
Hari ini, Ema (ibu ) angkat Jihan datang mengunjungi Jihan yang berada di rumah sakit. Beliau, menangis saat melihat wajah sang putri angkat, yang dipenuhi luka lebam pada pipinya.
" Ya Allah Neng, kunaon atuh nepi ka kieu ? " ( Ya Allah Neng, kenapa atuh kok sampai begini ?)
" Teu nanaon, Ema. Jangan khawatir! "
" Ya Allah, Ema tuh benar-benar kaget diberitahu sama Pak Bisma. Beliau teh, menghubungi Ema, jadi emak nekat ke Jakarta! "
" Ema, Jihan kangen sama Ema ! ".
Jihan, memeluk tubuh sang ibu angkat yang sudah merawatnya dengan baik. Membuat, Maesaroh ibu kandung Jihan, cemburu melihat kedekatan putrinya dengan ibu angkatnya tersebut. Maesaroh menutup pintu ruang rawat inap, dan, di saat seperti itu, Bisma datang menghampirinya.
" Ma, kenapa kok cemberut gitu ? " tanya Bisma sembari mengerutkan keningnya.
Maesaroh menoleh ke arah sang menantu, dia menggeleng cepat sebagai jawaban.
"Ayolah, aku menantumu. Sudah lama kita saling kenal, dan, Mama sudah seperti Ibu kandungku sendiri! ".
Wanita paruh baya berjilbab itu, menghela napasnya. Dia, kemudian duduk di bangku tunggu dekat ruang pasien tersebut. Bisma, mengikutinya, karena sungguh dia begitu penasaran dengan tingkah laku ibu mertuanya tersebut.
" Hah, baiklah Nak Bisma, di dalam ada ibu angkatnya Jihan. Dan, Mama merasa sangat cemburu, melihat kedekatan mereka! "
Mendengar perkataan mertuanya, Bisma tersenyum lebar.
" Aih, aku kira kenapa, Ma jangan cemburu. Ingatlah, Ema Murniati yang merawat Jihan sejak kecil. Dari usia 2 tahun, hingga usianya 28 tahun. Hubungan mereka terjalin, bukan dalam waktu yang singkat loh Ma. Sekitar 20 tahunan lebih keduanya saling kenal, jadi, wajar dong kalau Jihan sangat menyayangi Ema ! "
" Hah, baiklah Nak Bisma. Mama , sekarang paham, seandainya dulu Mama bisa melindungi Jihan. Pasti, Jihan lebih mencintai Mama, dibandingkan Ema ! "
" Ayolah Ma, jangan cemburu lagi. Jihan, sangat mencintai anda, Jihan juga sangat cemburu, bila mendengar aku mengatakan tentang Jasmine yang sangat dicintai olehmu . Jadi, sebaiknya Mama tahan rasa cemburu itu ! "
" Hah, kamu memang selalu bisa meluluhkan hati Mama. Insyaallah Mama tidak akan cemburu lagi, semoga saja bisa ya ! "
" Insyaallah, Mama pasti bisa ! "
Tidak lama, setelah percakapan keduanya memasuki ruangan pasien. Ema, berpamitan untuk pulang, akan tetapi, Maesaroh tidak tega melihat ibu angkat Jihan pulang secepat itu. Apalagi, di kampung Murniati hanya sebatang kara.
" Ibu Murniati, sebaiknya anda tinggal disini saja. Menemani putri kami Jihan, anda di kampung juga hanya seorang diri bukan ? "
" Bagaimana ya, saya juga punya putri di sana !"
" Teteh Widya masih mengunjungi Ema? "
" Kadang-kadang sih Neng, tapi gimana ya kalau Ema tinggal disini nantinya akan merepotkan kalian! "
Bisma, menatap wajah ibu angkat Jihan.
" Ibu, Jihan sedang hamil loh. Masa tega sih, sebentar lagi ibu punya cucu ! "
" Eleuh...Eleuh, atuh kalau begitu mah, Ibu tinggal disini. Bolak-balik aja sebentar disini, sebentar di kampung ! "
" Apa enggak capek Ema ? "
" Ya sudah, kamu maunya gimana Neng? "
" Di sini dulu, temenin Jihan ! " kata Jihan memelas.
" Baiklah, Ema kalah ! " jawab Ema pasrah.
Walaupun sedikit cemburu, Maesaroh tetap tersenyum melihat kedekatan putrinya dengan ibu angkatnya, Murniati.
" Cemburu aku melihat kebersamaan mereka, tetapi Putriku sudah dirawat dengan baik olehnya. Terimakasih, Ibu Murniati, sudah mendidik Jihan menjadi anak yang baik! " batin Maesaroh.
" Ini yang aku rindukan dari Jihan. Alhamdulillah, Ya Allah sudah mempertemukan hamba dengan si Neng lagi ! " batin Murniati.
Sementara itu, Bisma tersenyum melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah mereka bertiga.
...----------------...
Tidak ada masalah dalam diri Karina, dia normal dan, tidak mengidap gangguan kejiwaan . Akan tetapi, bisikan-bisikan itu sering mengganggunya. Tatkala dia sedang tertidur, maka dia selalu merasa ketakutan, hatinya tidak tenang. Dan, selalu, ada bisikan seperti memintanya untuk bertaubat. Dia, benar-benar tersiksa, apa itu taubat, dia tidak tahu. Yang jelas, shalat wajib saja, dia kerjakan terakhir kalinya adalah saat di bangku SMA kelas X.
" Apa itu taubat? Aku tidak mengerti ! "
Karina, mencoba bertanya pada rekan satu selnya. Kini, dia memiliki teman, dan, wanita itu baru saja dimasukkan ke dalam sel tahanan ini, akibat tanpa sengaja membunuh perampok, yang hendak memperkosanya. Wanita muda itu, menangis sembari membaca Al-Qur'an dalam genggamannya.
" Assalamualaikum, Mbak ada apa ya ? "
" Bolehkah aku bertanya sesuatu? "
Wanita muda itu, mengangguk sebagai jawaban.
" Emm, anu apakah anda seorang selebriti ternama sekaligus model cantik, Karina Lidia itu benar tidak? "
" Ah iya, benar. Saya, Karina Lidia ! "
" Apa yang ingin anda tanyakan Nona ? "
" Bolehkah, saya bertanya. Apa itu bertaubat? "
Gadis muda itu, mengerutkan keningnya. Sungguh, bagaimana bisa seorang aktris yang dikenal baik itu, tidak tahu artinya bertaubat.
" Bismillah, jadi taubat itu kembali ke jalan Allah Ta'ala. Maksudnya, kita memohon ampunan atas segala perbuatan dosa kita, dan, membersihkan diri dari dosa di masa lalu. Setahu saya sih, begitu Nona Karina! "
" Oh begitu, kalau boleh tahu namamu siapa ? "
" Ah itu, saya Namira ! "
Gadis berjilbab itu, mengulurkan tangannya, dan, dibalas oleh Karina.
" Karina, senang bertemu denganmu! "
Entah mengapa, Karina seolah tertarik dengan apa yang dikatakan oleh Namira. Wanita cantik itu, merasa tenang saat berada di samping gadis itu.
...----------------...
" Pak Alif tunggu ! "
Alif, menoleh saat seseorang memanggilnya.
" Yoga ? Ada apa ? " Alif mengerutkan keningnya.
Pria tampan itu, merasa heran dengan kehadiran Yoga yang tiba-tiba tersebut.
" Bapak, anda sedang mencari jodoh kan ? "
" Loh, apa ini, kamu jauh-jauh datang ke kantor ini. Untuk, menghina aku yang jomblo ini kan ? "
" Aduh, bukan begitu. S...saya ingin meminta bantuan dari anda . Tolong nikahi adik saya ! "
" Apa maksudnya Yoga? Kamu gila ya? "
" Pak Bisma, adik saya itu depresi karena gagal menikah. Jadi, dia saat ini ingin bunuh diri. Kebetulan, dia berada di atas rooftop ini . Karena, kekasihnya adalah karyawan anda. Namanya Wiradana Kusuma, yang sudah menikah dengan HRD cantik bernama Sheila Meliana! "
Mendengar perkataan Yoga, Alif segera pergi ke lantai atas.
" Ikuti saya ! "
" Baik Pak ! "
Di *****Rooftop***** ****Kantor****...
" Kamu jahat, kamu sudah meninggalkan aku. Apa karena aku tidak pernah mau kamu sentuh, sehingga kamu menikahi dia yang saat ini sedang mengandung anakmu? "
" Gadis bodoh, siapa juga yang mau menikahi kamu. Keluarga kamu itu sok alim semua, aku harus ngaji lah, solat lah, dan paling terpenting aku tidak boleh menyentuh kamu. Padahal, aku sudah resmi menjadi tunangan kamu. Kalau mau bunuh diri, sudah sana loncat saja, aku tidak peduli lagi dengan wanita seperti kamu. Istriku, lebih cantik dan hebat dibandingkan kamu ! "
" Apa artinya cantik dan hebat, hanya bisa memberikan tubuhnya sebelum menikah? Itu, sama saja tidak menghargai diri sendiri, Naudzubillahi Min Dzalik ! "
Adik kandung Yoga, beserta tunangan, dan, selingkuhan tunangannya menoleh menatap kehadiran Alif, dan, Yoga yang tiba-tiba muncul tersebut.
" Kakak ? "
" Naomi, kemarilah! "
" Siapa dia ? " batin Naomi.
Bersambung