
Saat ini, sepasang suami istri, sedang berada di kamar mereka. Keduanya, tengah duduk di samping ranjang, Jihan, dan, Bisma saling memandang wajah satu sama lain.
" Mas Bisma, apa yang ingin Mas katakan? Sekarang, Aqila, sudah tidur kok ! "
" Baiklah, sayang aku ingin mengatakan jika sebaiknya kita tidak bercerai saja. Perjanjian kita dibatalkan, aku sungguh tidak ingin berpisah denganmu ! "
" Bagaimana dengan Mbak Karina? "
" Aku tetap, akan menikahinya. Hanya saja, aku ingin menjadikan dia istri sahku. Dan kau, masih tetap istriku ! "
" Jadi, aku istri siri-mu begitu? "
" Iya, maaf Ji. Aku, sepertinya masih belum bisa memutuskan memilih antara kau, atau, dia ! "
" Ya sudah, terserah Mas saja. Aku, tidak bisa berkata apa-apa lagi. Bagaimana pun juga, kau adalah suamiku. Meskipun, aku hanya istri siri-mu. Ah, Mas aku tidur dulu ya, capek banget, seharian ini ! "
Jihan, melepaskan genggaman tangan sang suami. Dia, kemudian mencuci tangan, dan, mukanya serta menyikat giginya. Setelah selesai, dia berwudhu, memakai krim malam dan segera merebahkan diri di ranjangnya. Sedangkan, Bisma, dia hanya bisa menatap nanar punggung sang istri, yang saat ini sedang merebahkan tubuhnya di ranjang mereka.
" Ada apa dengannya? " batin Bisma.
" Dan akhirnya, aku tetap menjadi istri sirinya. Lantas, mengapa aku merasa kecewa? Ada apa denganku? " batin Jihan.
...----------------...
Pagi harinya, Jihan, bangun terlebih dahulu, dia, membangunkan sang suami. Untuk, melaksanakan ibadah wajibnya. Lalu, setelah itu dia pergi shalat sendiri, dan, setelah melaksanakan ibadah. Dia, pergi ke kamar Aqila, guna membangunkan gadis kecil itu.
" Assalamualaikum, Aqila. Sayang, bangun yuk ! "
Aqila, masih belum bisa tidur, sampai pada akhirnya dia menggeliat, ketika Jihan membisikan sesuatu.
" Wa'alaikumusallam, Mama Aqila masih ngantuk ! "
" Sayang, liat deh jam berapa sekarang ! "
" Iya Mama, jam 5.15 ya. Aqila, belum shalat subuh! "
" Ya sudah, tidak apa-apa kok. Yuk bangun, shalat subuh! "
Bisma, yang baru saja, datang dari masjid. Dia, kemudian pergi ke kamar Aqila. Tanpa sengaja, dia melihat pemandangan yang indah menurutnya. Dimana, sang istri tengah membangunkan anaknya, dan, memintanya untuk shalat subuh.
" Ya Allah, apa yang harus aku lakukan? Semakin hari, aku selalu terpesona olehnya. Semakin lama, aku semakin menginginkan dirinya. Apa aku benar-benar, bahagia jika menjadikan dia istri sahku ?Sedangkan, aku selalu disuguhi pemandangan yang sangat indah seperti ini, setiap harinya. Dimana, Jihan merawatku, menjaga Aqila dengan baik, dan ikhlas sepenuh hatinya. Sepertinya, aku harus meminta bantuan pada Charlie, aku akan memintanya mengajariku shalat istikharah! " batin Bisma.
" Mas, ngapain disitu ngelamun aja. Nggak masuk, tapi ngintip doang ! "
" Ah, itu sayang aku takut mengganggu kamu. Jadi, aku ragu untuk masuk ! "
" Sini, enggak apa-apa. Mau lihat Aqila kan ? "
" Iya sayang! "
" Ya, makanya sini ! "
Bisma, menghampiri sang istri yang sedang duduk di samping ranjang Aqila. Kemudian, dia duduk di samping istrinya.
" Terimakasih Ji, sudah mengajari Aqila menjadi anak yang Sholehah! "
" Aku, hanya perantara saja. Aqila, anak yang baik kok, jadi, dia tergerak hatinya untuk melaksanakan ibadah! "
" Benar, Ji. Aku masih boleh kan, memanggil kamu sayang? "
" Mas Bisma ini, tadi Mas enggak konsisten panggil aku. Kadang Ji, kadang sayang aku jadi bingung! "
Jihan, mempoutkan bibirnya.
" Maafkanlah aku sayang, aku masih takut. Jika, kamu merasa risih dengan panggilan seperti itu! "
" Tidak Kok Mas, kan kamu Suamiku! "
" Terimakasih, sayang ! "
Bisma, mengecup kening sang istri.
" Cie Mama sama Papa , mesra banget sih ! "
" Nak, kamu tahu dari mana kata-kata itu ? "
" Dari temen aku Ma ! "
Jihan, dan, Bisma saling pandang.
" Aduh, sepertinya Papa harus mengawasi kamu terus deh. Takutnya, kamu salah pergaulan! "
" Tidak usah, Aqila enggak akan seperti itu. Mama, pernah bilang , kalau Aqila, tidak boleh bergaul dengan anak-anak nakal. Jadi, Aqila, tidak akan mungkin mengikuti mereka. "
" Baiklah sayang, sekarang kamu tidur lagi nggak apa-apa. Kan, udah shalat subuh ! "
" Mas, aku masak dulu ya buat Aqila ! "
" Sayang, Mas ikut boleh ya ? "
" Tapi Aqila ? "
" Mama jangan khawatir, Aqila mau belajar dulu. Kalian berdua sama gih, mesra-mesraan! "
" Ya Allah, anak jaman sekarang! " batin Bisma.
" Aqila, kalau begitu, Mama, dan, Papa ke dapur dulu ya ! "
" Silakan! "
...----------------...
" Sayang biar Julia yang bikin, kita ke kamar aja yuk ! "
" Hah, Mas yang benar aja . Kasihan Aqila, dia lapar loh ! "
" Aqila Mulu, Mas nya kapan sayang ? "
" Dih, kayak anak kecil aja sih. Ya sudah, nanti kita ke kamar, setelah membuat makanan untuk Aqila! "
" Oke ! "
Tanpa Jihan tahu, Bisma tersenyum begitu lebar.
" Sayang, aku ke kamar Aqila dulu ya ! "
" Oke ! "
Jihan, mengangguk, sembari jari telunjuk, dan, ibu jarinya membentuk huruf O.
Di kamar Aqila...
" Memangnya Papa, sama Mama mau ngapain? "
" Mau bikin adek Nak, bukankah kamu mau mempunyai adik ? "
" Oke, kalau begitu Aqila sarapan sendiri saja sama Bibi Julia ! "
" Anak pintar ! "
...---------------...
Washington DC, Amerika Serikat.
" Bagaimana dengan hari ini. Kau puas sayang? "
" Tentu saja, rasanya aku bahagia sekali bisa bersamamu ! "
" Aku juga ! "
Karina, memberikan ciuman singkat pada bibir sang kekasih. Dia, bahagia, syahwatnya tertuntaskan. Karena, saking banyaknya ronde yang mereka habiskan hari ini. Yang meminta duluan, adalah Karina. Karena, wanita itu haus akan belaian pria, walaupun Anton jauh dari kata tampan, dia sangat menyukainya Sebab, Pria itu lebih liar dibandingkan dengan Robert, apalagi Bisma masih kalah liar darinya .
" Sangat disayangkan, seandainya Bisma bisa seperti pria di sampingku ini. Pasti, aku tidak akan menjadi wanita yang nakal seperti ini! " batin Karina.
...----------------...
Bisma, bahagia sekali akhirnya bisa melakukan hubungan intim lagi bersama sang istri. Jujur, dia sangat bergairah pada saat bersama Jihan saja. Sedangkan, bersama kekasihnya dia tidak pernah seperti ini. Pagi ini, mereka habiskan waktu bersama. Karena, nanti malam keduanya akan pergi ke Amerika,untuk sebuah perjamuan penting. Dimana, para rekan bisnisnya berkumpul di sana.
" Apakah kamu lelah sayang ? "
" Tahu ah , kesel . Pagi-pagi buta begini, Mas ajak aku begituan! "
" Hei, jangan marah, dosa loh enggak ikutin keinginan suaminya ! "
" Iya, maaf Mas ! "
" Ya sudah, sekarang kita mandi dulu ya. Setelah itu, kamu istirahat sebentar. Aqila udah berangkat kok, tidak ada yang perlu dikhawatirkan! "
" Iya Mas, mandi yuk lengket nih ! "
" Ih manjanya, tapi aku sangat menyukainya! "
Dikecupnya bibir sang istri, Jihan membalasnya. Tetapi, itu tidak berlangsung lama, karena, Jihan takut jika gairah Bisma akan bangkit kembali. Sebab, pagi ini keduanya sudah menghabiskan 3 kali ronde.
" Setelah ini, mungkin Jihan akan hamil. Semoga saja, berhasil ! " batin Bisma.
Bersambung...