Papa, I Need A Mama

Papa, I Need A Mama
Episode 7



Rencana jahat dari Bisma, agar bisa mencelakai gadis cantik yang bernama Jihan itu benar-benar dilakukan. Pria itu, dengan teganya memberikan titah pada seseorang untuk membuat gadis itu terjatuh dari motornya. Akan tetapi, ada setitik rasa bersalah,dalam dirinya. Tatkala gadis itu, meringis kesakitan. Dengan segera, Bisma yang melihat kejadian tersebut, turun dari mobilnya. Entah mengapa, dia menjadi takut jika terjadi sesuatu pada Jihan.


" Kamu tidak apa-apa? "


" Tidak apa-apa, terimakasih Pak Bisma ! "


" Kok bisa sih jadi begini? " ujarnya beralasan.


" Tadi ada motor tidak sengaja menyenggol saya. Sehingga, saja terjatuh dari motor. Terimakasih Pak Bisma , saya tidak apa-apa kok beneran deh! "


" Tidak apa-apa bagaimana? Coba lihat kakimu berdarah. Kita obati lukamu dulu, mari ! "


" Tidak usah, motor saya bagaimana ? "


" Nanti, akan ada orang yang membawanya ! "


" Orang kaya memang susah di mengerti ! "


" Kamu ikut aku, atau ku gendong paksa? "


" Baiklah ! "


" Dih, aneh sekali. Mengapa dia begitu aneh ya . Bukankah dia sangat membenciku? " batin Jihan.


Bisma, membantu, Jihan menaiki mobilnya. Setelah menutup pintu mobil, Bisma kembali ke kursi kemudi. Dan, menghubungi seseorang.


" Edo, tolong kamu bawa motor yang ada di Jl. Raden Saleh Raya ! "


" Baik Tuan !" jawab pria di sebrang sana.


" Kita ke apartemenku sekarang! "


" Tidak usah, saya jalan kaki saja deh. Deket kok ke kosan saya beneran ! "


" Malam-malam aku antar kamu ke Kosan, yang ada orang-orang akan melabrak kita. Itu kan kosan khusus perempuan! "


" Pak, saya naik ojek online aja deh. Deket ini, turunkan saya di sini saja. Terimakasih loh, daripada ribet urusannya! "


" Diam dan duduk dengan tenang, kalau tidak aku tidak akan memberikan gaji kamu yang tersisa ! "


" Ya tidak bisa begitu dong, itu kan hak saya sebagai penerima upah. Jangan semena-mena Pak ! "


Entah setan apa yang merasuki Bisma, karena mantan karyawannya itu susah sekali menurutinya. Akhirnya, Bisma mencium bibir gadis itu, dengan paksa. Jihan, memberontak dan memukuli punggung pria itu, membuat Bisma menghentikan aksinya.


" Ah, apa yang anda lakukan? Hiks, Anda sudah mencuri ciuman pertama saya ! "


Jihan, menangis karena tindakan Bisma barusan. Membuat, Bisma merasa bersalah.


" Maafkanlah saya ! "


" M...Maaf saja mudah, tapi anda tidak akan bisa mengembalikan kesucian bibir saya ! "


" Iya maaf, saya habisnya pusing mendengar ocehan kamu ! "


" Kenapa sih saya harus bertemu dengan orang seperti anda? Saya ingin turun, anda tidak membiarkan saya. Justru, mengambil ciuman pertama saya. Tidakkah anda tahu, saya menjaga ini untuk suami saya kelak. Astaghfirullah, aku sudah berdosa ! "


Jihan menangis, dia sangat sedih. Kesucian yang selama ini di jaganya, harus diambil secara paksa oleh orang yang sangat dibencinya. Bisma, tidak tahu lagi harus bagaimana, akhirnya pria itu menjalankan mesinnya, dan, bergegas meninggalkan tempat itu.


Sembari memikirkan cara untuk menghibur gadis itu, dia membawa Jihan ke apartemennya di jalan Sudirman, Karet Tengsin. Sekitar perjalanan 17 menit, mereka akhirnya sampai di apartemen mewah tersebut.


" Turun dulu yuk, kita bicarakan di dalam rumah! "


Jihan, hanya pasrah dan menuruti perkataan dari Bisma .


" Ayo Masuk ! "


Bisma, masuk ke dalam lift, dia menggandeng lengan Jihan. Dan, setelahnya Bisma menekan tombol angka 10 dimana rumahnya berada . Apartemen ini, dia khususkan untuk dirinya sendiri. Sedangkan, untuk kekasihnya, dia membeli sebuah rumah di Jakarta Selatan.


" Sudah sampai, sekarang kita masuk ! "


Jihan, mengangguk dan mengikuti Bisma.


" Duduklah! "


" T...Terimakasih! "


" Tunggu sebentar, aku akan mengobati lukamu ! "


" Tidak usah, intinya saja . Apa yang Bapak mau ? "


" Menurutlah, mau aku cium lagi ! "


" Dih, Pria Mesum! "


" Sudah selesai! "


" Terimakasih! "


" Sama-sama! "


Bisma, kembali menyimpan kotak p3k tersebut, sembari dia membawa minuman untuk keduanya.


" Ini untukmu! "


" Terimakasih! "


" Bisa antarkan saya pulang, sudah larut ini ! "


" Kamu menginap di sini ! "...


" Pak, tolong jangan seperti ini. Kita termasuk Zina loh, pria, dan, wanita tidak boleh berduaan. Kata Abah, dan, Ema jangan berduaan dengan seorang pria takutnya, yang ketiganya setan ! "


" Saya akan langsung intinya saja, kamu adalah seorang gadis yang menjaga anggota tubuh hanya untuk suamimu kelak. Sementara itu, aku sudah merebut ciumanmu "


"Sudahlah, lupakan saja. Saya akan menjaga rahasia ini. Sekarang antarkan saya pulang! "


" Tidak bisa, saya akan bertanggung jawab. Kita menikah bagaimana? "


" Tidak , saya tidak ingin menjadi perebut kekasih orang ! "


" Kita menikah secara hukum maupun agama, di kampung halaman kamu . Setelah satu tahun aku akan menceraikan kamu, dan, kamu bebas! "


" Tidak , pernikahan bukanlah permainan Pak ! "


" Baiklah, tapi mau tidak mau kamu harus menikah denganku. Aqila, sangat menyukai kamu, kita akan menyembunyikan ini dari Karina. Kamu tenang saja, kita menikah di kampung halaman kamu. Agar dia tidak tahu ! "


" Pak tapi! "


" Ayolah aku mohon, setelah kita menikah aku akan memberikan semua yang kamu mau. Kamu tidak usah bekerja lagi, dengan Kak Alif! "


" Tidak mau Pak, saya permisi ! "


Walaupun, kakinya sedang sakit Jihan berusaha untuk berdiri. Dia, mencoba membuka pintu, akan tetapi, Bisma sudah menguncinya.


" Tolong jangan seperti ini Pak. Saya, tidak ingin menikah dengan orang seperti anda! "


" Kenapa, apakah kamu punya kekasih? "


" Saya tidak punya ! ".


" Lalu, apa alasannya kamu menolakku ? "


" Saya punya alasan tersendiri ! "


Bisma, menghampiri Jihan, dia mengunci gadis itu dengan kedua tangannya. Menghimpit Jihan, ke ujung pintu. Napasnya, terdengar begitu jelas di telinga Jihan.


" Ya Allah, aku takut! " batin Jihan.


" Ada apa denganku, mengapa aku bisa seperti ini padanya. Dia, wanita satu-satunya yang membuat libidoku naik. Karina, yang seksi saja harus berusaha untuk membangkitkan gairah ku. Sedangkan, hanya dengan melihat wajahnya aku sudah seperti ini! " batin Bisma.


" Pak sadarlah, tolong jangan begini. Saya takut! "


Jihan menangis, sedangkan Bisma masih memikirkan caranya, agar dia berhenti berpikir kotor mengenai gadis di hadapannya ini.


" Maafkan aku ! "


Pria itu, memeluk tubuh Jihan. Sedangkan, Jihan bergeming, dia terlalu terkejut dengan pelukan tiba-tiba dari Bisma.


" Kamu mau kan menikah denganku? Aku tidak tahu, harus bagaimana bertanggung jawab padamu ! "


" Pak saya bilang... ! "


" Atau sekalian saja, malam ini saya akan benar-benar menghancurkan masa depanmu. Agar kamu mau menikah dengan saya ! "


Jihan, takut dengan ancaman Bisma barusan. Gadis polos itu, akhirnya mau menerima tawarannya. Dan besok, keduanya akan pergi mengurus data-data mereka di Sumedang Jawa Barat.


" Sekarang, kamu istirahat gih. Besok aku akan bicarakan ini pada Mama dan Papa. Agar keduanya, merahasiakan hal ini dari Karina! "


" B... baiklah Pak ! "


" Oke, sekarang aku akan membawamu ke kamar ! "


Bersambung...