
Karina, datang dengan tergesa-gesa. Walaupun dia lelah karena, ikut berdesakan dengan orang lain di bandara. Wanita itu, tetap berniat untuk menemui sang kekasih. Dia, meminta supir pribadinya menjemputnya, dan, membawanya ke gedung perusahaan Bisma.
" Agak cepat sedikit bisa enggak sih ? "
" Mohon maaf Nona, sedang macet ! "
" Pinggirkan mobil, cepat ! "
Karina, menghela napasnya kasar, dia memukul kaca jendelanya. Benar-benar kecewa, dan, benci dengan situasi ini.
" Aku turun! "
Setelah berdebat dengan pikirannya, akhirnya Karina, turun dari mobilnya. Dia, meminta supir untuk tidak mengantarnya. Dia, berlari menuju perubahan Bisma.
" Hanya lima menit dari sini, aku tak perlu menaiki mobil. Aku belum bisa tenang, sebelum mendengar langsung dari kekasihku! " batin Karina.
Dia tidak peduli, dengan keselamatan dirinya. Karina, terus berlari, begitu sampai di depan perusahaan Bisma. Dia kelelahan, akhirnya wanita muda itu membeli air mineral kemasan di kantin khusus karyawan. Setelah hilang rasa hausnya, akhirnya Dia bergegas menuju resepsionis perusahaan dan menanyakan tentang Bisma.
" Oh iya, Kebetulan Pak Bisma sudah ada di ruangannya ! "
" Baik, terimakasih! "
Karina, segera berlari menuju lift khusus CEO. Dia, sudah biasa dengan hal itu, sehingga tidak ada yang bisa melarang wanita itu.
" Dia siapa ya ? "
" Itu, tunangannya Pak Bisma, eh mantan maksudnya ! "
" Oh begitu! "
Karina, baru saja sampai di lantai 20 dimana itu adalah ruang kerja Bisma . Dilihatnya, ada seorang office boy, dia memanggil orang tersebut.
" Iya Nona ada apa ya ? "
" Sini biar saya yang bawakan ke ruangan kerja Bisma ! "
" Aduh, saya tidak berani Nona. Ini pekerjaan saya! "
" Ayolah, Saya kasih upah 5 juta mau enggak ? "
" Oke, silakan! "
Office boy itu, memberikan nampan berisi jus alpukat buatannya untuk Bisma.
Beberapa Menit Kemudian
" Aduh Pak, maafkan saya. Sepertinya, saya tidak bisa. Tolong antarkan ini pada Pak Bisma! "
" Oalah, ya sudah sini Nona ! "
Pria bertubuh kurus itu, segera membawakan nampan berisi jus alpukat tadi.
Tok ... Tok... Tok...
" SIAPA ? "
" Yanto, Pak Bisma! "
" Masuk Yan ! "
" Baik ! "
Pria yang bernama Yanto itu, segera membuka pintu ruangan kerja bosnya.
" Jus alpukatnya sudah jadi Pak, selamat menikmati! "
" Oke, terimakasih Yanto ! "
" Sama-sama! "
Yanto segera pamit keluar, dan pria itu dikagetkan oleh Karina yang menarik tangannya.
" Bagaimana, apakah Pak Bisma meminumnya? "
" Ya Allah Nona, anda ini mengagetkan saya saja. Tentu, beliau sangat menyukai jus buah, jadi beliau langsung meminumnya ! "
" Oke, ini uang 5 juta buat kamu. Terimakasih ya ! "
" Banyak sekali ini, saya cuma mengantarkan jus loh ! "
.
Karina, menggeleng, lalu dia tersenyum manis.
" Tidak apa-apa, ini rejeki kamu. Jangan ditolak ya, terimakasih! "
Karina, berlalu pergi, sedangkan O.B tersebut memandangi punggung wanita itu dengan tatapan heran.
" Aku tunggu 30 menit, dia akan bereaksi! " Karina tersenyum miring.
Setelah berdandan rapi, membeli pakaian yang seksi. Wanita berambut panjang bergelombang itu, kini berjalan memasuki ruang kerja Bisma. Dia, sudah melakukan persiapan untuk menjebak pria yang sangat dicintainya tersebut.
Tok...Tok... Tok
Bukannya keluar, Karina justru masuk. Dia memiliki kunci cadangan, karena Bisma memberikannya saat keduanya masih berhubungan baik.
" Hai sayang ! " wanita cantik itu tersenyum menggoda sang pria.
Sedangkan, Bisma menatapnya heran.
" K... Karina, kamu kembali? "
" Mengapa kamu begitu terkejut. Aku kembali untukmu, sayangku! "
Karina, dengan seenaknya dia duduk di pangkuan Bisma. Wanita itu, mengalungkan lengannya pada leher sang pria. Sedangkan, Bisma menahannya, dia menghempaskan tubuh Karina pada sofa panjang tersebut.
" Apa yang kau lakukan? "
" Ya ampun, Bisma Bisma, aku tahu kamu sedang menahan sesuatu! "
Bisma, memejamkan matanya. Dia, mencoba untuk bangkit. Tapi, sayang Karina mengalungkan lengannya lagi pada leher pria itu, wanita itu memaksa mencium bibir pria itu. Bisma yang sedang berhasrat ingin bercinta entah bagaimana ceritanya dia membalas ciumannya. Keduanya kini saling membelit bibir satu sama lainnya. Kini, Karina, berada di pangkuannya. Karina, merangsang syahwat pria itu dan ternyata berhasil.
BRAK...
" Mas Bisma! "
Mendengar suara istrinya, Bisma sadar kembali.
" Astaghfirullah'aladzim, apa yang aku lakukan? "
Dia mendorong tubuh wanita yang sedang berada di atasnya tersebut. Dia, menoleh ke arah sumber suara. Dilihatnya, Jihan sedang berdiri mematung menatap nanar kearahnya.
" S... sayang Mas bisa jelaskan, kamu jangan salah paham! "
Bisma, menghampiri Jihan, dia menggenggam tangan sang istri. Tetapi, Jihan, menghempaskan tangannya.
" Jangan sentuh aku ,dengan tangan kotormu itu ! "
" Sayang, kamu salah paham, dia yang menggodaku! "
Jihan, menatap wajah Karina. Bukannya takut, Karina justru menghampiri wanita cantik itu.
" Hei Jihan, kamu itu pelakor. Bukan aku, mengapa kamu seolah-olah korban? Dasar tidak tahu malu ! "
Karina, menyindir istri siri Bisma. Sedangkan, Bisma mencoba untuk menghalangi Karina.
" Diam Kau ! " Bisma menyela.
" Loh, bener kok. Dia, itu merebut kamu dari aku Bisma. Kamu, tuh harusnya membelaku , bukan dia ! "
Bisma, yang masih berhasrat mencoba menenangkan pikirannya. Dia, benar-benar bingung harus bagaimana. Sekarang, hasratnya saja belum tuntas, ditambah kedua wanita yang sangat dia cintai berada di ruangannya.
" Mas, Pilihan ada ditangan kamu. Aku atau dia, siapa yang akan kau pilih? "
" Jangan percaya diri, Bisma pasti memilihku. Dia, sangat mencintaiku, buktinya pertahanannya goyah. Dia, asyik membalas semua sentuhanku, lihatlah disini ada tanda cintanya ! "
Jihan, menatap leher Karina. Benar, disana ada tanda kemerahan dan sepertinya itu adalah tanda yang Bisma berikan padanya.
" Mas, jawab aku . Siapa yang kamu pilih? "
Tidak bisa lagi, Jihan menahan butiran bening yang sedari tadi ditahannya. Dia, benar-benar lemah, hanya karena pria tampan yang berada didepannya ini.
" Aku, "
" Cukup, aku sudah tahu. Selamat tinggal Mas !"
Jihan, berlari sembari memegangi dadanya yang terasa sesak tersebut.
" Sial, ini semua karena mu ! "
" Lah, kok aku sih. Aku juga korban Bisma, aku ini tunanganmu, bukan dia ! "
Tidak ingin kehilangan Jihan, Bisma berlari sekuat tenaga. Untungnya, Jihan masih berada di dalam lift, dengan segera Bisma menaiki lift tersebut sebelum tertutup. Dia menahannya, dan, memaksakan diri untuk masuk. Usahanya pun, tidak sia-sia, pria itu berhasil masuk ke dalam lift. Sementara itu, Jihan membuang mukanya, dia tidak ingin menatap pria tampan yang berada di sampingnya ini.
" Aku dijebak! "
Jihan, masih bergeming, tidak ada niatan untuk menanggapi ucapan suaminya tersebut.
" Aku tahu, kau marah, dan, kecewa. Karena, aku sudah menyentuh wanita itu, tapi sayang aku mohon maafkan aku! "
Jihan menatap wajah sang suami, dia tidak bisa menjawab apapun yang suaminya katakan. Dia, tidak sanggup, yang bisa dilakukannya hanya menangis. Sungguh, hatinya begitu terluka saat ini. Suaminya sendiri, menyentuh wanita lain, yang bahkan lebih cantik dan seksi dibandingkan dirinya.
" Kamu berbohong, Mas ! "
" Aku minta maaf, tolong jangan seperti ini. Aku mencintaimu Jihan, bukan dia. Karina, menjebakku, setelah minum jus alpukat aku begitu bergairah, hasrat ingin bercinta itu muncul. Dan, saat dia naik pada pangkuanku, aku tidak sadar . Aku melihatnya, seperti aku melihat kamu didepan ku! ".
" Menjijikkan, aku tidak ingin mendengarnya lagi. Aku ingin bercerai saja, mari kita akhiri hubungan ini ! "
Ting...
" Yaaaaak, Apa yang kau lakukan ? "
Bersambung...