Papa, I Need A Mama

Papa, I Need A Mama
Episode 31



" Maaf Bu, mengapa anda memanggil saya dengan panggilan seperti itu ? "


Maesaroh, menatap Jihan lembut.


" Nak, tolong jelaskan pada adikmu! "


" Jihan, duduklah ! "


Jihan, mengangguk, dia, duduk di sofa panjang nan mewah di ruang kerja Alif tersebut. Tempat, yang pernah dia lihat sebelumnya, saat menjadi asisten pribadi Alif, yang hanya dua hari tersebut.


" Baik, Kak ! "


Setelah duduk, Alif, kedua orang tuanya, beserta Asisten pribadinya duduk bersama melingkari tempat duduk itu.


" Sebenarnya ada apa sih? Mengapa mereka berkumpul dan, mengajakku kemari? " batin Jihan.


" Jadi begini, Hasanuddin tolong jelaskan! "


" Baik, saya mewakili Tuan muda Alif, akan menyampaikan informasi tentang anda Nona Jihan. Jadi, sebenarnya anda adalah, putri kandung dari Ibu Maesaroh, dan, Bapak Hendrawan Samiaji. Dan, anda juga merupakan adik kandung dari Alif Hendrawan. Putri yang hilang, 22 tahun yang lalu, sudah ditemukan kembali. Dengan demikian, anda tidak lain adalah Nona Muda kediaman Hendrawan pemilik Perusahaan H. S Group Indonesian! "


Jihan, meneguk salivanya.


" J...Jadi, aku anak orang kaya? "


Spontan, keluarga Jihan mengangguk serempak menjawab pertanyaan darinya.


" Otakku tidak bisa berpikir jernih, Ya Allah apa yang harus aku lakukan? " batin Jihan. H


" Jadi, dulu Papa, dan, Mama terlibat konflik dengan keluarga pamanmu. Mereka, serakah, ingin mendapatkan warisan dari Kakek dan Nenek kamu. Padahal, jelas-jelas keduanya sudah diberi bagian. Karena, tidak terima kalau Papa yang harus menjadi pemimpin perusahaan, yang dulunya masih sangat kecil, dan, sedikit saham itu. Sehingga, mereka menculik kamu sayang. Saat itu, Jasmine sudah berusia Empat tahun. Karena, Mama, dan, Papa begitu merindukanmu. Sehingga, kami mau merawat Jasmine, dan, memasukannya ke daftar keluarga kita. Dia, yang notabenenya anak diluar nikah. Sofia, dan, mantan bos Papa. Mereka, tidak jadi meminta Jasmine kembali, karena, Jasmine sudah berada di keluarga kita. Tetapi, memang dasarnya mereka adalah suami-istri yang suka sekali kemewahan mereka berkata jika ingin membesarkan Jasmine, maka kami harus memberikan uang saku pada keduanya ! "


Hendrawan, menghela napasnya. Sedangkan, Jihan, tetap dalam keadaan bingung, masih mencerna kata demi kata yang keluar dari bibir pria, yang mengaku sebagai Ayahnya.


" Kamu tahu, seharusnya yang menikah dengan Bisma adalah kamu, bukan Jasmine. Sungguh Papa kesal sekali, dimanfaatkan oleh pasangan durjana tersebut. Sampai-sampai, kakak kamu hampir saja menikah dengan anak kedua mereka. Untungnya, kakakmu Alif, dia pemberani ! "


" Sayangnya, saya sudah menikah dengan Mas Bisma! "


" APA? "


Papa, dan, Mama Jihan, beserta Asisten pribadi Alif, tidak dapat membendung lagi keterkejutannya. Begitu juga Alif, dia menggebrak meja, membuat mereka terkejut. Jihan, ini memang polos, tidak bisa dia berbohong pada orang, apalagi kedua orang tua kandungnya.


" I...itu keinginan Abah, beliau mau melihat saya menikah sebelum ajal menjemputnya! "


" Apa Abah sudah meninggal Ji? "


" Iya Kak Alif! "


" Abah itu siapa ? "


" Abah itu, Bapak angkat saya, Bu... Eh Mama ! "


Maesaroh tersenyum, dia kemudian memegangi tangan putrinya yang sedang berada di sampingnya.


" Baiklah, semuanya sudah terjadi, jangan dipermasalahkan lagi ! "


" Ma, bagaimana sih , Bisma akan menikah dengan si aktris itu. Lalu, bagaimana dengan Jihan ? Coba Mama pikir deh ! "


" Bisma, istighfar masa kamu berkata dengan nada tinggi kepada Mama sih ? "


" M...maaf Pa ! "


" Sudahlah, kasihan Jihan. Nak, maukah kamu menjelaskan tentang pernikahan kamu dengan Bisma? "


" I...Em Mama, sebenarnya kami menikah secara siri. Mas Bisma, dia berniat untuk menikah dengan Mbak Karina secara hukum maupun agama. Jadi, aku akan tetap menjadi istri sirinya ! "


" Jihan, apa Kakak enggak salah dengar? Dik, kamu istri pertamanya, mengapa kamu rela Bisma, menikah dengannya, bahkan mereka akan menikah secara hukum. Orang, akan mengira kamu pelakor. Padahal, kamu istri pertamanya, bukan dia ! "


Jihan, menatap wajah sang kakak.


" Kakak tapi, aku sangat mencintai Aqila. Dia, sudah seperti anak kandungku sendiri! "


" Sudahlah, kasihan Jihan. Jangan ada yang membahasnya lagi, kita nikmati saja kebersamaan kita hari ini . Karen, Jihan pasti akan kembali pada Bisma! ".


Jihan menatap wajah sang Kakak, dia mengangguk mengiyakan dan memeluk tubuh kekar kakaknya .


" Papa tidak kamu peluk Nak ? "


Jihan, menoleh ke belakang, dia tersenyum dan memeluk tubuh Ayahnya.


" Ba...Papa, maafkan Jihan ya. Seharusnya, Papa yang menjadi wali ! "


" Sudahlah, yuk kita ke kafe bareng. Jam segini enaknya ngemil loh! "


Wajah Jihan begitu cerah saat mendengar kata "ngemil " sungguh wanita itu sangat menyukai makanannya.


" Eh tunggu, untuk sementara ini. Tolong, rahasiakan semuanya dari Mas Bisma. Karena, aku dan dia sudah menikah. Jadi, sudah seharusnya aku mematuhi perintah darinya! "


" Baiklah! "


...----------------...


Mereka, sampai di restoran bintang lima di kawasan Menteng Jakarta Pusat.


" Jihan, kamu kalau ada apa-apa bilang ke Papa, dan, Mama. Sama seperti dulu Jasmine, sering mengadukan Bisma, yang masih berhubungan dengan Karina ! "


Jihan, menggeleng,


" Tidak Pa, Jihan bisa mengatasi masalah rumah tangga sendiri kok. Kecuali, kalau masalahnya sudah sangat berat, baru, Jihan bakalan mengadukan suami Jihan pada kalian! "


Mereka, serempak mengangguk. Hasanuddin, walaupun dia asisten pribadi Alif, tetapi dia sudah dianggap seperti keluarga. Jadi, dia ikut makan bersama, dengan keluarga bosnya.


" Jihan ? "


Bisma, dari kejauhan memicingkan matanya. Dia, yang hendak membeli makanan kesukaan istri, dan,anaknya itu sedang berbelanja di cafe Doa Ibu Menyertaiku. Dia, mendapati sang istri, tengah bersenda gurau dengan kedua mantan mertuanya. Tanpa basa-basi lagi, dia menghampiri sang istri.


" Assalamualaikum! "


" Wa'alaikumusallam Warahmatullahi Wabarakatuh ! "


" Eh, Nak Bisma, ayo duduk! "


Bisma, mengangguk


" Baik Ma, terimakasih! "


Maesaroh, berbisik pada suaminya. " Pa, kamu pindah di samping Alif gih, biar Bisma duduk sama Jihan ! "


Suami Maesaroh, Hendrawan mengangguk, dia, kemudian berpindah ke samping Alif.


" Mamamu yang menyuruh Papa pindah ! "


" Baiklah, wajar Kok, suami istri memang harus berdampingan bukan ? "


Hendrawan mengangguk, sebagai jawaban.


Bisma, berbisik pada telinga sang istri " Sayang, jelaskan mengapa kamu bisa bersama mereka. Bukankah, kamu masih tertidur di ruangan istirahat? "


Jihan menatap wajah sang suami, " Sayang, nanti aku jelaskan setelah kita pulang ya, untuk saat ini , jangan banyak bertanya. Makanlah makananmu, aku sudah membantu memotongnya untukmu ! "


Bisma mengangguk, dia kemudian memakan makanannya. Bahagia rasanya, mendengar Jihan memanggilnya" Sayang" bukan Mas, atau Pak lagi, tapi sayang.


" Bisma, kamu kenapa? Kok senyum-senyum sendiri sih! "


Bisma, menggeleng, dia kembali fokus, pada makanannya.


" Bisma, ingat ini baik-baik. Aku, tidak akan pernah tinggal diam. Jika, kamu menyakiti adikku, maka aku akan memastikan kamu akan menyesal, telah menyakiti hatinya. Aku, Alif Hendrawan, kakak Jihan, siap untuk menghajar kamu, baik itu bisnismu, maupun, fisikmu " batin Alif.


" Kalau dia, membuat anakku kecewa. Aku pastikan dalam satu malam, perusahaan kedua orang tuanya, akan kubuat bangkrut, astaghfirullah. Pamali ya ini, sungguh Ya Allah, ini diluar nalar !"


Bersambung...