Papa, I Need A Mama

Papa, I Need A Mama
Episode 14



California, Amerika Serikat.


" Aku sudah berhasil membeli mansion untuk kita berdua sayang ! "


" Oh, really? "


" Yes darling, aku membeli mansion di Beverly Hills 1210 Benedict Canyon Dr. ! "


Karina, memeluk Sugar Daddy nya, dia benar-benar bahagia saat mendengar perkataannya.


" Ah, thank you honey. Aku benar-benar terharu ! ".


" Ya sudah, tanpa membuang waktu lagi. Kita, harus segera, mengemasi barang-barang kita. Dan, pulang ke rumah baru kita ! "


" Yes honey, ayo jangan buang waktu lagi ! "


Karina, mengalungkan lengannya pada leher sang sugar daddy-nya tersebut.


" Jangan seperti ini sayang, Bisa-bisa aku khilaf lagi ! "


" Baiklah ! "


Setelah bersiap-siap, keduanya segera turun dari lantai atas ke lantai bawah. Mereka, akan check out hari ini. Satu Minggu, menginap disini menghabiskan biaya sekitar 48 juta jika dirupiahkan, atau sekitar 3 Juta dolar As. Akan tetapi, bagi Robert Dewanto itu cukup murah.


Robert Dewanto, pria keturunan Amerika-Indonesia berusia 48 tahun itu, memiliki kakak yang tinggal di sini. Sehingga, memudahkan dia untuk membeli sebuah mansion untuk kekasihnya, Karina . Sekitar 100 juta dolar, atau sekitar 1 triliun jika di rupiahkan. Perjalanan, dari hotel ke manson mereka memerlukan waktu selama kurang lebih 20 menit. Akhirnya, Robert memarkirkan mobilnya di area parkir. Dan, segera memerintahkan para bawahannya untuk membawakan koper dirinya, dan, juga Karina.


" Wah, ini benar-benar keren sayang, I love it ! "


" Baguslah kalau kau suka, aku senang darling! "



(Gede banget yak, tapi haram. Jangan ditiru si Karina ini, pamali. 🤧 Sumber Gambar : Mbah Google)


" Sayang, ayo masuk ! "


" Ayo, honey! "


Karina, merangkul lengan sang kekasih, dia bergelayut manja. Dengan senang hati, Robert membawanya masuk ke dalam istana mereka.


...----------------...


" Nak, menurutlah kasian Abah. Masalah cinta, setelah menikah nanti mungkin akan datang dengan sendirinya! "


Jihan, terus-menerus menangis. Dia bingung, haruskah dia menuruti keinginan ibu angkatnya untuk menikah dengan Bisma? Sedangkan, dia tahu faktanya Bisma sudah memiliki tunangan, dan, akan segera menikah.


" Ema, Jihan tidak mau hikkss ! "


" Kalau tidak mau, tidak apa-apa Nak. Mungkin, ini takdir Allah Ta'ala, Abah harus pergi meninggalkan kamu. Tolong jaga, Ema... ! "


Melihat Ayah angkat dari Jihan yang sedang kritis, Bisma menarik Jihan untuk mengikutinya.


" Kamu tidak kasihan dengan ayahmu ? Lihatlah, beliau sedang kritis Ji. Bagaimana bisa kamu masih menolakku? Okey, kamu tidak mencintai aku. Begitu juga sebaliknya, hatiku hanya milik Karina. Tapi tolong, pikirkan orang-orang yang kita cintai, aku menikahi kamu karena Aqila. Lihat Abah, bagaimana dia begitu tersiksa dengan keadaan ini. Dia, tidak rela, meninggalkan kamu. Karena, masih ada beban yang belum, diselesaikannya, yaitu melihat kamu menikah! "


" Baiklah, saya mau menikah dengan anda Pak ! "


" Kalau begitu, kita masuk ke dalam! "


Di ruangan ini, hanya ada Ibu, Kakak ipar Jihan, Bisma, Abimanyu, dan, Jihan sendiri. Sementara itu, Widya, dan, Aqila berada di rumah. Jihan, meminta Widya, untuk menjaga Aqila, karena, wanita itu sedang hamil. Takut, terjadi sesuatu pada kakak angkat nya tersebut.


" Ema, Jihan , mau menikah dengan Mas Bisma ! "


" Baiklah, teguh tolong cari penghulu! "


Setelah 5 menit mencari penghulu, akhirnya keduanya bisa melangsungkan ijab qobul. Karena, Jihan anak angkat jadi, menggunakan wali. Setelah ijab qobul, Abah mengembuskan napas terakhirnya. Dia, mengucapkan kalimat tauhid, sembari tersenyum.


" Masyaallah kematian yang indah untuk Abah ! " batin Teguh.


Pria tampan itu menangis, sembari memeluk tubuh ibu mertuanya.


" ABAH, jangan tinggalkan aku! " ujar Jihan.


" Ya Allah ! " ujar Ema lirih.


" Sudahlah, jangan seperti itu, kasihan Abah ! " Bisma berbisik di telinga Jihan.


" Sabar ya, ada aku disini. Aqila, juga kita akan melalui semuanya bersama! "


" Tapi Bapak milik Mbak Karina, bukan saya. Terimakasih sudah mau menenangkan saya, setelah ini kita bercerai saja Pak ! "


Bisma, tidak mendengarkan ucapan Jihan. Dia, berpura-pura tuli. Supaya, gadis itu diam, jika dia menjawab pasti gadis ini akan bertindak ceroboh lagi.


...----------------...


Bisma, dan, ayahnya membantu proses pemakaman mertua, dan, juga besan mereka. Jihan, memeluk tubuh ibu angkatnya, sedangkan, Widya harus berada di rumah bersama dengan Aqila. Setelah jenazah, sudah dikuburkan. Kini, mereka berdoa agar Allah Ta'ala mengampuni dosa-dosa Abah, dan, ditempatkan di tempat yang terbaik.


" Ibu, Jihan, ayo kita pulang! "


Jihan menatap wajah suaminya, dia meminta izin untuk menemani ibu angkatnya.


" Mas, biarkanlah Ema melepaskan rindunya pada Abah! "


" Baiklah, aku akan menemanimu disini ! "


Walaupun dia tidak mencintai Jihan, Bisma tetap memberikan perhatiannya. Dia, tidak ingin istri, dan, ibu mertuanya itu kenapa-napa. Sedangkan, Ayah Bisma, pulang bersama kakak iparnya, Teguh. Di makam kini hanya ada, Bisma, Jihan, dan ibu mertuanya.


" Ema, minta waktu 5 menit lagi disini, sungguh Ema masih belum ikhlas ditinggalkan oleh Abah. Rasanya, seperti mimpi saja ! "


" Sabar Ema, Jihan juga sedih. Kalian berdua, merawat Jihan begitu tulus, seperti layaknya anak kandung kalian sendiri. Terimakasih! "


Jihan, memeluk tubuh ibu angkatnya. Sedangkan, Bisma menatap haru kebersamaan mereka.


" Sudah yuk, nanti Ema malah tidak kuat lagi lama-lama disini ! "


" Baiklah, kita pulang ya ! "


" Ayo Nak, menantuku! "


" Baik, Ibu, Ema ! " ujar Bisma dan Jihan bersamaan.


Begitu sampai rumah, Bisma dikejutkan dengan kebersamaan suami dan istri yang membuat penyakit jantung Abah kumat. Keduanya, kini menangis sembari memeluk tubuh satu sama lainnya. Sedangkan Aqila, putrinya itu memeluk tubuh sang ayah. Pasangan tersebut, kemudian bersujud di kaki Ibu Jihan, mereka meminta maaf. Mereka, mengaku masih terlalu labil dalam menghadapi masalah ini. Keduanya, memutuskan untuk rujuk, walaupun Widya sedang hamil, belum tentu itu anak selingkuhannya. Dia, bertekad untuk bertaubat. Sedangkan, Teguh, diapun sama, akan menerima istrinya apa adanya. Dan, memulai semuanya dari awal lagi.


" Kalau itu keputusan kalian, Ema, tidak bisa berbuat apa-apa!"


" Enak saja setelah kalian membuat Abah meninggalkan kita semua. Kalian rujuk, cih pasangan menyebalkan. Beliau meninggal karena kalian tahu ! "


" Jihan, jangan mencampuri urusan orang lain. Tidak baik ! "


" Tapi Mas ! "


" Nak, biarkan saja. Mungkin ini sudah kehendak Allah Ta'ala! "


" Ema kok gitu sih ? "


Jihan nampak begitu kesal, sehingga dia meninggalkan tempat itu, dan, pergi ke kamarnya.


" Ibu, biar saya yang bujuk dia ! "


" Terimakasih! "


Bisma mengangguk sebagai jawaban, kemudian dia menghampiri ayahnya.


" Pa, tolong ajak Aqila jalan-jalan dulu sebentar. Minta bantuan, suaminya Kakak ipar, dia tahu tempat ini. Sementara itu, Widya disini untuk menghibur Ibu ! "


" Baiklah Nak ! "


" Sayang, Papa bujuk Mama kamu dulu ya. Kamu, sama kakek dulu oke ! "


Aqila, hanya mengangguk sebagai jawaban.


" Baiklah, anak pintar ! "


Bima, mencium kening putrinya, dan segera menyusul istrinya di kamar.


Nb: Untuk Visual boleh kunjungi Ig aku 🤭🙏


Bersambung...