
Riko mengepal tangannya dengan keputusan Riana yang menurutnya tidak masuk akal.Bagaimana biasa setelah semua yang terjadi dirinya masih bisa bersikap baik dan malah mengajak pria yang telah merusak hidupnya itu tinggal bersamanya.
Riana terlihat keluar dari kamar Niko setelah mengantarnya untuk beristirahat sedangkan Steve masih berada di dalam kamar itu.
"Kau keterlaluan Riana bagaimana bisa kau lakukan semua ini?"
Riko yang masih menunggu Riana kembali mengutarakan ketidakmengertiannya akan sikap adiknya itu.
"Kau yang keterlaluan Kak, bagaimana bisa kau lepas tanggung jawab setelah membuat Daddy Steve seperti itu!"
"Aku tidak mau tahu besok pagi kau harus membawanya keluar dari rumah ini!" tegas Riko tidak ingin ucapannya dibantah.
Kakak beradik itu saling menatap tegang dengan keinginan masing-masing.
"Tunggu!" Suara lembut namun mematikan menyahut diantara ketegangan itu.Sejak lama Melati mendengarkan keduanya berbicara membuatnya tahu harus melakukan apa.
Riana nampak senang melihat keberadaan kakak iparnya itu sementara Riko menghela nafas panjang karena ia tahu istrinya itu pasti akan membela Riana karena itulah sifatnya tidak ingin menyakiti siapapun termasuk musuhnya sendiri bisa dipastikan ia akan membela Riana.
Riko melangkahkan kakinya kembali ke ruang kerjanya karena ia tidak ingin diceramahi istrinya itu.Sebelum telinganya panas ia memutuskan untuk pergi.
"Terima kasih Mbak, kau penolongku!" Riana memeluk tubuh Melati.
"Setelah Niko membaik kau harus menyuruhnya pergi!" tegas Melati.
Riana mengangguk dengan perintah kakak iparnya itu setelah mengurai pelukannya.
Melati melangkahkan kakinya menuju ruang kerja suaminya karena ingin menyelesaikan kesalahan pahaman diantara keduanya.
Riko nampak berdiri di dekat jendela yang menampakkan taman yang hijau dari ruang kerjanya.
"Kau marah?"
Melati mendekap tubuh suaminya dari arah belakang membuatnya begitu dekat.Namun tidak ada ucapan yang keluar dari mulut Riko membuatnya langsung membalikkan wajah Riko hingga keduanya saling bertatapan.
Pria kuat itu terlihat menitikkan air mata membuat hati Melati seperti teriris.Apa yang membuatnya begitu sedih?
"Ada apa sayang?apa kau bisa menceritakan masalahmu?"
Melati bisa melihat kerapuhan di hati prianya itu.Sangat jarang pria itu menangis di depannya namun saat ini itu yang ditampilkannya.
"Selama ini aku mengira adikku bahagia memiliki Steve namun aku salah adikku bahkan menyimpan semua lukanya sendiri.Dia berjuang sendiri menyembunyikan semua dari kita dengan pergi ke Amerika.Dia ingin kita hanya tahu dia bahagia padahal tidak."
Dengan derai air mata pria itu mengungkapkan semua kepiluannya.Sebagai seorang kakak dirinya sudah gagal, gagal menjaga amanah dari ayahnya untuk menjaga adik semata wayangnya itu.Dibalik ketegasannya, keberingasannya menghajar Niko tanpa ampun ada kerapuhan di lubuk hatinya.Perbuatannya yang dianggap orang lain melampaui batas adalah bentuk ketidakterimaannya sebagai seorang kakak karena harga diri adiknya diinjak-injak pria seperti Niko.Kalau saja dari awal dirinya tahu mungkin pria itu hanya tinggal nama saja.
Melati yang tidak mengerti arah pembicaraan suaminya menatap penuh tanya karena setahunya Niko adalah mantan suami Riana di Amerika. "Apa maksudmu?"
"Pria itu menghamili Riana dan tidak mau bertanggung jawab.Selama ini Riana mengarang cerita agar kita menganggap dia bahagia!" jelas Riko membuat Melati semakin ternganga dengan kenyataan yang ada.
"Jadi Niko bukan pria yang menikah dengannya di Amerika?"
"Bukan.Tidak ada pernikahan seperti yang dikatakan Riana yang ada dia berjuang disana menyembunyikan semua dari kita!"
"Apa!" Cairan bening meluncur dari matanya.Kepahitan itu begitu manis saat Riana membalutnya dengan cerita manisnya.
"Sejak kapan kamu menjadi seberani dan sekuat itu, Riana?" gumam Melati.
"Lalu apa yang akan kau lakukan, kau ingin menyatukan keduanya?" tanya Melati saat keduanya sudah cukup tenang dengan pemikiran masing-masing.
"Tidak akan, aku tidak akan membuat adikku terluka untuk kedua kali karena ada seseorang yang akan membuatnya bahagia!" tegas Riko.
"Siapa?"
"Erick."
Riko mengatakan nama itu penuh keyakinan setelah melihat semua kebaikan di hati pria itu.
Erick juga lah yang menceritakan semua masa kelam Riana dengan harapan keluarganya akan membantunya bangkit untuk memperoleh kebahagiaannya karena Erick tahu sampai mati pun Riana tidak akan menceritakan masa lalunya itu.Wanita itu tidak akan pernah memperlihatkan sisi lemahnya karena ia berpikir hanya akan membuat keluarganya sedih.
Riko akan memulai rencananya dengan membuat keduanya selalu bersama.Ia terpaksa harus turun tangan karena ia tidak yakin Erick akan bisa meluluhkan hati Riana mengingat waktu bertahun-tahun tidak membuatnya bisa mendapatkan wanita yang dicintainya itu.