Erick maupun Riko masih sama-sama terikat.Waktu 10 tahun dihabiskan keduanya bersama-sama dalam suka dan duka.Namun semua berubah ketika Erick yang akan sebentar lagi menjadi adik iparnya.
Riko yang hebat pergi di hadang oleh Erick. "Tuan izinkan saya beberapa hari ini mendampingi Anda sebelum akhirnya saya mengundurkan diri."
"Tapi Erick, kau akan-"
" Saya mohon." Erick menunduk dengan permohonannya.
Sementara Riana tahu calon suaminya itu ingin menuntaskan pekerjaannya dan setidaknya mencari pengganti yang tepat untuk menggantikan posisinya.Kabar Riko mencari pengganti asisten pribadi memang sudah sampai ditelinga Erick namun sayang Riko belum menemukan yang cocok membuatnya harus bekerja sendiri dan hanya di dampingi beberapa pengawal saja.
.
.
Setelah mengantar Riana kembali ke mansion Erick berlalu pergi menuju kantornya.Diperjalanan itu ia sambil berpikir siapa kira-kira pria yang tepat untuk direkomendasikan sebagai asisten pribadi untuk pria yang sebentar lagi menjadi mantan atasannya itu.
.
.
Erick pun memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi setelah menghubungi orang yang akan di temuinya itu.Pria itu langsung membawa orang yang akan direkomendasikannya itu menuju kantor Wijaya Grup.
Pria itu menunduk dengan hormat saat sudah menghadap CEO perusahaan itu.Riko membaca lamaran pekerjaan beberapa lisensi dari pria yang dibawa Erick.Bukan orang sembarang yang menjadi asisten pribadi Riko karena Ia harus berdedikasi tinggi, jujur dan paling penting bisa melindungi atasannya itu dalam kondisi darurat.
"Jadi dia temanmu, Erick?" tanya Riko setelah selesai membaca.
"Betul Tuan."
"Baiklah aku akan menggunakan-"
"Giandra Tuan," sahut Gian dengan cepat.
"Gian, mulai hari ini kau resmi menjadi asisten pribadiku.Erick akan membantumu selama beberapa hari," jelas Riko.
"Terima kasih, Tuan." Gian kembali menunduk.Keduanya kini keluar menuju meja kerja Erick yang selama sebulan Ia tinggalkan karena pekerjaannya dengan Riana.