Perfect Life

Perfect Life
Bab 24. Akhir Kejahatan Niko



Riana langsung memeluk Erick karena pria itu selalu membantunya.Entah apa yang akan terjadi jika Erick tidak berada di sampingnya dan menjadi sumber kekuatannya.Cinta Erick yang begitu besar membuatnya lebih mencintai hidup daripada mengakhiri hidup seperti yang sudah-sudah.Riana adalah tipikal wanita yang gampang putus asa disaat itulah mengakhiri hidup menjadi jalan satu-satunya yang terpikir di otaknya.


"Apa jika tidak ada aku, kau akan bunuh diri lagi?" tanya Erick setelah Riana mengurai pelukannya.


"Mungkin." Riana melanjutkan langkahnya menyusuri tepian pantai itu.Erick segera menyusul Riana setelah sesaat terdiam di tempat.Tangannya dengan sigap menahan pergelangan tangan Riana membuat Riana langsung menoleh ke arahnya.


"Jangan lagi berpikir tentang bunuh diri karena kau begitu berharga untukku!" ucap Erick penuh penekanan.Keduanya kembali berpelukan.Tidak ada yang lebih berharga di dunia ini selain mendapat cinta yang tulus dari seseorang yang juga kita cintai.


***


Beberapa hari setelahnya.


Kasus Riana semakin meredup membuat perusahaan Riko yang sempat diambang kehancuran perlahan bangkit.Sejak scandal itu naik, perusahaan Wijaya Grup semakin di bahas banyak orang.Tidak sedikit diantaranya kini malah berencana ingin menjadi investor.


Riko bergegas hendak ke kantor setelah mendapat panggilan penting dari sekertarisnya.Selama beberapa hari perusahaan Riko tetap melakukan aktivitas walaupun di terpa scandal besar namun scandal itu hanyalah sebuah isu yang tidak dapat dibuktikan karena Riko menutup rapat tentang akses seluruh anggota keluarganya sehingga biodatanya tertutup dan sangat sulit digali dari luar.


Riko terlihat bersemangat membuat Melati yang mengawasinya menjadi penasaran.Melati mendekat, menghentikan langkah suaminya. Saat ini tangan sudah melingkar di leher suaminya.


Cup


Kecupan mendarat di pipi Riko."Kau begitu bahagia, apa tidak ingin membaginya denganku?" Melati begitu antusias dengan apa yang terjadi pada suaminya itu.


Cup


Riko membalas kecupan istrinya namun lebih dalam karena Riko menekan bibirnya."Aku harus pergi setelah pulang bekerja aku akan cerita padamu.Tetap dirumah jaga anak-anak dan Mami!" tegasnya melangkah pergi.


Melati sedikit kecewa namun suaminya itu sepertinya terburu-buru mengharuskannya segera pergi.


.


.


Setelah menemui beberapa investor yang ingin bergabung ke perusahaannya, Riko ingin kembali ke ruangannya.Beberapa langkah, ponsel Riko bergetar di sakunya.


Riko segera bergegas pergi setelah menjawab telepon itu.Mobilnya melaju kencang.Sekitar 20 menit akhirnya Riko sampai di sebuah gudang besar.


"Dimana pria itu?" Riko masuk ke dalam gudang itu setelah disambut anak buahnya.Pria itu hanya menunjuk ke arah dalam sebagai jawaban dari pertanyaan big bos-nya itu.


Riko disambut dengan tawa lebar dari pria yang dicarinya selama beberapa hari ini.Setelah pencarian cukup panjang akhirnya Niko yang bersembunyi di sebuah desa terpencil diketahui keberadaannya oleh anak buahnya.


Riko mempercepat langkahnya dengan tatapan lurus dan tajam menatap pria itu penuh amarah.Riko langsung mence*** leher Niko namun bukannya menyesal Niko semakin tersenyum dengan aksi Riko.Riko semakin mengeratkan tangannya membuat pria itu hampir kehilangan nafasnya jika Riko tidak melepas tangannya.Sesaat Riko benar-benar dibuat emosi hingga ingin mengakhiri hidup pria brengsek itu di tangannya namun Ia tidak ingin mengotori tangannya dengan perbuatannya.


Niko kembali tertawa sinis karena nyatanya seorang Riko Wijaya tidak berani melakukan hal itu padanya.


"Kau memang pecundang!" umpat Niko masih dengan tawa sinisnya.


"Bajingan!" Kembali memukul Niko.Kali ini Ia ingin membalas semua perbuatan pria itu dengan tangannya sendiri.


"Aku benar-benar puas melihatmu seperti ini, kau seharusnya hancur seperti diriku karena sampai kapanpun, aku tidak akan membuat keluargamu hidup nyaman!" ancam Niko.


Blam .... Blam ... Blam ....


Beberapa pukulan kembali Riko layangkan hingga membuat Niko babak belur di buatnya. "Bajingan kau, sebaiknya aku mengirimmu ke neraka!" Riko begitu emosi saat itu kembali mence*** Niko.Kali ini ia akan memastikan pria itu ma** ditangannya.


"Kakak!" pekik seseorang dari pintu gudang itu yang dijaga ketat pengawal.


"Mas hentikan!" Melati ikut berteriak.


Riko langsung melepas cekikannya begitu melihat kedua orang dicintainya itu, membuatnya seketika tersadar akan perbuatannya.


Niko hampir saja kehilangan nafasnya, pria itu terlihat lemas pasca dice***.Beberapa polisi masuk ke gudang itu, langsung membawa Niko dengan paksa.Niko masuk dalam DPO karena terlibat kasus pencurian dan pembunuhan.Pria itu masih saja tidak menyesal karena saat polisi membawanya senyum sinisnya masih tergambar jelas saat menatap Riko dan Riana.


"Seharusnya aku mencekiknya sampai mati tadi!" sesal Riko masih sangat emosi.


"Kau jangan lagi melakukan hal itu, kau melupakan aku, Juna dan Nayya." Melati menjewer telinga suaminya karena kesal dengan ucapannya yang tidak memikirkan akibat perbuatannya itu.Melati langsung memeluk suaminya dengan erat.


"Kau juga melupakan aku, Steve dan Mami," sambung Riana ikut memeluk kakak laki-lakinya itu.


"Kau memiliki pria yang sudah menjagamu, peluk dia." Riko menatap Riana sekilas lalu berpindah ke pria hebat di depannya.


"Kau benar-benar membuatku terlihat bodoh, entah apa yang terjadi pada perusahaanku dan juga adikku jika kau tidak ada." Riko menatap kagum Erick.


"Saya banyak belajar dari anda Tuan." Erick menunduk dengan hormat kepada atasannya itu.


"Kau jangan lagi memanggilku Tuan panggil Kak Riko."


"Kau harus belajar Erick dan membiasakan memanggilnya Kakak," sambung Riana.


Flash Back On.


Setelah menemukan keberadaan Niko anak buah Riko juga menghubungi Erick.Erick kembali mengingat kejadian terakhir saat hampir saja Riko mengakhiri hidup Niko namun Riana mencegahnya.


Kali ini Riko mungkin tidak bisa mengendalikan diri membuatnya bergegas ingin kembali ke kotanya namun Riana yang terus mendesak akhirnya ikut pulang bersamanya.


Erick dan Riana langsung mencari keberadaan Riko yang ternyata tidak berada di mansion.Melati yang ikut panik karena Erick juga Riana terlihat panik, memaksa ikut.


Ketiganya bergegas menuju tempat yang di beritahukan anak buah Riko namun sebelum itu Erick mampir ke kantor polisi dulu.Erick yang mengetahui Niko DPO dari anak buahnya yang ditugaskan-nya menyelidiki Niko memanfaatkan kesempatan itu membawa polisi bersamanya.


Flash Back Off.