
"Apa yang kau katakan pada Steve, kau sengaja memprovokasinya!" ketus Riana.
"Aku tidak ingin kita berlama-lama pacaran karena aku ingin segera melamar dan menikahi mu, kakakmu juga sudah menyetujui hubungan kita." Pria itu berkata sambil tersenyum namun Riana semakin dibuat geram karena bukannya menjawab pertanyaannya malah ngomong ngelantur kemana-mana.
"Aku tahu kamu mencintaiku jadi buanglah jauh-jauh kepura-puraan itu untuk tidak dekat-dekat denganku terlebih pura-pura menolakku," timpalnya.
"Erick!" Riana menggeram sambil mengepal namun seketika tubuhnya ditarik hingga kini mereka berciuman part 2.
"Mommy." Tiba-tiba Steve berlari kearahnya membuat Riana segera mendorong tubuh Erick menjauh darinya.Steve menarik tangan Riana menuju kamarnya entah apa yang diinginkan putranya itu.
.
.
Setelah cukup lama menemani Steve bermain, Riana keluar hendak mencari keberadaan Erick.Namun pria itu tidak ada, Riana mencari di kamar mandi,dapur namun pria itu seperti lenyap dari rumahnya.
"Mungkin dia sudah pergi," gumam Riana.
Riana kemudian duduk di sofa bayangannya tertuju pada Erick yang hari ini menciumnya sampai 2 kali.Walaupun Ia menolak sebenarnya batinnya begitu bahagia.
"Ah mikir apa kamu, Riana," gumamnya lagi.Riana menepuk wajahnya sendiri agar segera terbangun dari mimpi.Bersama Erick adalah sebuah mimpi yang bagi Riana tidak akan pernah terjadi.
***
Keesokan harinya.
Riana pergi ke kantornya dengan membawa Steve.Riana tidak ingin meninggalkan Steve di apartemennya sehingga ia memutuskan untuk membawa pergi bersamanya.
Erick terlihat senang dengan kedatangan Riana kembali ke kantor.Ia mendekati Steve. "Ambil Steve." Erick memberikan sebungkus coklat kepada Steve membuat Steve girang.
"Terima kasih Om." Steve langsung memeluk Erick membuat Riana menatap senang.
Tiba-tiba pintunya didorong dengan keras dari luar membuat fokus keduanya berpindah ke arah pintu.
Terlihat seorang pria tersenyum sinis menatap Riana.
Pria itu mendekat lalu melempar map ke meja Riana masih dengan senyum sinisnya.
Riana segera membaca dokumen yang ada di dalam map itu.Mata Riana terbelalak dengan isinya yang menyatakan, 'Dirinya telah melimpahkan seluruh aset juga perusahaan atas nama Niko Byantara.'
"Apa ini?" Seketika darah Riana mendidih dengan kelancangan pria yang sudah dianggapnya telah berubah itu ternyata menusuknya dari belakang.Riana bahkan membantunya bangkit hingga bisa duduk di kursi kebesarannya lagi namun semua sia-sia karena Niko kembali hanya memanfaatkannya saja.
"Kau!" hardik Riana melayangkan pukulannya ke wajah Niko.
Saat itu anak buah Riko ingin bertindak namun Niko menahan karena ia sudah mendapatkan yang diinginkannya.
Melihat perdebatan panas itu Angela segera membawa Steve keluar dari ruangan itu sesuai perintah Erick.
Seorang pria masuk ke ruangan itu yang tak lain adalah Riko yang langsung memukuli wajah Niko membuat anak buahnya langsung bertindak membalas pukulan Riko namun Erick segera melawan 2 anak buah Niko dengan tangannya.Erick bukan hanya asisten saja namun juga merangkap bodyguard.Pekerjaan Riko yang beresiko mengharuskannya bisa membela diri untuk melindungi pimpinannya itu.
Niko mengelap sudut bibirnya yang berdarah namun masih dengan senyum sinisnya.Niko merasa kali ini ia lebih unggul daripada Riko karena telah berhasil menguasai 50 persen kekayaan Wijaya Grup.
Seketika Riko tersenyum dengan senyum kemenangan yang ditampilkan Niko karena Ia jauh lebih licik di banding Niko.Riko menghadapi banyak orang yang licik seperti Niko hingga membuatnya waspada akan segala kemungkinan.
Riko menyodorkan map ke tangan Niko.Niko segera membaca isi dokumen dalam map itu.Matanya terbelalak saat membaca dokumen yang menyatakan, 'Kekayaan Wijaya grup 100 persen milik Riko Wijaya' yang berarti Riana tidak memiliki hak sedikitpun atas seluruh kekayaan Wijaya Grup.
Niko gelagapan setelah membaca surat itu.Riko hampir saja menghajar Niko namun Riana menghentikannya dengan menahan tangan kakaknya itu.Niko akhirnya lari terbirit-birit bersama dua anak buahnya yang sudah babak belur karena tangan Erick.
Riana menunduk merasa bersalah karena cerobohnya hampir saja setengah dari kekayaan keluarganya jatuh ke tangan Niko.
Riko memang bukan orang sembarang.Saat ia memerintah Erick untuk mengawasi serta menjaga Riana disaat yang sama Riko mengamankan hartanya dari tangan Riana sementara waktu.Ia tidak ingin hasil kerja keras dan keringatnya bertahun-tahun dimiliki orang seperti Niko.
"Maafkan aku, Kak." Riana kembali menunduk.Riko tak bergeming dan langsung meninggalkan ruangan Riana dengan rasa kecewanya.Tidak ingin membuang kesempatan, Riana langsung mengejar Kakaknya itu, langsung memeluknya dari belakang.
"Maafkan aku, Kak." Terdengar isak tangis dari mulut Riana. "Aku bodoh dan ceroboh."
Riko memang ragu untuk menyerahkan hak Riana yang memiliki hak yang sama dengannya namun ia tahu adiknya itu tidak berpendirian teguh membuatnya menyimpan seluruh kekayaannya masih berada di tangannya dengan aman.