
" Papa sama Mama lagi buat Adik untuk Aqila. Makanya, Aqila menginap di rumah kakek, dan, nenek. Maaf ya, merepotkan! "
" Iya, semoga Mama dan Papa kamu bisa cepat punya anak! "
" Aqila, benar-benar ingin punya adik yang manis. Aqila, akan menyayangi dia. Karena, Mama Jihan, sangat menyayangi Aqila ! "
Abimanyu, dan, Dewi tersenyum manis. Mereka tahu, apa yang sedang di rencanakan putra sulungnya tersebut. Jadi, sebelum Aqila kemari, Bisma memberitahu keduanya. Jika, dirinya ingin memiliki anak bersama Jihan. Karena, ini masa subur wanita itu, jadi Bisma merencanakan kejahatan. Dia, meminta bantuan ayah dan ibunya, supaya merahasiakan hal ini dari Jihan. Masalah Karina, dia akan bahas nanti jika wanita itu pulang ke Indonesia. Yang terpenting, saat ini adalah memiliki anak bersama Jihan.
" Kakek, Nenek . Aqila, sudah makannya, mau belajar dulu ya ! "
" Baiklah Aqila ! "
" Kalau ada yang tidak bisa, kamu tanyakan saja pada kami ! "
" Baik Kakek, Assalamualaikum ! "
" Wa'alaikumusallam! "
" Kau lihat itu, cucu kita benar-benar menggemaskan ! "
" Benar Pa, aku jadi tidak sabar memiliki cucu lagi! "
" Aamiin, semoga doa kita terkabul! "
...****************...
Dua insan saling mengejar kenikmatan, suara-suara des*h*n terdengar nyaring di kamar mewah tersebut. Jihan, dan, juga Bisma sudah seperti kesetanan keduanya, melakukan hubungan intim untuk yang ke dua kalinya setelah ronde pertama, mereka satu jam yang lalu, setelah makan malam. Bisma, merasa bersalah, istrinya yang polos itu kini seperti wanita nakal saja. Jihan, sedari tadi tidak pernah puas. Selalu saja ingin lagi dan lagi. Ini semua, karena dia memasukan obat perangsang. Sehingga, sang istri meminta dipuaskan.
Kini keduanya, melakukannya untuk yang ke sekian kalinya. Entah, berapa kali Bisma menyemprotkan benihnya, pada rahim sang istri. Kini setelah 3 jam berlalu, Jihan benar-benar kekalahan. Dan, sekarang ini keduanya sedang mandi di bathtub .
" Mas, capek ! "
" Iya aku tahu, kita sudah selesai kan ! "
" Maaf Mas, aku terlalu liar ! "
" Tidak apa-apa, aku suka ! "
" Mas, pil kontrasepsinya bagaimana? "
" Iya, nanti aku belikan. Sekarang, kita sudahi mandinya dan segera tidur ! "
" Baiklah ! "
Bisma, membantu mengeringkan tubuh sang istri. Dia, memakaikan piyamanya, dan, setelahnya, Bisma menggendong tubuh sang istri dan membaringkan tubuhnya di ranjang. Bisma, mengecup keningnya, dan, menyelimuti tubuhnya. Sedangkan Jihan, sudah terkapar karena kelelahan. Dia, tidak ada niatan untuk mencari tahu tentang pil kontrasepsi lagi. Karena, sudah larut dan, dia benar-benar kelelahan sehabis bercinta dengan sang suami.
" Maafkanlah aku Jihan, semoga kita bisa memiliki anak. Aku mencintaimu, tapi kamu tidak. Awalnya aku tidak yakin, dan menganggap ini hanyalah sebuah obsesi. Tapi, setelah 2 bulan aku menikah denganmu, aku jadi tahu ini adalah cinta. Kamu bahkan sangat peduli padaku, saat Karina tidak pernah mengangkat panggilan masuk dariku, kamu menghiburku . Di saat Aqila menangis, karena diledek teman-temannya, kamu datang menjemputnya, memberitahu semua orang kalau kamu ibunya ,dan, menceritakan semua tentang Aqila padaku. Aku mencintaimu Jihan, tapi aku juga masih mencintai dia. Tolong, berikanlah aku waktu, agar aku bisa mengungkapkan perasaan ini padamu ! " batin Bisma.
Pria tampan itu, mematikan lampu, dan, segera berbaring di samping sang istri.
...----------------...
Adzan subuh berkumandang, Bisma menggeliat, dia terbangun dari tidurnya. Di lihatnya, wajah cantik istrinya, masih tertidur pulas. Dia, mengusap lembut rambutnya, dan mengecupi wajah sang istri.
" Sayang, bangun yuk. Itu udah adzan, nanti gampang bisa tidur lagi ! "
Jihan, menggeliat. Dia perlahan, membuka matanya.
" Mas Bisma? "
" Emh, ini aku sayang! "
" Tubuhku terasa sakit sekali, aneh padahal semalam hanya satu ronde kan Mas? "
Bisma, menggaruk tengkuknya. Dia, menganggukkan kepalanya, sembari tersenyum kaku.
" Mas, bantu aku dong. Enggak bisa bangun nih ! "
Bisma, dengan senang hati membantu sang istri. Jihan, memutuskan untuk mandi air hangat, sedangkan Bisma mengambil air wudhu dan segera pergi ke masjid, guna melaksanakan shalat subuh. Bisma, kembali ke kamar mandi, istrinya masih berendam di bathtub.
" Sayang, Mas ke masjid dulu ya ! "
" Iya, sampai jumpa ! "
" Kok sampai jumpa sih ?"
" Kalau di kamar mandi enggak boleh ucapin salam ! "
" Oh begitu, sampai jumpa ! "
...****************...
" Assalamualaikum, sayang Mas pulang! "
" Iya, Wa'alaikumussalam. ! "
Jihan, menyalami sang suami, dia mencium punggung tangannya.
" Mas , aku mau tanya , boleh tidak? "
" Terhitung dua kali dia memanggil dirinya aku, bukan saya. Bismillah, semoga Allah Ta'ala mengabulkan doa ku. Aku yakin, wanita muda yang menjadi istriku ini akan jatuh cinta padaku, Aamiin ! " batin Bisma.
" Mas, kok diem aja sih. Boleh enggak? "
Jihan, menggoyangkan lengan sang suami. Membuat, Bisma tersadar dari lamunannya.
" Ah maaf sayang, Mas enggak fokus. Boleh, kamu mau tanya apa ?"
" Kemarin aku sudah minum pil kontrasepsi belum ya ? "
Bisma, bergeming. Dia menganggukkan kepalanya sembari mengacak rambut sang istri.
" Sepertinya, sudah sayang ! "
" Bagus sekali Bisma, kau sudah membohongi istrimu! " batin Bisma.
" Mas, aku masih capek, boleh tidur lagi enggak? "
" Ya sudah enggak apa-apa, tapi Mas hari ini masuk kerja sayang ! "
" Oke, nanti aku bangun jam 6.30 kok ! "
" Baiklah, nanti Mas bangunin ! "
Jihan, tanpa sadar memeluk tubuh sang suami, membuat Bisma bergeming. Akan tetapi, akhirnya dia membalas pelukan hangat sang istri. Bisma, menyunggingkan senyumnya.
" Hikmah shalat subuh, istriku semakin menyukaiku. " batin Bisma.
...----------------...
Tidak terasa,sudah pukul 07.00 Bisma baru membangunkan istrinya. Dia, tidak tega membangunkannya, saat pukul 06.30. Karena, istrinya itu begitu kelelahan .
"Mas, Ya Ampun kamu sudah bersiap-siap ya. Aduh, maafkan aku enggak nyiapin pakaian kamu "
Bisma tersenyum lebar, dia bahagia, biasanya Jihan akan memanggilnya Anda akan tetapi saat ini dia memanggilnya kamu. Sedikit demi sedikit, Jihan pasti akan menerimanya.
" Enggak apa-apa kok. Mas mau pamit kerja dulu ya, sarapan kamu udah siap tuh . Julia yang masak, kamu bangun gih. Pamali loh, tidur mulu ! "
" Mas, boleh enggak aku ikut ke kantor Mas. Penasaran aku kayak gimana sih ruangan kerja Mas ? "
" Beneran mau? "
" Iya, kalau enggak boleh juga tidak masalah! "
" Ya sudah, kamu mandi Mas tunggu! "
" Hey, terimakasih Mas ! "
" Sama-sama! "
Beberapa menit kemudian, Jihan sudah rapi dengan dress pinknya, kemudian dia menggandeng tangan sang suami yang berada di sisi ranjang.
" Mas, ayo ! "
" Sarapan dulu ya sayang ! "
" Tapi, nanti Mas terlambat?"
" Tidak akan, yang punya perusahaan siapa? Mana ada terlambat! "
" Iya juga ya.Ya udah, sarapannya jangan lama-lama ! "
Bisma, terkekeh melihat tingkah laku istrinya yang begitu menggemaskan. Kemudian, keduanya berpegangan tangan, Bisma akan sabar menanti supaya istrinya akan benar-benar jatuh cinta padanya, dan, ini langkah pertamanya.
Bersambung...