Papa, I Need A Mama

Papa, I Need A Mama
Episode 45



Satu jam, setelah makan malam. Bisma, dan, Jihan berada di kamar mereka. Sedangkan, Dewi, dan, Aqila sedang berada di taman.


" Apa yang ingin Mas katakan?"


Jihan, menatap wajah sang suami.


" Sebenarnya, Mas masih belum bisa mencintai kamu ! "


" Jadi, kemarin-kemarin Mas berbohong padaku ? Sudah kuduga"


" Tidak juga, hanya saja aku masih belum bisa melupakan dia sepenuhnya dalam pikiranku! "


Jihan, bergeming, dia menatap nanar wajah sang suami .


" Sebelum kita berangkat ke Amerika. Aku, mengerjai mu, dimana saat itu aku memasukan minuman perangsang untukmu. Sehingga, kau begitu bergairah, dan, aku menggunakan kesempatan itu, untuk membuatmu hamil. Karena, kelelahan kau tidak meminum pil kontrasepsi mu ! "


Jihan menatap wajah Bisma, bukannya marah, dia justru memeluk tubuh suaminya. Membuat Bisma, bergeming karena tindakannya.


" Mas tahu tidak, kalau aku sangat mencintai Mas. Aku, tidak peduli seberapa banyak kau telah menyakitiku. Maka dari itu, aku selalu berdoa supaya Mas tidak meninggalkan aku, dan, memutuskan hubungan dengan Mbak Karina. Maaf Mas, aku justru mendoakan agar kau putus dengannya. Karena, aku sangat mencintaimu, aku tahu ini egois, sekali lagi maafkan aku! "


" Jihan, jadi kamu memberiku kesempatan kedua ? "


" Iya, aku memberimu kesempatan kedua ! "


Bisma bahagia, ternyata istrinya itu tidak marah. Bahkan, Jihan pun, lebih mencintainya.


" Kita akan segera menikah ! "


" Bukannya kamu bilang, masih mencintainya? "


" Dia juga bukan wanita yang baik, mengapa aku harus mempertahankan wanita seperti itu? "


...----------------...


Hari ini, setelah selesai berdebat pasangan tersebut, pergi ke kantor urusan agama ( K.U.A ) keduanya mendaftarkan pernikahan mereka. Bisma meminta untuk mempercepat proses pernikahan nya dengan Jihan. Supaya, masalahnya cepat terselesaikan.


Setelah dari Kantor Urusan Agama, Jihan, dan, Bisma pergi ke gedung perusahaan. Disana, sudah banyak wartawan yang menunggu kedatangan mereka. Bisma duduk, diikuti oleh istrinya. Keduanya, menggenggam erat tangan satu sama lainnya.


" Assalamualaikum, halo rekan-rekan sekalian. Saya adalah Bisma Abimanyu, pemilik perusahaan pakaian P.T B.A Garment Indonesia. Yang perusahaannya, berada di seluruh Indonesia, dan, kini sedang berusaha untuk go internasional doakan saja semoga sukses. Aamiin! "


" *Jadi, beliau ini pemimpin perusahaan pakaian yang hampir bangkrut itu. Aku dengar, beliau itu tunangannya Nona Karina Lidia, aktris paling bersinar itu ! "


" Tidak mungkin*! "


" Rekan-rekan diharap tenang, jangan ribut. Jika ada pertanyaan silahkan bertanya! " ujar Yoga sang asisten.


" Apa tujuan anda memanggil kami kemari ? "


" Baiklah, saya akan mengumumkan tentang rencana pernikahan saya dan istri siri saya, Jihan Vania. Minggu depan, kami akan melaksanakan pernikahan ! "


Ckrek ... Ckrek...


Para jurnalis memotret, kemesraan calon pengantin tersebut.


"Mohon maaf, bukankah anda tunangannya Nona Karina Lidia? Walaupun tidak pernah dipublikasikan, tapi ada beberapa sumber kuat. Kalian, berdua memang sedang menjalin hubungan! "


" Sebenarnya, Karina memang calon istri saya. Akan tetapi, karena insiden yang tidak terduga. Akhirnya, saya menikahi wanita di samping saya ini secara siri. Dan, karena Karina tidak pernah menghubungi saya, semenjak di Amerika. Jadi, saya putuskan, jika wanita yang berhak menjadi istri saya adalah istri siri ku sendiri! "


" Woah ! " ujar para wartawan berbarengan.


" Jadi anda memutuskan hubungan pertunangan dengan Nona Karina ? "


" Benar, jadi saya putuskan untuk memilih Jihan. Bukan, Karina ! "


" Tuan, bagaimana jika Nona Karina patah hati? "


" Saya tahu dan menyadari soal ini sebelumnya. Jadi, jika dia patah hati, dan, memarahi atau memukul. Saya, akan menerima konsekuensinya. Karena, memang sayalah yang salah! "


" Permisi memotong pembicaraan, waktunya sudah habis. Dan, sekarang kita akhiri konferensi pers ini, Wassalamu'alaikum! " ujar Yoga menyela .


" Baik, terimakasih banyak Tuan Muda! "


Para jurnalis, satu persatu keluar dari ruangan tersebut. Dan, akhirnya hanya ada Jihan, Bisma, dan, Yoga saja dalam ruangan tersebut.


" Saya sudah atur semuanya, akan mendapatkan uang dan Snack box setelah ini ! "


" Baik Yoga, terimakasih ! "


" Iya, sama-sama Pak Bisma! "


" Oh iya, apakah kamu sudah mendapatkan W.O terbaik ? "


" Baik, lanjutkan penyelidikanmu ! "


" Siap Pak ! "


" Jadi penasaran, apa yang kalian bicarakan? "


" Maaf sayang, ini urusan pria. Jika sudah selesai, baru aku akan memberitahu kamu! "


Jihan, membalikkan tubuhnya, dia merajuk pada sang suami. Yoga yang melihat bos wanitanya itu, dia tersenyum manis. Jihan, begitu lucu, menurutnya .


" Sayang, kan Mas bilang nanti Mas akan memberitahu kamu! "


" Oke, janji ya ! "


Bisma, mengulas senyumnya, dia kemudian mengacak rambut sang istri.


" Iya janji! "


" Pak Bisma, Ibu Jihan. Saya pamit dulu ya, ada sesuatu yang harus saya kerjakan. Assalamualaikum! "


" Wa'alaikumusallam! "


" Mas, abis ini mau ngapain? "


" Kita ke ruang kerjaku yuk. Nanti, sore pulangnya. Hari ini, kita nikmati berdua saja. Kalau, sering-sering berduaan sama kamu, kali aja mas sepenuhnya jatuh cinta padamu! "


" Baiklah, apapun itu, asalkan Mas enggak mikirin Mbak Karina lagi ! "


" Kamu nakal Ji, sayangnya Mas tidak bisa menyentuh kamu sekarang ! "


Jihan tersenyum manis, dia mencium pipi sang suami.


" Cuma Pipi aja nih ? "


" Maunya apa ? "


" Disini ! " kata Bisma sembari menunjuk bibirnya.


Jihan, memejamkan matanya. Dia, mulai mengalungkan lengannya pada leher sang suami. Akan tetapi, Bisma justru menggendong tubuhnya ala koala.


" Ah, Mas ! "


" Sudahlah menurut saja ! "


Untungnya, kantor sedang sepi . Jadi, Jihan, dan Bisma saling menikmati ciuman satu sama lainnya. Tanpa, memikirkan adanya pengganggu.


" Terimakasih Sayang! "


Bisma, duduk di samping ranjang. Keduanya, baru saja, bermesraan. Bisma, menuntaskan hasratnya, dengan berimajinasi tentang Jihan. Sang istri, manut saja, karena dosa juga tidak menuruti keinginan suaminya. Mereka tidak berhubungan badan, hanya menatap wajah satu sama lain, dan Jihan membantu suaminya menuntaskan hasratnya.


" Nanti, seperti itu lagi ya kalau Mas lagi pengen! "


" Iya, daripada Mas cari wanita lain. Mendingan, Jihan aja yang memuaskan Mas ! "


" Istri yang baik, kalau begitu kita tidur siang dulu yuk. Setelah itu, kita jalan-jalan ke taman sehabis ashar! "


" Oke ! "


Karena, keduanya sudah mandi dan berganti pakaian. Kini, Bisma merebahkan tubuhnya di samping sang istri. Kebetulan, para karyawan sudah dipulangkan sejak pukul 12.00 siang ini.


" Sayang, Mas bahagia banget bisa menjadi suami kamu ! "


" Jihan juga, sangat bahagia bisa menjadi istri Mas ! "


" I love you, istriku! "


" I love you too suamiku! "


Bisma, dan, Jihan tidur sembari memeluk tubuh satu sama lain.


Sementara itu, Yoga, di ruangannya sedang, memeriksa data seseorang.


" Jadi, dia dulu tinggal di, Desa Mekarsari Cianjur. Aku, harus segera pergi ke sana. Guna, memastikan dia itu Karina atau Karena. Sungguh, mereka berdua sangat mirip, hanya saja berbeda tanda saja ! "


Dia, terus saja memikirkan bagaimana jika mereka kembar. Jadi, mantan istrinya itu kembaran Karina, atau, kemungkinan lainnya. Dimana, mantan istrinya itu, tunangannya Bisma hanya saja dia melakukan sedikit perubahan.


" Tidak bisa, aku harus memastikan ini terlebih dahulu. Jangan sampai, aku salah . Bismillah Aku harus bisa membongkar, siapa wanita itu sebenarnya! " batin Yoga.


Bersambung...