Papa, I Need A Mama

Papa, I Need A Mama
Episode 54



Di sebuah rumah sakit, Antonio Taher sedang menunggu hasil tes DNA nya. Dan, tidak lama kemudian, dokter datang memberikan sebuah surat keterangan.


" Hasil dari penelitian kami, jika 99,9% DNA dari Bapak Antonio Taher, dan, Nona Karina Lidia, alias Laila Amelia Sari memiliki hubungan ayah dan anak . Selamat, Pak Antonio, anda telah menemukan putri anda ! "


Antonio, yang diberikan ucapan selamat oleh sang dokter. Justru, jatuh terduduk di lantai, dia benar-benar tidak percaya. Wanita yang sangat dicintainya, adalah putri sendiri. Para bodyguard, dengan sigap membawanya ke tempat duduk ,yang berada di lobby ini.


" Tidak mungkin, Karina, dia bukan anak kandungku kan? "


" Bos, terima kenyataan. Wanita cantik yang kau cintai itu, adalah anak kandungmu sendiri. Kau merasa nyaman berada di dekatnya, karena kau dan dia memiliki ikatan. Bukan, jodoh yang disiapkan oleh Tuhan. " ujar Joel salah satu bodyguard.


" A...aku , harus bagaimana Joel ? "


" Ikhlaskan saja Bos, dia anakmu. Jangan gila, ayah kandung tidak akan bisa menjadi suami anak kandungnya. Sudah gila kali ya, kalau itu terjadi amit-amit! " ceplos Panji bodyguard ke-dua.


" Ah iya, kalian benar. Lalu, bagaimana caranya agar aku bisa menebus dosa ? "


" Entahlah Bos, kami saja pendosa . Mana kami tahu, caranya menebus dosa! "


" Baiklah, Joel, Panji bawa aku ke mobil. Dan, tolong bawa aku ke tempat mantan istriku ! "


" Baik, Bos, Tuan ! "


Kedua bodyguardnya, memapah jalan Antonio. Dia, benar-benar tidak kuat, tegap berdiri. Jujur, hatinya terluka karena sudah terlanjur mencintai putrinya sendiri. Tapi, dia bisa apa , Tuhan sudah menakdirkannya menjadi seorang ayah yang jahat. Dimana, seharusnya dulu dia menanyakan tentang kepergian Angelina, bukan malah mengumpati wanita itu.


" Bos, kita sudah sampai! "


" Baik, aku akan segera turun! "


Kedua bodyguardnya mengangguk sebagai jawaban. Seperti biasanya, Angelina menunggu kedatangan mantan suaminya di teras rumahnya. Pria tambun itu, menghampirinya, dia menatap lekat wajah sang mantan istri.


" Ada perlu apa kau datang kemari? Bukannya, urusan kita sudah selesai ya ? " tanya Angelina sinis.


Ditanya seperti itu, bukannya menjawab, Antonio justru menangis dan bersujud di kaki Angelina.


" Apa yang kau lakukan Mas ? Bangunlah, aku tidak ingin melihat wajahmu seperti itu! "


" Angelina, aku sungguh menyesal. Tolong, maafkanlah aku, selama menjadi suami aku sudah dzalim padamu ! "


" Cukup, jangan bahas tentang itu lagi. Bertaubatlah, agar dosa zina, yang kau lakukan bisa Tuhan maafkan. Lagipula, kita ini sudah tua, mengapa harus mengikuti hawa nafsu. Kau, memang masih suka bermain wanita, padahal usiamu sudah uzur . Sebaiknya, kau menikah saja, daripada berdosa. Menebar benih dimana-mana, sampai-sampai anakmu sendiri kau incar, sudah gila memang! "


" A...aku, sungguh tidak mengetahui jika Karina, adalah putriku. Dan, aku mengincarnya sebab, dia sangat mirip denganmu ! "


Deg...


" Dasar pria jahanam, enyahlah kau dari sini. Menjijikkan, seharusnya kau cari tahu dengan detail, siapa gadis yang kau cintai tersebut. Bukan, sembarangan menyentuhnya, Penjaga! "


" Iya Nyonya! "


" Usir mereka dari sini, aku tidak ingin melihat wajah ketiganya ! "


" Angel, tunggu! "


BRAK...


" Sudahlah Tuan, saya harap anda tidak menggangu ketenangan Nyonya ! "


" Diam kau, lepaskan tanganmu . Aku bisa sendiri, tidak perlu lah kau mengusirku. Joel, Panji, mari kita pulang! "


" Baik Tuan! "


Sedangkan, Angelina di kamarnya hanya bisa menangisi keadaan ini. Bukannya dia lemah, tetapi dia merasa bersalah pada Karina. Bisa-bisanya dia, tidak pernah kepikiran untuk merawat Karina. Saat, dirinya sudah sukses membangun perusahaan modeling. Mengapa dia justru, berdiam diri dan hanya membantu gadis itu diam-diam saja.


Jadi, selama ini, dirinya, membantu Karina secara diam-diam. Saat Karina mendaftar menjadi model, dia memasukkan Karina ke daftar pemenang. Seharusnya, anak itu tidak bisa memenangkan kontes. Sebab, dia masih belum bisa menguasai cara berjalan dengan baik. Dia, masih kaku, saat itu, tidak bisa berlenggak lenggok seperti peserta lainnya. Banyak sekali, yang kecewa hingga memprotes kebijakannya.


Namun, apalah daya mereka, yang tidak memiliki kekuatan. Sehingga, mereka pasrah dengan keadaan. Dia, juga yang mempromosikan Karina, ke mana-mana, dari awalnya anak itu pemalu, kemudian dia jadi pusat perhatian. Tidak hanya itu, Karina juga cerdas, bahkan dia bisa memerankan beberapa karakter cerita.


Seiring berjalannya waktu, gadis yang pemalu itu, tumbuh menjadi wanita yang seksi, dan, bahkan banyak desas-desus tentang kejelekan Karina. Tapi, dengan segenap hati dan jiwanya, Angelina menutup desas-desus tersebut. Demi, kebaikan putrinya, ternyata hal itu justru menjadi boomerang untuk putrinya, Karina Lidia, alias Laila Amelia Sari.


" Tuhan, aku sudah berdosa, tidak seharusnya aku melakukan hal seperti itu dulu! "


Tubuhnya, jatuh terduduk di lantai, dia benar-benar tidak menyangka harus seperti ini pada akhirnya.


Sementara itu, Karina di balik jeruji besi dia terus berteriak histeris, meminta dikeluarkan dari tempat ini. Dia, juga selalu memanggil nama Bisma.


" Bisma, aku sayang kamu. Jangan lakukan ini padaku hiks ! "


" Nona Karina, berhenti berteriak. Kau mengganggu tahanan lainnya! "


" Saya bukan penjahat Bu, tolong keluarkan saya dari sini. Tolong, jangan begini anda tidak tahu ya saya ini model terkenal ! "


" Saya tidak peduli, hukuman harus tetap diberikan mau anda model kek. Tahanan tetap tahanan! "


" Saya pasti akan memenangkan persidangan Minggu depan, saya yakin. Calon suami saya, akan menolong saya! "


" Jangan bermimpi Nona, Pak Bisma Abimanyu tidak mencintai Anda, sudahlah saya akan berpatroli lagi. Tenanglah, kalau tidak saya akan memberikan anda pil penenang! "


Karina, terus berteriak mengumpati polisi wanita tersebut, dia benar-benar kesal diperlakukan seperti barusan.


" Sialan, ini semua karena Jihan. Wanita tidak tahu diri itu, sudah merebut kebahagiaan yang aku miliki. Jihan, lihat saja nanti, kau tidak akan pernah hidup bahagia bersama Bisma. Aku, akan meminta bantuan Ibu, beliau pasti mau membantuku. Aku ingin, beliau membunuh Jihan Vania, wanita perebut kekasih orang ! " batin Karina.


" Arrrrgh, sialan. Aku bersumpah kau tidak akan bahagia Jihan, wanita murahan ! "


Sembari memegangi besi tahanan, Karina terus mengumpati Jihan. Dia, mengeluarkan semua kata-kata kotor, dan, sumpah serapahnya. Dia kembali duduk, sembari memeluk tubuhnya sendiri. Dia, benar-benar hancur, tidak ada yang bisa dijadikan tempatnya berkeluh kesah. Yang ada, hanya dirinya sendiri disini. Karena, ini permintaannya, dia ingin dipisah dari tahanan lainnya.


" Mengapa nasibku seperti ini? Kalau saja dulu aku tidak menikah diusia muda, aku mungkin tidak akan senakal ini. Mungkin, aku sudah menjadi istri dari Bisma, dan, memiliki anak darinya. Tidak akan mungkin, aku melakukan hubungan intim dengan ayahku sendiri, aku benar-benar kotor. Aku benci ini semua, aku benci hidup ini. Tuhan, dimanakah letak keadilan-Mu Hiks" ujar Karina lirih.


Bersambung...