
Seketika membuat semua orang terbelalak termasuk Riko dan Nani.Jelas beberapa hari lalu saat acara makan malam Nani menawarkan bulan depan tapi riana menolak karena terburu-buru namun sekarang keduanya membuat pengakuan ingin Minggu depan.
"Kau gila Riana," protes Riko.
"Why not, Kakak."
"Menyiapkan pesta pernikahan bukan seperti menyiapkan acara rapat, sotoy." Riko yang duduk di dekat Riana langsung menjitak kepalanya.
"Ah sakit, Kak." Riana kesakitan mengusap kepalanya yang kena jitak.
"Kenapa tidak, kalian berdua mau besok pun oke," sergah Nani penuh semangat.
"Tapi, Mom," sanggah Riko menatap tidak setuju ke arah Nani.
"Melati juga setuju Mom, sebaiknya kita tidak terlalu lama karena niat baik harus segera dilaksanakan."Melati ikut bersuara menambah by daftar pendukung Riana.
Riko yang merasa dikeroyok dengan tatapan tajam semua orang yang tertuju padanya, mau tidak mau mengiyakan rencana Riana. "Ok."
Semua orang pun tersenyum lebar karena tidak lama lagi haru bahagia untuk Riana akan segera terwujud juga si kecil Steve,Juna dan Nayya ikut bersorak gembira.Entah mereka mengerti atau tidak namun kebahagiaan seluruh orang di mansion itu membuat mereka gembira.
***
Erick dibuat kelabakan dengan niat Riana yang mempercepat pernikahannya.Dalam waktu seminggu Riko harus mempersiapkan pernikahan itu agar semua berjalan lancar dan meriah.Riko ingin di hari bahagia adik tercintanya itu menjadi saksi dimulainya kebahagiaan Riana seutuhnya.
Riko yang merasa gagal menjadi seorang Kakak, kali ini menebusnya dengan memastikan Riana akan memperoleh kebahagiaannya.
Riana dan Erick pun tak kalah sibuk mempersiapkan baju untuk pesta pernikahan mereka dalam waktu satu minggu saja.
Keduanya memasuki sebuah butik terkenal di kota itu.Riana sendiri sering keluar masuk butik itu karena butik itu butik terbaik langganan Riana.
Setelah menjelaskan keinginannya Riana pun dipilihkan beberapa baju tanpa menunggu lama Riana segera mencoba baju pilihannya beberapa pegawai di butik itu membantunya.
"Anda pasti sangat cantik dengan baju ini Nona," puji seorang pegawai.
Rambut Riana pun dirapikan sesuai bajunya agar lebih terlewat kecantikannya saat memakai baju itu ditambah beberapa aksesoris yang mendukung seperti mahkota, anting juga kalung.
Riana pun langsung tersenyum melihat pantulan dirinya di cermin.Akhinya setelah sekian lama hidup dalam kelamnya kehidupan kini kebahagiaan sudah di depan matanya.Sudah lama Ia menunggu momen-momen ini hingga tidak terasa butiran bening menetes di pipinya.
"Nona kau menangis, anda seharusnya tersenyum bahagia." Pegawai itu langsung mengambil tisu dan menyeka air mata Riana.
"Aku sangat bahagia karena calon suamiku adalah seseorang yang begitu berharga dan aku sangat mencintainya," jelas Riana kembali ia tersenyum saat menceritakan calon suaminya.
"Seorang ratu bisnis sehebat anda pantas mendapatkan pria hebat seperti calon suami Anda, Nona."Pegawai itu tersenyum menatapnya.
"Sekarang tersenyumlah, aku akan membuka tirainya agar calon suami anda bisa menilai penampilan anda." Pegawai itu kembali merapikan wajah Riana dengan bedak yang sedikit tersapu air mata.
Sreekkkkk
Tirai terbuka hingga menampakkan wanita cantik dengan balutan baju pengantin berwarna putih.
Erick tertegun melihat Riana yang begitu cantik dan anggun.
"Bagaimana tuan?" tanya pemilik butik.
"Sempurna, cantik sangat cantik." Erick sampai tidak bisa mengalihkan pandangannya dari kecantikan Riana yang begitu sempurna.
Semua orang di ruangan itu pun tersenyum senang dengan jawaban Erick.Riana pun tampak terharu dengan pujian Erick yang mengalir begitu saja.
"Sekarang giliran anda, Tuan." Pemilik butik itu memberikan pilihan jas yang sesuai dengan baju Riana.Erick segera masuk ke ruangan ganti untuk mengganti pakaiannya.Sepuluh menit berlalu Erick keluar dari ruangan itu dengan setelan baju pengantin yang sudah melekat di tubuhnya.
"Bagaimana Nona, apa anda suka?" Pertanyaan yang sama dilontarkan kepada Riana oleh pemilik butik itu.
Tubuh atletis itu nampak begitu gagah dengan baju yang dikenakannya tentu saja semua wanita akan menjawab sama."Sempurna," decak Riana mengangkat kedua jempolnya.
Pasangan itu memang nampak serasi tampan juga cantik membuat semua orang di butik itu merasa iri.
Erick pun akan membuat pengagum seorang ratu bisnis itu patah hati karena kesempatan mereka untuk mendapatkan hati seorang Riana Wijaya pupus sudah.Dialah pria beruntung yang akan menjadi pasangan hidup Riana Wijaya.