Perfect Life

Perfect Life
Bab 22. Scandal Besar



Keesokan paginya Riana telah bersiap pergi ke sebuah stasiun tv namun sebelum berangkat, Ia berencana untuk mampir ke kantornya dulu.


Seminggu sekali di hari Senin, Riana mengisi acara Talk show bisnis sebagai narasumber.Riana juga sering diundang ke acara seminar sebagai pembicara.Karirnya yang begitu gemilang memotivasi orang lain agar bisa menjadi seperti sosok sukses seperti dirinya.


Setelah berpamitan pada Angela, Riana bergegas menuju stasiun tivi swasta diantar Erick.


"Kau bisa pergi setelah mengantarku!" Riana fokus di tabletnya.


"Aku akan menunggumu sampai selesai." Erick tersenyum sekilas menoleh ke Riana.


Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai.Riana segera masuk ke ruang make up untuk merapikan make up nya sebelum tampil di tivi. sementara Erick menunggu di ruang tunggu.


Erick pun setia menunggu Riana diluar studio namun masih bisa melihat kekasih itu di layar tivi di ruang tunggu karena acara Riana disiarkan secara live.Sebenarnya Erick sangat ingin melihat kekasihnya itu secara langsung namun tidak diizinkan karena hanya orang tertentu saja yang bisa masuk ke dalam studio.Biasanya Riana selalu ditemani Angela namun kali ini Erick lah yang menemaninya.


Sekitar 60 menit kemudian Riana keluar dari studio itu namun langkahnya di hadang puluhan Wartawan membuatnya mau tidak mau harus menyapa Wartawan itu dengan ramah.Erick yang kala itu sigap ingin membantunya kembali duduk karena Riana harus tetap bersikap ramah terhadap awak media yang ikut melambungkan namanya.


"Bu Riana, apa ada proyek besar yang sedang Ibu kerjakan.Dengar-dengar Ibu mengerjakan dengan seorang pria, apa pria itu calon suami Ibu Riana?" tanya seorang Wartawan.


Riana pun menjawab pertanyaan wartawan itu dengan singkat namun cukup jelas menjawab pertanyaan Wartawan itu.


"Bagaimana dengan scandal Ibu yang dikabarkan hamil di luar nikah, bagaimana Bu, apa tanggapan anda?"


Deg


Seketika pertanyaan Wartawan itu membuat seluruh tubuh Riana lemas.Rasanya ia hampir tak mampu menopang berat tubuhnya mendengar pertanyaan itu.Bagaimana tidak, masa lalunya yang ditutup rapat-rapat itu kini terbongkar oleh media.Riana memang tidak pernah membeberkan statusnya sebagai single parent sejak namanya melambung karena tidak ingin Steve mendapat sorot tajam dari media.Riana mengikuti rencana kakaknya, Steve diakui sebagai putra Riko Wijaya.Orang pun mengenalnya sebagai wanita yang belum bersuami apalagi punya anak.


"Bagaimana Bu, apa tanggapan Anda?"


Beberapa wartawan itu terus mendesak dengan terus melontarkan pertanyaan yang sama.Riana hanya terdiam dengan wajah memucat.Spontan Erick langsung bergerak menyelamatkan kekasihnya dari beberapa wartawan yang terus memburu jawabannya.


"Maaf Ibu Riana tidak enak badan!" tegas Erick.


Erick menarik tangan Riana melangkah pergi dari kerumunan Wartawan yang haus akan jawabannya itu.Wartawan itu bersorak kecewa karena tidak mendapat jawaban dari mulut Riana langsung namun ada beberapa Wartawan yang terus mengejarnya.Erick segera membawa Riana masuk mobil sebelum wartawan itu kembali menyerbunya.


Saat di perjalanan Riana hanya terdiam tanpa mengatakan sepatah katapun.Tatapannya terlihat kosong walaupun Riana tidak mengatakan apapun tapi Erick tahu betul kekasihnya itu begitu terpukul dengan pemberitaan atas dirinya.


Drt ... drt ... drt


Ponsel Erick bergetar membuatnya harus segera menjawab panggilan teleponnya dari Riko.Riko membahas mengenai pemberitaan Riana yang sudah ramai di seluruh stasiun tivi yang memberitakan tentang scandal Riana.Riko memerintahkan Erick untuk mengamankan Riana sementara waktu karena mansion juga kantornya sudah diserbu puluhan Wartawan.Dalam beberapa jam saja pemberitaan tentang Riana sudah memenuhi media cetak juga elektronik karena scandal orang terkenal memang sangat menarik dibicarakan hingga berbagai media berlomba-lomba untuk mendapatkan kabar terupdate dari berita itu.


Erick segera memacu mobilnya menuju tempat yang paling aman.Setelah berkendara satu jam lalu naik kapal feri 20 menit, Erick dan Riana sampai di sebuah pulau kecil namun fasilitas di tempat itu lengkap dengan kelas bintang lima.Pulau itu tertutup hanya keluarga Wijaya lah yang berhak keluar masuk ke pulau itu.


"Kenapa kau membawaku kesini Erick?"Riana kembali melontarkan pertanyaan setelah turun dari kapal.Riana menyadari Erick membawanya ke tempat yang begitu jauh.Pulau tempat dimana Riko dan Melati berbulan madu.


Erick tidak menjawab, tangannya menarik pergelangan tangan Riana memasuki villa mewah itu.


"Duduklah!" perintah Erick yang sudah lebih dulu duduk.


Riana juga mulai melukiskan senyumnya menatap hamparan pantai dengan pasir putih yang begitu memanjakan matanya.


"Aku sudah lama tidak kesini." Riana kembali mengingat momen terakhirnya saat mengunjungi pulau ini.


Riana kembali mengingat sesuatu, ya mengabari kakaknya jika ia berada di pulau milik keluarganya.


"Ponselmu, aku sudah menyimpannya karena saat ini kau tidak boleh memikirkan rumah maupun pekerjaan," sergah Erick menghentikan Riana yang masih merogoh tasnya mencari keberadaan ponselnya.


"Apa mungkin kau sedang menghindarkan aku dari sesuatu, apa mungkin semua pertanyaan Wartawan tadi sudah tersebar menjadi scandal besar?" Riana menatap Erick seksama.


"Erick, mungkin ini akhir dari karirku," timpal Riana.Matanya berkaca-kaca dengan ucapannya yang begitu menyayat hati siapapun yang mendengarnya.Raut kekecewaan juga putus asa begitu besar tergambar jelas di wajah cantiknya.


Erick hanya tersenyum menanggapi kerisauan Riana." Untuk apa hidup sempurna di mata orang lain tapi kau tersisa.Mulai sekarang aku tidak akan membiarkanmu menderita lagi." Erick memeluk tubuh Riana dan membelai rambutnya.


"Aku Riana si ratu bisnis, jika kabar ini sampai ramai, aku harus bagaimana?" Riana mengurai pelukan Erick, saat itu air matanya menitik tanpa permisi.


"Tenanglah semua akan baik-baik saja, aku membawamu kesini agar kakakmu bisa menyelesaikan semua," tutur Erick menatap lekat wajah Riana sambil menghapus air mata yang terus menitik.


"Jangan memikirkan apapun, kau hanya perlu memikirkan kebahagiaanmu, itu saja!" Erick kembali berucap tegas membuat Riana sedikit tenang karena ucapan dan sikap Erick yang selalu membuatnya menjadi wanita paling berharga dan beruntung di dunia .


Sementara di mansion keluarga Wijaya, beberapa Wartawan terus saja berteriak memanggil nama Riana namun mereka hanya bisa di luar pagar.Mansion itu dijaga ketat puluhan bodyguard yang siap meremukkan siapapun jika memaksa masuk.


Melati mondar-mandir melihat situasi yang terjadi di depan mansionnya.Ia begitu takut akan masalah yang menimpa Riana, disisi lain ia juga harus harus berdiri tegak menyembunyikan kerisauannya demi Ibu mertua juga ketiga malaikat kecil di mansion itu.


Riko memasuki mansion itu dengan terburu-buru setelah susah payah menghindar dari kejaran Wartawan di kantor dan juga mansionnya.


"Dimana Mami, anak-anak?" tanya Riko ketika melihat suasana rumah tampak sepi.


"Mereka diatas Mas, sebenarnya apa yang terjadi?"


Beberapa jam lalu Riko menyuruhnya agar menyingkirkan ponsel juga menjauhi televisi.Melati yang sama sekali tidak mengerti menjadi bingung karena setahunya tadi pagi Riana baik-baik saja namun beberapa jam kemudian Wartawan menyerbu mansion nya.


Riko menarik tangan Melati masuk ke ruang kerjanya agar pembicaraan itu hanya dia dan Melati yang mendengar.Riko berbicara panjang lebar menjelaskan apa yang terjadi.


"Lalu dimana Riana sekarang, pasti dia sangat sedih." Melati menitikkan air matanya setelah mendengar semuanya.Ia sangat sedih dengan scandal yang menimpa adik iparnya itu.


Baru beberapa hari kebahagiaan di keluarganya kembali namun lagi-lagi masalah besar menimpa keluarganya.


"Riana aman bersama Erick namun perusahaan rugi besar karena berita ini banyak kolega perusahaan yang memutus hubungan kerja secara sepihak." Riko terlihat putus asa karena kabar ini berdampak besar bagi perusahaannya yang kini memiliki citra buruk.


"Sabar Mas, kau pasti bisa mengatasi masalah ini.Dimana Riko Wijaya yang hebat tunjukan pada dunia!" Melati memeluk dan mengusap punggung suaminya menyalurkan kekuatannya.


Bertahun-tahun baru kali ini perusahaan Wijaya diterpa masalah besar.Perusahaan nomer satu dibawah kepimpinan Riko Wijaya dan wakilnya Riana Wijaya itu terlihat suram masa depannya setelah diterpa isu besar itu.