
Semakin lama kedekatan Riana dan Erick semakin intens setiap pagi dan sore hari Erick mengantar Riana pulang.
"Na, gue pulang duluan ya?" Angela bangkit dari duduknya.Saat itu Erick memasuki ruangan itu, Ia sadar diri keberadaannya hanya menjadi obat nyamuk bagi pasangan itu.
"Jangan lama-lama berduaan karena jika berduaan yang ketiganya setan," bisik Angela lalu melangkah pergi meninggalkan keduanya.
Riana hanya mengerutkan kedua alisnya dengan bisikan Angela.
"Kau ingin pulang sekarang?" Erick menatap Riana yang masih fokus di depan komputernya.
"Sebentar lagi." Riana mempercepat pekerjaan karena tidak ingin Erick menunggunya terlalu lama.
Erick menatap Riana intens.Lima tahun berlalu, wajah Riana tetaplah sama masih sama cantiknya namun kecantikannya saat ini ditambah dengan kharismanya membuatnya semakin menggilai wanita itu.Ada perbedaan besar dari Riana yang dipacarinya dulu dengan yang sekarang, dulu Riana hanyalah seorang wanita manja dan egois yang hanya memikirkan diri sendiri sekarang Ia menjadi yan disegani banyak orang karena kepandaiannya juga kebijaksanaannya yang semakin membuatnya menjadi wanita dengan nilai tinggi.Ia bahkan menunjukkan siapa seorang ratu bisnis, wanita yang paling berpengaruh di negeri ini.
"Apa kau ingin mengenalkan aku sebagai calon suami saat acara besok?" Erick mengingat besok Riana akan live di sebuah stasiun tv swasta sebagai narasumber.
"Untuk apa itu hanya akan membuat orang membicarakan kehidupanku daripada kesuksesanku," ucap Riana.
Saat itu ia bangkit karena sudah menyelesaikan pekerjaannya namun tiba-tiba Erick mendekap tubuhnya.
"Jadi kau ingin orang menganggapmu tetap single padahal sebentar lagi kau akan jadi istriku," keluh Erick.Erick mencubit gemas pipi Riana."Kau terlihat menggemaskan beda saat kau berada di layar kaca."
"Sudah, ayo kita pulang.Aku lelah." Riana meronta dari dekapan Erick membuat Erick melepaskan tubuh itu berganti dengan menggenggam tangannya.Keduanya melangkah berdampingan menuju besment.Keduanya berpegangan tangan saat diperjalanan sampai mobil itu berhenti.Pasangan itu begitu bahagia dengan hubungan yang mereka jalani.
Mobil Erick pun berhenti di halaman mansion milik keluarga Riana.
"Kau mampir dulu?" Riana menatap wajah kekasihnya itu.
"Boleh, aku ingin menyapa calon putraku."
Keduanya turun dari mobil langsung melangkah masuk ke dalam mansion itu.
"Mommy." Steve berlari dan langsung memeluk pinggang Riana membuat Riana langsung mengangkat tubuh itu ke gendongannya.
"I miss you, Baby." Riana mencium kedua pipi gembul Steve.
"I Miss you, Mommy," balas Steve tersenyum menatapnya.
Tiba-tiba fokus Steve berpindah ke pria dibelakang mommy nya. "Om elik mau cali daddy Liko, ya?"
"Cali Sev, Sev nggak bisa kelja kayak daddy Liko," jawab Steve polos.Bocah 4 tahun itu hanya tahu kalau Riko dan Erick teman kerja hingga menganggap keduanya bertemu untuk urusan pekerjaan.
Erick pun di buat gemas akan kepolosan Steve.Steve pun turun dari gendongan Riana setelah melihat kedua kakaknya berlari menuju ruang makan.
"Ayo Steve!" teriak Nayya lalu keduanya menuju ruang makan
Terlihat Riko menuruni tangga bersama Melati tatapan mereka tertuju pada pasangan kekasih itu.
Ehem
"Apa an sih, Mas?" lirih Melati.Tangan kiri Melati mencapit pantat suaminya karena suaminya itu bukannya menyapa malah berdeham.Seketika Riko mendelik kesal kearah Melati sesaat lalu melangkah pergi lebih dulu menuju ruang makan sementara Melati mendekati Erick untuk menyapanya.
"Hai Erick, ikut bergabung makan malam," tawar Melati.
"Mm, boleh Mbak." Erick melangkah di belakang Melati namun tidak dengan Riana wanita itu masih terpaku di tempatnya.Erick pun melangkah mundur untuk menggandeng kekasih hatinya itu.
Keluarga itu makan bersama dengan riuh karena suara kedua malaikat kecil keluarga itu yang menggema di ruang makan itu.Keduanya memperebutkan makanan yang dimakan salah satunya.Juna yang tidak mau membagi makanan kesukaannya sementara Steve terus saja merengek tidak mau mengalah sebelum keinginannya didapat.Lia dan Mira pengasuh Juna dan Steve dibuat pusing dengan sikap keduanya yang sama-sama tidak mau mengalah hingga keduanya sama-sama menangis.
"Juna, Steve!" bentak Riko mendelik kearah keduanya.Seketika keduanya diam karena tidak ingin Daddynya memberinya hukuman.Walaupun mereka sering dimanjakan namun ada saatnya jika mereka lakukan kesalahan akan di hukum.Nayya yang paling manis diantara kedua saudaranya.
"Maaf Erick pasti kau kebisingan dengan dua tuyul itu." Riko merasa tidak enak karena acara makan itu terganggu.
"Tuyul." Melati dan Riana berucap bersamaan, mendelik ke arah pemimpin keluarga itu.
Riko hanya tersenyum sambil menggaruk kepalanya dengan aksi istri dan adiknya itu.
"Kau harus terbiasa Nak Erick, anak-anak memang selalu seperti itu nanti kalau kau dan Riana memiliki anak akan menambah suasana rumah ini seperti di sekolah TK," sambung Nani.
Riana langsung tersedak mendengar ucapan maminya.
"Pelan-pelan makannya." Erick menyodorkan minum ke Riana lalu menepuk bahunya pelan.
"Terima kasih Erick." Riana tersenyum menatap Erick yang begitu perhatian padanya.
Kemesraan keduanya menjadi pemandangan bagi Riko, Melati juga Nani yang tersenyum bahagia akan kebahagiaan Riana.Beberapa tahun ini bahkan senyuman tidak pernah terlihat di wajah Riana namun Erick membuatnya kembali bahagia.