Papa, I Need A Mama

Papa, I Need A Mama
Episode 42



Hendrawan, dan, Maesaroh mendapatkan kabar dari Alif jika tunangan Bisma itu bukanlah wanita baik-baik. Mereka, segera pergi pada kediaman keluarga mantan besannya.


" Kita katakan saja sejujurnya, jikalau Jihan adalah anak kandung kita ! "


" Jangan gegabah, kita harus meminta persetujuan dari Alif ! "


" Pa, Bisa-bisanya disaat genting seperti ini, kau meminta pendapatnya. Aku ini ibunya loh, aku tidak ingin menyembunyikan identitas Jihan lagi. Aku, tidak ridho, jika, putriku harus menjadi istri siri Bisma ! "


" Baiklah, maafkan aku Dewi. Jujur saja, aku juga tidak ridho. Orang tua mana yang mau, melihat anaknya hanya sebatas istri siri, pasti tidak ada Mae , aku paham kekhawatiran mu ! "


" Tolong Mas, aku benar-benar tidak bisa melihat Jihan menderita. Dia, sudah bertahun-tahun menderita, dan, hidup serba kekurangan. Jangan, ditambah lagi kesengsaraannya, aku mohon ! "


Terjadi, sedikit pertengkaran antara ibu Alif, dan, juga ayah Alif.


" Ya sudah, sebaiknya kita segera temui Dewi, dan, Abimanyu ! "


" Terimakasih Mas ! "


Hendrawan mengangguk, dia kemudian meminta supirnya, untuk mempercepat laju kendaraannya.


Tidak berselang lama, akhirnya sepasang suami istri tersebut tiba di kediaman keluarga Abimanyu.


" Sebentar Tuan, dan, Nyonya Hendrawan. Saya akan memanggil, Tuan dan Nyonya Abimanyu dulu ! "


" Baik, terimakasih Lasmi! "


" Sama-sama Tuan ! "


...----------------...


" Jadi, besanku kemari ? "


" Benar Nyonya ! "


" Baiklah, tolong buatkan cemilan, dan, juga minuman untuk mereka ! "


" Baik, saya terima perintah dari anda ! "


" Emh, segera! "


Kepala pelayan itu, segera pergi dari hadapan majikannya. Dewi, dan, Abimanyu kemudian pergi ke lantai bawah dimana ruang tamu berada di lantai tersebut.


" Assalamualaikum! "


" Wa'alaikumusallam Warahmatullahi Wabarakatuh ! "


Dewi, dan, juga Maesaroh saling berpelukan, dan mencium pipi kanan kiri mereka. Sedangkan, Abimanyu, dan, juga Hendrawan bersalaman.


" Silakan duduk , Masyaallah rasanya, sudah lama sekali kita tidak berjumpa! "


" Benar, Alhamdulillah kita bisa kembali menjalin tali silaturahmi ya Mas ! "


" Kedatangan kami kemari sebenarnya ingin memberitahu tentang sesuatu! "


" Jika boleh aku tahu, apakah itu ? "


" Ini tentang calon menantu kalian ! "


Dewi, dan, Abimanyu saling berpandangan.


" Maksudnya, Karina . Ada apa dengannya? "


" Mas, beritahu mereka ! " ujar Maesaroh.


Hendrawan,


" Baik, istriku! "


Hendrawan, kemudian memberikan sebuah amplop coklat pada besannya tersebut .


" Apa ini ? "


" Bukalah, Abimanyu! "


" Baik Mas ! "


Abimanyu, kemudian membuka amplop coklat tersebut. Betapa murkanya dia, ketika melihat isi amplop tersebut.


" Astaghfirullah'aladzim! "


" Mas, kenapa ? "


" Kau lihatlah ini, wanita itu benar-benar murahan ! "


" Siapa ? "


" Siapa lagi, kalau bukan Karina Lidia! "


" Aku ingin melihatnya! "


" Ini, istriku ! "


Betapa terkejutnya, Dewi, saat dia melihat foto-foto Karina, yang sedang bercinta dengan pria paruh baya yang berbeda. Yang satu dia kenal, jika pria itu sutradara kawakan, dan, yang satunya lagi adalah produser ternama di perfilman Indonesia.


" Alhamdulillah, Bisma sudah mendapatkan istri yang baik . Kita, sekarang sudah tahu jika Karina itu bukanlah, wanita yang baik. Aku bersyukur, Jihanlah wanita yang dinikahi oleh Bisma, walaupun hanya pernikahan siri !"


" Kalau bisa, kau adakan pernikahan yang megah untuk Bisma,dan Jihan. Supaya, Karina sadar, bahwa dia sudah tidak ada lagi dalam hati keluarga Abimanyu ! "


" Kalau itu, kami serahkan pada Bisma. Karena, dia lebih berhak dibandingkan kami ! " ujar Abimanyu.


" Baiklah, terserah pada kalian. Yang jelas, kau perjelas status putriku, jangan kau buat dia menderita. Dia, sudah lama menderita, jangan ditambah lagi penderitaannya! "


" Maksudnya bagaimana? "


" Jihan Vania, menantu kalian itu, adalah putri kandung kami ! "


" APA? " ujar Abimanyu,dan, Dewi bersamaan.


" Ya, memang itulah faktanya ! " ujar Maesaroh.


" Mas, segera beritahu Bisma! "


" Oh baiklah, Mbak Mae ! "


...****************...


" Kak Alif sedang tidak becanda kan ? "


Alif, menggeleng cepat.


" Kamu pikir aku bercanda, lihatlah wajah ini. Adakah kebohongan padaku ? "


" Baiklah aku mengerti! "


" Segera adakan pernikahan megah untuk adikku. Sebelum, pada akhirnya perut Jihan membesar! "


" Baik Kak, aku akan mengurus semuanya! "


" Oke, kalau begitu aku pergi dulu. Ada urusan penting yang harus segera diselesaikan! " ujar Alif.


Pria tampan itu, berdiri kemudian menyalami adik iparnya tersebut.


" Jaga Jihan baik-baik. Atau kau akan menyesal, Bisma ! "


" Tak usah khawatir, aku akan menjaga istriku dengan baik ! "


Alif mengangguk,


" Aku percaya kau bisa menjaganya, Bisma. Hasannudin! "


" Iya Tuan Muda! "


" Mari kita pergi ! "


" Baik Tuan Muda! "


Setelah Alif, dan, Asisten pribadinya pergi, Bisma segera menghampiri sang istri di kamarnya. Kebetulan, Jihan sudah terbangun dari tidur siangnya. Bisma, menghampirinya dan, mengusap lembut surai kecoklatan tersebut.


" Kamu berbohong Ji ! " ujar Bisma.


Jihan, menatap wajah tampan Suaminya tersebut, dia tidak paham apa yang sebenarnya terjadi.


" Maksudnya? " tanya Jihan .


Bisma, menatap wajah sang istri, ada guratan kekecewaan pada wajah tampannya.


" Kamu, adalah adik kandung dari Kak Alif. Sungguh aku terluka, mendengar kenyataan ini dari mulut Kakak iparku. Bukan, dari dirimu sendiri. Mengapa, kamu tega denganku ? "


Jihan, memejamkan matanya, dia menghela napasnya kasar.


" Aku..., ! "


" Lupakanlah, aku sudah tidak butuh penjelasan apapun lagi. Satu hal yang membuatku senang adalah, sejak dulu yang seharusnya menjadi istriku memanglah kamu. Tapi, ada Jasmine yang menggantikan posisi itu, hanya saja saat itu kau belum ditemukan. Maafkanlah aku Jihan, aku mencintaimu! "


" Aku juga ! "


Jihan, memeluk tubuh sang suami. Mereka memeluk tubuh satu sama lain, entah bagaimana ceritanya keduanya terhanyut dalam suasana romantis tersebut.


" Aku bahagia bisa memiliki kamu ! " ujar Bisma.


Pria itu mencium kening sang istri, begitu pula dengan Jihan. Dia, memeluk erat tubuh suaminya, seolah tidak ingin melepaskan pelukannya tersebut.


" Mas, jemput Aqila yuk ! "


" Masih pagi sayang, Dzuhur saja belum ! "


" Oh ya ampun, terus Mas Bisma mau apa ? "


" Mas, mau temani kamu aja deh ! "


" Oke, sini ! "


Jihan, menggeser tubuhnya, begitu juga dengan Bisma dia menaiki ranjang mereka.


" Sudah baikan belum? "


Jihan mengangguk sebagai jawaban,


" Sayang, ayo kita menikah! "


" Bukannya kita sudah menikah ya ? Dari tadi ngomongnya gitu terus, sayang ayo kita menikah. Enggak bosan apa, Mas ? "


Jihan, menggoda suaminya.


" Kali ini, kita akan mengadakan resepsi pernikahan kita dengan megah. Diliput oleh awak media, dan, diberitakan di seluruh negeri ini. Aku, ingin membuat Karina menyesal sudah berselingkuh dariku! "


" Oh, jadi karena dia kamu ingin menikahi ku Mas ? "


Jihan, melepaskan rangkulan suami, pada pinggangnya. Dia, memunggungi Bisma, sedangkan pria itu merasa bersalah karenanya.


" Maaf sayang, bukan itu maksudku! "


" Lantas apa lagi alasanmu Mas ? "


" Ya Ampun, sungguh aku tidak berbohong. Memang tujuanku menjebak Karina, supaya pulang ke Indonesia. Aku ingin, segera memutuskan pertunanganku dengan dia. Supaya, dia tahu bahwa perbuatannya itu salah ! "


" Tapi jujur saja Mas, kamu masih mencintai dia kan ? "


" Tidak, kamu salah . Aku, tidak mencintai dia lagi, semenjak aku menyentuh tubuhmu, aku bahkan tidak ada keinginan untuk bertemu dengannya lagi ! "


" Kau pembohong Mas, aku kecewa padamu! "


Jihan, tetap pada pendiriannya, dia tidak ingin menatap wajah sang suami. Dia, justru bangkit dari tidurnya, menuju rooftop, duduk di saung bambu tersebut sembari memeluk tubuhnya. Sedangkan, Bisma dengan sabar, mengikuti sang istri duduk di sampingnya.


" Aduh, sungguh wanita hamil itu memang sensitif ya. Jasmine juga dulu begitu, Nak bantu Papa dong. Buatlah, mamamu itu memaafkan Papa ! " batin Bisma.


**Bersambung...


Nb**: Assalamualaikum, Maafkanlah aku, baru update sekarang. Kemarin, kepalaku pusing banget, kleyengan biasa kurang darah , sama terlalu kecapekan mungkin. Jadi gitu deh, sekali lagi maafkan A-yen94 ya . Love you sekebon ♥️ ♥️♥️🤗