
" Jelaskan pada Mama , mengapa kamu bisa menampar seorang gadis? "
" Kan sudah semalam, kalau gadis itu telah membuat Karina, kesakitan. Sehingga, aku membalasnya. Memangnya salah, membela calon istri sendiri? "
" Mama tidak menyangka, hanya karena tunanganmu. Kau menampar seorang gadis, dimana naluri kamu sebagai manusia? "
" MA Cukup, dia yang salah. Mengapa aku yang disalahkan? "
" Astaghfirullah'aladzim, kamu bahkan berani membentak Mama . Setelah bertunangan dengan Karina, mengapa kamu berubah seperti ini ? "
" PAPA JAHAT, kemarin tampar Kakak cantik. Sekarang marahin Nenek. Kakek lihat itu, Papa Jahat ! " rengek Aqila.
Bisma, menatap putrinya sendu. Lengkap sudah sekarang, putrinya sendiri bahkan menganggapnya sebagai orang jahat. Apakah benar, apa yang dikatakan ibunya jika dia berubah menjadi temperamen semenjak bersama dengan Karina ? Entahlah, dia tidak peduli, Karena dia sangat menyayangi calon istrinya tersebut.
Ting tong
Mereka, menghentikan keributan yang terjadi saat bunyi bel rumah berbunyi.
" Tuan, diluar ada Nona Karina ! "
" Baik, beritahu dia tolong tunggu sebentar! "
" Baik Tuan Muda! "
" Ma, Pa, aku pergi dulu! "
Kedua orang tua Bisma, mengangguk sebagai jawaban.
" Nak, Papa... "
" Aqila benci Papa ! "
Anak itu, berbalik meninggalkan ketiga orang dewasa yang berada di hadapannya.
" AQILA...! "
" BISMA, jangan membentaknya. Gadis itu masih kecil, kau gila ya ! "
" Pa, lihat sendiri kan. Semenjak bertemu gadis kampungan itu, Aqila jadi pembangkang seperti ini! "
" Diam kamu, pergi saja sana dengan tunanganmu itu. Mama menyesal sudah merestui hubungan kalian ! "
Dewi, pergi menyusul cucunya . Dia, benar-benar kesal dengan putra sulungnya tersebut.
" Bisma, Papa juga menyesalkan sikap yang kau tunjukkan barusan. Sungguh, kau benar-benar berubah semenjak bersama Karina ! "
Begitu pula, dengan Abimanyu Lesmana. Dia, pergi meninggalkan putranya sendiri yang masih bergeming di tempat.
" Apa yang salah dengan Karina? Dia cantik, pintar, dan , seksi. Mengapa semua orang disini membencinya ? " batin Bisma.
...----------------...
" Nak, boleh ibu tahu inisial di kalung kamu ? "
" Oh, iya Nyonya ini silakan! "
" J dan V , apa kamu tahu apa artinya? "
" Oh itu, dari nama saya Jihan Vania, Nyonya ! "
" Dimana kedua orang tua kamu tinggal ? "
" Ada apa ya dengan Nyonya rumah. Mengapa, sedari tadi beliau terus bertanya padaku? Duh, aku jadi takut jika akhirnya aku tidak bisa bekerja dengan Kak Alif ! " batin Jihan.
Jihan, tersenyum memandang wajah Nyonya rumah, alias Maesaroh.
" Ah iya, kedua orang tua saya, kebetulan berada di Sumedang Jawa Barat. Mereka sudah sepuh Nyonya, tapi saya diberitahu keduanya, jika saya bukanlah anak kandung mereka. Tetapi, jujur saja saya sangat menyayangi Abah, dan, Ema saya, walaupun bukan anak kandungnya! "
" Alhamdulillah Ya Allah, putri Hamba Engkau pertemukan dengan orang sebaik mereka. Sebagai tanda terima kasih, aku ingin menemui keduanya ! " batin Maesaroh.
" Hai, Jihan kamu sudah datang? "
Seorang pria tampan, menyapa Jihan sembari tersenyum manis. Dia, baru saja turun dari liftnya.
" Pagi Tuan ! "
" Sudahlah, kamu kan sudah aku anggap Adik sendiri. Tidak perlulah membungkuk hormat seperti itu! "
" Baiklah Kak Alif! "
" Ya sudah, kita mulai saja. Tolong, bawakan tas Kakak, kita berangkat sekarang ! "
" Baik Kak ! "
" Alif, kamu ingat ya. Temui Aqila, bagaimanapun dia ponakan kamu ! "
" Iya iya, tenang saja Ma. Ya sudah, Alif kerja dulu ya! "
Alif, mencium punggung tangan sang Ibu. Dan setelah itu, Alif memberikan kode pada Jihan, agar mau bersalaman dengan ibunya.
" Nyonya, kita berangkat dulu ya Assalamualaikum! "
" Wa'alaikumusallam. Alif, tolong hati-hati ya, jangan ngebut Loh ! "
" Iya Mama, bawel deh . Jihan, ayo Dek kok bengong sih ! "
" Masyaallah, keluarga yang hangat ! " batin Jihan.
...----------------...
Aqila, kembali bersekolah. Dia, akan dijemput oleh Pamannya, yang merupakan Kakak dari ibunya. Jadi, hari ini dia tidak akan dijemput oleh Pak Juki. Sebuah mobil mewah, berhenti di depan pintu gerbang TK Impian di Kwitang Senen Jakarta Pusat.
" Aqila Sini ! "
" Hah, kok Kakak cantik sih ? " gerutu Aqila.
Setelah Jihan keluar, keluarlah pria tampan brewok dari mobil tersebut. Dia, menghampiri anak itu.
" Hei cantik! "
" Loh kok, Om ganteng sih? "
" Lah, memangnya kenapa? "
" Jadi , Om adalah pamannya Aqila . Terus, kenapa kemarin berlagak tidak kenal ? "
" Waduh, kenapa ini anak kritis sekali ? " batin Alif.
" Ya sudah, maaf. Jangan terlalu banyak bertanya Nak, sekarang masuk saja ke mobil. Tuh, ada Kakak cantik juga. Yuk ! "
" Oke, Paman ! "
Mereka, bergandengan tangan. Dan, keduanya langsung akrab pada hari itu juga.
" Eh Kakak cantik, kenapa bisa sama Paman aku ? ".
" Kakak kerja sama Pamannya kamu Aqila ! "
" Oh begitu, ya ? Eh Paman Aqila mau cerita! "
" Cerita apa ? "
" Ini masalah Papa. Paman, Aqila benci sama Papa setelah dia sama Tante genit itu. Aqila, enggak suka ! "
" Sabar sayang, mau bagaimana lagi. Papamu, sepertinya cinta mati padanya! "
" Tapi, Aqila enggak suka Tante Karina. Dia, jahat sama Aqila , sama kakak cantik juga ! "
" Ya sudah, nanti Paman akan memberinya pelajaran ! "
" Terimakasih Paman ! "
Sementara itu, Jihan tersenyum manis melihat percakapan Paman,dan, ponakan tersebut.
" Kakak cantik, kok diem aja sih. Apakah Kakak sakit? "
" Enggak Dek, Kakak baik-baik saja! "
Aqila, mengangguk sebagai jawaban.
" Jihan, kita Lunch dulu ya. Mau makan di mana ? "
" Waduh, itu sih terserah Bapak Alif saja. Saya sih, manut aja ! "
" Baiklah, kita ke Restauran ku, di Menteng! "
" Oke ! "
...----------------...
Tidak di sangka, Bisma, dan, kekasihnya bertemu dengan Alif, Jihan, dan, putrinya. Di Restoran Bintang Lima Doa Ibu Menyertaiku. Bisma, begitu terkejut saat melihat putrinya, sedang digandeng oleh Alif yang merupakan mantan Kakak iparnya, dan, juga gadis yang pernah dia tampar pipinya. Siapa lagi, kalau bukan Jihan .
" Aqila, kamu ngapain disini? "
" Papa? Aqila mau makan sama Paman dan kakak cantik! "
" Kak Alif, ngapain kakak sama dia ? "
" Memangnya kenapa, masalah untuk mu ? "
" Dia itu gadis kampungan. Mengapa kau bawa dia kemari? "
Alif menoleh, dia menatap tajam wajah Bisma.
" Jangan sombong, kau tidak tahu apa-apa tentangnya. Sebaiknya, jaga mulutmu. Jangan sampai, aku khilaf merobek mulutmu. Bisma Abimanyu! "
" Lah, memangnya siapa dia ? Hanya seorang buruh di pabrik Bisma . Iya Kan sayang! "
Karina, dengan gaya centilnya menghampiri tunangannya, dan, merangkul lengan sang pria.
" Astaghfirullah, jadi ini tunanganmu. Jauh sekali dengan Jasmine, dia anggun dan cantik. Sedangkan, wanitamu ini, benar-benar tidak mencerminkan sikap seorang wanita terhormat. Belahan dada, diumbar kemana-mana, pakaiannya begitu terbuka. Apa yang kau banggakan Bisma ? "
" Tentu saja, aku cantik seksi, dan, anggun. Yang jelas berbeda, dengan gadis itu. Dia norak, tidak mengerti fashion sama sekali. Ini, fashion masa kini. Jangan sok tahu Kak Alif! "
" Aih, sudahlah aku malas berdebat dengan kalian. Jihan, ayo kita cari tempat duduk. Jangan menanggapi ucapan orang gila, kita makan siang saja . Iya kan Aqila? "
" Benar Paman ! "
Jihan, otomatis tertawa saat mendengar perkataan Paman dan keponakan tersebut. Sedangkan, kedua sejoli yang dimabuk asmara tersebut. Merasa kesal, dan juga malu, akibat hinaan yang diberikan oleh Alif.
" Awas saja kau Jihan. Akan kubuat kamu menyesal, sudah menertawakan calon istriku! " batin Bisma.
Bersambung...