Papa, I Need A Mama

Papa, I Need A Mama
Episode 59



" Jadi, dia adalah calon istri kamu Alif ? " kata Maesaroh menatap wajah gadis berjilbab itu.


" Naomi, perkenalkan dirimu! " ujar Alif seraya memandang wajah Naomi.


" Saya Naomi Indria Putri, Ibu. S...saya calon istri Kak Alif, karena suatu hal,yang membuat saya menjadi calon istri beliau! "


" Jelaskan pada Mama, mengapa begitu mendadak. Tanpa adanya obrolan terlebih dahulu dengan Mama, kamu anggap aku apa Alif ?"


Jihan, yang melihat ibu kandungnya emosi, akhirnya menggenggam erat jari-jemari sang ibu. Dia, meminta agar Maesaroh menahan emosinya.


" Bu, biar saya jelaskan! " kata Yoga menyela.


Yoga, yang kebetulan ada disana akhirnya menjelaskan tentang bagaimana bisa adik kandungnya tersebut bisa menjadi calon istri dari Alif. Dan, setelah mendengar penjelasan dari Yoga. Maesaroh, mencoba menerima Naomi untuk menjadi istri dari anaknya tersebut.


" Baiklah, Bisma kamu segera nikahi Jihan. Pernikahan, kalian harus lebih dulu dibandingkan dengan Kakak iparmu. Mama, takut jika perutnya Jihan semakin membesar ! "


" Loh kok aku yang kena sih Ma? Baiklah, nanti Bisma akan segera mempersiapkan segala sesuatunya ! "


" Baiklah Mbak Mae, saya akan membantu anak saya untuk mempersiapkan pernikahan, Bisma dan Jihan . Dan, kita akan melaksanakan pesta pernikahan dengan meriah ! "


" Baik, terimakasih Dewi ! "


Ibu kandung Bisma mengangguk, sembari tersenyum manis. Sementara itu, Jihan merasa tidak enak hati pada suaminya. Akan tetapi, Bisma yang melihat kekhawatiran wajah istrinya tersebut, dia tersenyum manis seolah memberi semangat padanya. Tidak berapa lama, kedua keluarga besar Abimanyu, dan Hendrawan, juga Yoga dan sang adik makan malam bersama di kediaman Bisma.


" Aqila sedih sekali, hari ini tidak ada yang mengajak Aqila berbicara! " kata Aqila sembari menopang dagunya.


Perkataan polos gadis kecil itu, sontak membuat para orang dewasa menghentikan makannya.


" Ya ampun, Nak sini sama Mama. Maaf ya, tadi Mama sedang sibuk! "


" Iya, Kakek dan nenek juga ! " ujar Hendrawan seraya menatap wajah Aqila.


" Iya, maklumi kami ya Nak ! " kata Abimanyu.


" Ya ampun, ini semua karena Nenek ya? Maafkanlah Nenek Nak! "


" Tidak apa-apa, Aqila cuma butuh diperhatikan kok. Enggak lebih, lain kali sapa Aqila dulu, sebelum membicarakan sesuatu. Jadi, Aqila kan enggak merasa tidak dianggap hufft ! " Gadis itu mencebikan bibirnya.


" Sayang, enggak boleh ngambek. Sini sama Mama ! "


Jihan, meminta Bisma untuk membantu Aqila duduk di sampingnya. Sementara itu, Murniati duduk di sebelah ibu kandung Jihan. Jadi, Bisma duduk di samping ibunya, alias Mama Dewi. Karena, sebelumnya, Aqila yang duduk di samping Mama Dewi, bersama Bisma dan Ayahnya.


" Lain kali, kita makan bersama dengan Charlie, dan, juga Hasan. Aku lupa akan hal itu! "


" Tapi, di restoran Kak. Kasihan para maid ku, menyiapkan makanan sebanyak ini ! "


Bisma, menatap wajah kakak iparnya tersebut.


" Kau ini, sepertinya mempunyai dendam padaku ya Bisma. Apa karena dulu aku tidak merestui hubungan kalian? "


Sementara itu, kedua orang tua Bisma dan Alif hanya tersenyum melihat tingkah kekanakan putra mereka.


" Ya Allah, keluarga mereka begitu hangat. Dan, aku juga diterima dengan baik dalam keluarga ini . Terimakasih, akhirnya aku bisa bertemu pengganti pria brengsek itu. Walaupun usia Pak Alif jauh berbeda denganku, setidaknya dia baik, Sholeh, dan tampan. Mimpi apa aku bisa dapatkan dirinya yang mendekati sempurna tersebut. Masyaallah! " batin Naomi.


...****************...


" Kakak, bagaimana sudah hafal belum doanya? "


" Alhamdulillah, sudah hafal. Terimakasih ya, Namira! "


Gadis berjilbab itu tersenyum manis,


Kini, keduanya semakin dekat, semenjak percobaan bunuh diri Karina. Hari ini adalah hari ketiga Karina berteman dengan Namira. Mereka seperti layaknya adik dan kakak kandung, saling menguatkan satu sama lain. Jika, bagian intim Karina gatal, maka keduanya membaca doa bersama . Karina, bahkan berjanji setelah keluar dari lapas ini, dia akan menjadi wanita yang baik. Tidak lagi, menjadi wanita nakal seperti sebelumnya. Mendengar perkataan sang aktris, Namira ikut bahagia, dan, dia berdoa semoga ada keajaiban untuk Karina, agar bisa keluar dari penjara ini.


" Kakak juga berharap kamu bisa keluar secepatnya, dari lapas ini! "


" Aamiin Ya Robbal'alamiin, kita berdoa sama-sama ya Kak ! "


Karina, memeluk tubuh gadis itu, dia benar-benar beruntung bisa bertemu dengan Namira. Gadis yang anggun, cantik, dan juga shalihah tersebut.


Di sebuah rumah kosong nan mewah tersebut, pihak berwajib sedang memeriksa Cctv rumah tersebut. Dan, ditemukan bukti-bukti penyelidikan, jikalau gadis berjilbab bernama Namira ini tidak bersalah. Dalam video tersebut, Namira terlihat kebingungan mencari pertolongan, akan tetapi mulutnya dibekap oleh pria bertopeng hitam tersebut. Namira, mencoba untuk melawan pria tersebut. Hingga pada akhirnya dia, menendang ******** pria itu . Tanpa sadar, dia menyikut leher pria itu, hingga pria tersebut jatuh pingsan.


" Terimakasih Bapak RT, dan warga setempat. Penyelidikan berjalan dengan lancar ! "


" Sama-sama Pak. Karena, sudah terbukti tidak bersalah. Maka, Namira bisa bebas kan Pak ?"


" Itu, nanti kami periksa lagi. Baik, selamat siang Pak RT ! "


Setelah kepergian pihak penyidik, warga kembali ke aktivitas nya masing-masing. Begitu pula dengan Pak RT, dia kembali ke rumahnya.


" Nak Hasan, jadi neng Namira teh tidak bersalah! "


" Tuh kan, saya bilang apa Bu. Jangan asal tuduh ! "


" Iya Maaf, ah iya ada hubungan apa ya Den Hasan sama Neng Namira. Kok kayaknya, Den Hasan penasaran banget? "


" Aduh ibu, jangan bicara seperti itu. Saya, dan Namira tidak ada apapun, hanya saja, kasihan dia masih muda mengapa harus dipenjara. Sedangkan, dia sendiri tidak bersalah sama sekali ! "


" Baiklah Den, kalau begitu ibu pulang dulu ya ! "


" Iya Bu, terimakasih! "


" Kak Hasan ! " teriak Zaskia.


" Assalamualaikum, bisa kan ucapin salam bukan berteriak begitu. Malu loh, banyak yang lihatin kamu Dek ! "


Zaskia, mendengus kesal.


" W... Wa'alaikumusallam Kak Hasan ! "


" Ada apa sih sampe teriak-teriak begitu ? "


" Ah itu, aku barusan ketemu cowok ganteng banget. Masyaallah, dia tuh tipe idealnya aku Kak. Tolong, cari tahu tentang dia ya Kak ! "


" Hah, yang benar saja Kia? Kamu mau Kakak mencari tahu tentang pria itu, namanya saja Kakak tidak tahu. Apalagi wajahnya, belum kepribadian dia, Kia Kakak sarankan kamu tidak usah aneh-aneh! "


Gadis bernama Zaskia itu, benar-benar kesal dengan perkataan Kakaknya. Bukannya mendukung Zaskia, dia justru mematahkan semangat adiknya sendiri. Gadis berambut panjang lurus tersebut, memalingkan wajahnya sembari bersedekap.


" Kia Benci Kakak, Anda harusnya mendukung saya . Bukan mematahkan semangat, sudah bagus Kia berhenti pergi ke klub malam. Kia itu, jatuh cinta pada pandangan pertama. Tolonglah Kak, Kia ingin menikah dengannya! "


Hasanuddin memutar bola matanya, dia benar-benar dibuat kesal setengah mati oleh adiknya tersebut.


" Hah, baiklah. Apakah kau tahu siapa namanya? "


" Namanya kalau tidak salah Yoga ! "


Hasanuddin, membelalakkan matanya.


" APA? "


Bersambung...