
Jihan, masih mendiamkan Bisma, wanita cantik itu tidur di kamar putrinya. Tetapi, bukan Bisma namanya jika tidak nekat.
" Sssst, sayang jangan berisik ya. Papa, mau bawa Mama ke kamar lagi, bolehkan ? "
" Papa berantem ya sama Mama ? "
Bisma, mengangguk, membuat Aqila menepuk jidatnya.
" Haduh, pantas saja Mama, dari tadi enggak ceria . Lesu banget, jadi penyebabnya, Papa ya ? "
" I...iya Nak ! "
" Gara-gara Tante Karina kan ? Sudah berapa kali Aqila bilang, Papa jangan pernah membahas tentang wanita lain dihadapan Mama. Kasihan Mama, cemburu kan jadinya! "
" Iya Nak, Maafkan Papa ! "
Aqila, menghela napasnya.
" Lain kali, jangan pernah membicarakan tentang Tante jahat lagi. Aqila aja enggak suka sama Tante itu, apalagi Mama ! "
Aqila, mempoutkan bibirnya lucu. Dia, menunjukkan ketidaksukaannya terhadap Karina.
" Sejak dari dulu kamu membencinya kan Aqila. Kini, papa tahu, sifat asli dari Tante Karina! "
" Semoga saja, Papa memang membencinya. Karena, Aqila tidak ingin menjadi anak sambung, dari wanita seperti Tante jahat itu ! "
" Baiklah, Papa berjanji! "
" Silakan, bawa Mama ke kamar. Ingat, jangan pernah membicarakan tentang Tante itu lagi didepan Mama ! "
" Iya iya, cerewet sekali kamu. Papa janji, sekarang kamu puas ? "
Aqila, terkekeh geli, dia memegangi perutnya.
" Ya Allah, Anakku ini benar-benar dewasa sebelum waktunya. Sampai pusing aku, dibuatnya ! " batin Bisma.
Bisma, menggendong tubuh sang istri, sedangkan, Aqila mengikutinya, dan, menutup pintu kamarnya sendiri.
" Aqila senang kalau Papa mencintai Mama. Soalnya, Mama Jihan baik banget sama aku. Selain itu, Mama sedang hamil anak Papa, jadi sebentar lagi Aqila, akan memiliki adik . Terimakasih Ya Allah! "
Gadis kecil itu, menaiki ranjangnya, dia mengambil foto ibu kandungnya yang berada dibawah bantal. Mengusapnya, kemudian menciuminya tidak lupa setelah itu dia memeluk bingkai foto tersebut.
" Mama, Aqila juga sayang Mama. Walaupun, Mama enggak ada. Tapi, Aqila benar-benar menyayangi Mama. Really sorry, Aqila juga menyayangi Mama Jihan seperti Aqila menyayangi Mama. Karena, berkat kehadirannya, Aqila, bisa merasakan kebahagiaan. Mama, yang tenang ya disana Aqila sayang Mama ! "
Setelah mengucapkan hal itu, Aqila, mencium bingkai foto yang berisi gambar ibunya tersebut. Kemudian, berdoa sebelum tidur, dan, memejamkan matanya.
Sementara itu, Bisma, membaringkan tubuh sang istri kemudian dia menyelimuti tubuhnya. Tidak lupa, pria itu mengecup kening, dan, hidung sang istri.
" Sayang, Jangan marah terlalu lama. Aku rindu, maafkan aku, lain kali, aku tidak akan membicarakan tentangnya lagi. I love you, my wife! "
Setelah berbisik pada telinga sang istri, Bisma kemudian pergi ke luar, dan, menutup pintunya.
" Malam ini, aku harus menyudahi hubungan ini. Jujur saja, aku masih mencintainya, tapi , aku tidak ingin kehilangan Jihan. Maka dari itu, aku putuskan untuk memilih Jihan, daripada memilih Karina. Ternyata benar kan, feeling Aqila memang kuat, wanita itu bukanlah wanita yang baik ! " batin Bisma.
Bisma, ke lantai 3 dimana tempat kerjanya disana. Dia, memasuki ruangan tersebut, menyalakan lampunya. Dan, menyalakan laptop kerjanya. Dia, melihat video tentang perselingkuhan sang kekasih dibelakangnya.
" Astaga, dia benar-benar Jalanx. Wanita sepertinya, benar-benar memuakkan. Cantik, dan, seksi, untuk apa aku mempertahankan dia. Karina, pengkhianatan ini, aku akan membalasnya dengan hal yang lebih kejam lagi ! "
Bisma, menghubungi Asistennya, dia meminta agar menemukan alamat Karina tinggal sekarang juga.
" Tuan Muda, ternyata Nona Karina, sudah berada di Indonesia. Dia, saat ini sedang bersama sutradara bernama Anton ! "
" Baik, dimana kira-kira! "
" Menurut orang suruhan kita, dia berada di Bali ! "
" Apa? Bali ? "
" Benar, Tuan Muda ! "
" Baik, kalau begitu sebaiknya, kau segera cari wedding organizer terbaik di Jakarta ini. Setelah itu, buat pengumuman resmi. Jika, pemilik Perusahaan pakaian ternama Bisma Abimanyu, akan menikah dengan wanita pilihannya, Jihan Vania. Aku ingin melihat reaksi Karina dengan adanya berita ini ! "
" Baik Tuan Muda, saya akan melakukan tugas dengan baik! "
" Baiklah, selamat berjuang Yoga. Assalamualaikum ! "
" Wa'alaikumusallam! "
...****************...
Jihan, terbangun dari tidurnya dia menatap sekeliling kamar tersebut. Dia mengusap matanya, mencoba melihat dekorasi kamar tersebut. Dia heran, mengapa bisa dirinya berada di kamarnya bersama sang suami.
" Loh, kok bisa sih. Bukannya, aku sudah tidur bersama Aqila ya ? "
Cklek ...
Jihan, menatap seseorang yang tengah membuka pintu kamar, dan, menutupnya lagi.
" Sayang, mengapa kamu bangun? "
" Tidak tahu, aku juga bingung. Mungkin, aku tidak membaca doa ! "
" Ya, berdoa dulu makanya ! "
" Mas Bisma, mengapa kamu memindahkan aku kemari ? "
" Aqila yang memanggilku, bukannya dia tidak sayang kamu. Tapi, dia kasihan melihat ibu sambung, dan, adiknya berdesakan tidur di ranjangnya ! "
" Ya ampun, ranjang itu luas loh padahal. Dasar, anak itu, sepertinya memang ini ada campur tangan Mas Bisma di dalamnya ! "
" Tidak ada, anak itu sendiri yang menghampiri aku. Dan, meminta aku memindahkan kamu kemari ! "
" Baiklah, terserah! "
" Sayang, kamu jangan marah begitu. Aku benar-benar minta maaf padamu, aku berjanji untuk tidak membicarakan tentangnya lagi! "
" Alah, janji janji terus. Nyatanya, tidak pernah ditepati! "
" Sayang, aku mohon berhentilah marah . Kasian bayi kita, dia akan mendengar perkataan kita di sini ! "
Bisma, menyentuh perut rata istrinya. Ternyata, hal itu ampuh membuat Jihan terdiam. Sehingga, wanita itu, tidak mengeluarkan kata-kata pedasnya lagi.
" Sini, Mas peluk kamu ! "
Jihan, menurut, dia duduk di pangkuan sang suami. Sembari mengalungkan lengannya, pada leher sang suami.
" Bagaimana, masih marahkah ? "
Jihan, menggeleng.
" Baiklah, apa yang mau kamu lakukan ? "
" Mas, Jihan lapar! "
" Tunggu di sini, Mas akan minta bantuan Bibi Julia ! "
" Enggak mau, aku maunya Mas gendong aku sampai dapur. Nanti, Mas bikinin aku sandwich . Jangan menolaknya, Mas mau anak kita ileran ? "
" Naudzubillah, Jihan jangan berbicara seperti itu. Mas tidak suka ! "
" Baiklah, Maafkan aku ya ! "
Jihan, memeluk leher sang suami dia mengecup pipi pria tampan itu.
" Ya ampun, mana bisa aku menolak keinginan kamu. Jika kamu, begitu manja ! "
Bisma, menggendong tubuh sang istri ala koala. Dia, yang sudah berpengalaman tentang, memanjakan istri yang mengidam, akhirnya menuruti keinginan Jihan. Walaupun, lelah, pria itu tetap dia membuatkan sandwich untuk Jihan. Ya memang, masih belum terlalu malam, karena, para maid juga baru saja memasuki kamar mereka masing-masing.
" Bagaimana, enak tidak? "
" Alhamdulillah, enak Mas! "
" Ya , makanlah setelah itu, kamu ikut mas ke ruang kerja ya. Kan, enggak boleh tidur dulu sebelum 1 jam ! "
" Iya Mas tenang aja, aku kan tadi udah tidur. Insyaallah kuat nemenin kamu ! "
" Oke, awas ya kalau ngantuk, aku ci*m nih ! "
" Enggak apa-apa, ketimbang ci*m doang mah kan udah biasa hehehe! "
Bisma, tersenyum lebar, istrinya kini mulai nakal.
Bersambung...