
Hari ini, Jihan sudah diperbolehkan pulang. Aqila, saat ini sedang tidur di pangkuannya. Sementara itu, Bisma sibuk menyetir mobilnya, fokus pada jalanan ibukota. Dan, di bangku belakang, ada Mama dan, ibu angkat Jihan sedang mengobrol. Tidak berapa lama, mereka sampai di kediaman keluarga kecil Bisma .
" Sayang, kamu diam dulu. Nanti, aku bukain pintu, sama gendong Aqila. Kan, kamu belum sembuh ! "
" Iya Mas, terimakasih! "
" Sama-sama sayang ! "
Bisma, dengan cepat membuka pintu mobilnya, dan turun dari mobil. Sementara itu, penjaga rumah membukakan pintu untuk Nyonya Hendrawan, dan juga ibu angkat Jihan. Setelah berhasil menggendong anaknya, Bisma menggandeng tangan sang istri, akan tetapi Jihan menolaknya, karena takut Aqila terbangun.
" Sudah tidak apa-apa, aku bisa jalan sendiri kok Mas ! "
" Baiklah, Mas tidak akan menggandeng kamu ! "
" Bisma ini, kadang enggak sadar umur. Bisa-bisanya, dia ngambek sama Jihan ! "
Maesaroh, menggelengkan kepalanya, sementara itu Ema hanya tersenyum manis melihat tingkah menantu angkatnya tersebut.
" Neng, Ema bantu kamu ya ? "
Jihan tersenyum manis, sembari mengangguk. Sementara itu, Maesaroh membuang mukanya. Dia, cemburu melihat kedekatan putrinya dengan ibu angkatnya.
" Bantu Jihan juga Ma ! "
Mendengar perkataan putrinya, Maesaroh tersenyum lebar. Dia, kemudian menggandeng lengan putrinya yang sebelah kanan karena, yang kiri sudah di gandeng oleh Murniati.
" Sudah sampai ya, kamu istirahatlah. Mama, dan Ema akan mengobrol di bawah, sembari menyiapkan makan malam. Nanti, Kak Alif dan yang lainnya, akan kemari . Jadi, Mama juga akan membantu bibi Julia dan para Maid. Murni, kamu enggak keberatan kan ? "
" Tidak Bu, santai saja. Saya senang kok, bisa membantu anda ! "
" Syukurlah kalau begitu, ah iya Nak, Jangan lupa kamu, harus meminta maaf pada Bisma. Tidak baik loh, marahan sama suami, maklumi saja, suamimu itu, sedang sensitif. Biasanya, bukan hanya istri yang mengidam, tetapi, suamipun sama ! "
Jihan, mengangguk dia memberikan senyuman terbaiknya agar Mama, dan, Ema nya itu, bisa tenang.
" Mama , dan, Ema jangan khawatir ya. Aku, pasti akan meminta maaf padanya. Insyaallah, hubungan kami akan kembali seperti semula! "
Keduanya memberikan jempol tangannya, dan, setelah itu segera keduanya pergi meninggalkannya sendiri di kamar tersebut. Bisma, diberitahu oleh ibu mertuanya, jikalau Jihan sedang berada di kamar mereka. Setelah menyelimuti tubuh Aqila, dia bergegas menuju kamarnya. Begitu sampai, dia melihat istrinya sedang menyenderkan kepalanya di kepala ranjang. Melihat hal itu, hatinya terenyuh, segera dia hampiri istrinya dan duduk di samping ranjang.
" Assalamualaikum, Mas datang sayang ! "
" Wa'alaikumusallam, Mas Bisma? "
" Jangan tidur, pamali sebentar lagi Maghrib! "
Jihan, tersenyum tipis, dia bahagia bisa melihat Bisma perhatian lagi padanya.
" Mas ! " kata Jihan sembari menatap netra pria tampan itu.
" Apa sayang, kamu kok ragu-ragu begitu ! "
Jihan, bangkit dari posisinya dan, memeluk tubuh sang suami. Membuat Bisma tidak dapat mencerna, apa yang sedang terjadi padanya saat ini.
Bisma menggeleng, meskipun Jihan tidak dapat melihat gerakan kepalanya karena posisi mereka. Dia, mengusap lembut surai kecoklatan tersebut.
" Sayang, seharusnya Mas yang meminta maaf . Karena, sudah bersikap kekanakan seperti barusan . Sehingga, membuat kamu harus meminta maaf padaku. Aku juga tidak tahu kenapa bisa begitu emosi padamu. Pokoknya, akhir-akhir ini aku begitu sensitif! "
" Memangnya, saat Kak Jasmine mengandung Aqila. Mas, tidak seperti itu? ".
" Tidak, Mas biasa saja. Mengapa ketika kamu hamil, Mas sensitif terhadap bau, dan, juga mudah sekali tersinggung? Ini aneh sayang. "
" Masa sih?"
Bisma, mengangguk sebagai jawaban.
" Oh begitu ya, apa anak kita laki-laki ya . Kok, yang ngidam Mas Bisma sih bukan aku? "
" Apapun jenis kelamin anak kita, dia adalah anakku dan kamu sayang! "
Bisma, mencubit hidung Jihan gemas.
" Masyaallah, calon Ayah yang baik. Suamiku, memang yang terbaik! "
Dipuji seperti itu, Bisma tersipu, dia menundukkan wajahnya menyembunyikan senyuman manisnya. Sementara itu, Jihan cekikikan melihat suaminya tersebut.
...----------------...
Seorang gadis, tengah menangis sesenggukan. Dia hancur, harga dirinya seolah tidak ada lagi. Bagaimana bisa, diusianya yang mendekati usia dewasa tersebut. Dia, mendapatkan pelecehan *****al, beberapa waktu lalu seorang pria hampir saja memperk**a***. Kalau saja, kakaknya tidak datang ke gudang kosong tersebut. Dia, pasti sudah lepas perawan, rambutnya tampak begitu acak-acakan saat kakaknya ke sana. Karena kenakalannya, akhirnya dia kena batunya sendiri. Dia, pergi ke klub malam, untuk mencari hiburan. Khawatir adiknya datang ke tempat seperti itu, akhirnya pria tampan tersebut datang ke klub malam. Tentunya, setelah diberitahu oleh sahabat adiknya Keanu . Setelah masuk ke dalam ternyata sang adik sudah tidak ada di dalam. Untungnya, ada orang yang tahu tentang kejadian tersebut, dan, akhirnya dia menyelamatkan sang adik.
" Kakak, tolong aku hiks ! "
" Apa yang kamu inginkan? Kakak tidak mengerti Zaskia! "
" Kak, tolong carikan pria untukku. Aku, tidak peduli dia bagaimana. Asalkan, dia mau menikah denganku. "
" Kamu sudah tidak waras Kia, Kakak saja masih belum memiliki tambatan hati. Kau, sudah ingin menikah. Lagipula, kamu tidak diapa-apakan olehnya. Mengapa, kamu begitu ketakutan. Kia, wanita secantik kamu, kakak jamin banyak pria yang mau denganmu ! "
" Kakak jahat, Kia benci Kakak ! " bentak gadis bernama Zaskia itu.
Pergi meninggalkan Kakaknya, adalah jalan terbaik untuk gadis yang dipanggil Kia tersebut.
" Aku saja belum menikah, dia ingin melangkahi kakaknya begitu? Anak jaman sekarang, selalu terburu-buru mengambil keputusan. Dipikir, menikah itu gampang apa, ijab qobul terus hidup bahagia selamanya begitu? Dik, bukannya Kakak tidak menyayangi kamu, tapi kakak bingung . Bukannya aku tidak sayang padamu, tapi kamu bahkan belum berusia 20 tahun ! " ujarnya lirih.
Pria itu nampak berpikir, apakah dia harus menikahkan adiknya dengan seorang pria. Sungguh, hal ini membuatnya frustasi, kejadian kemarin benar-benar membuat sang adik ketakutan. Gadis itu takut, jika pada akhirnya tidak akan ada pria yang mau menikahinya. Padahal, usianya masih sangat muda, dan, juga adiknya itu cantik. Sehingga, dia bisa saja dengan mudahnya untuk mendapatkan seorang pria yang tampan dan juga mapan. Bukan apa-apa, saat ini Zaskia Belviana sedang menuntut ilmu di sebuah universitas swasta. Sayang, jika tidak dilanjutkan, pasalnya dia mati-matian mencari uang hanya demi menyekolahkan sang adik.
Namun, jika memang ini jalan yang terbaik untuk Zaskia, maka dia akan berusaha untuk mengikhlaskan keputusan sang adik. Pria tampan itu, kini akan memberitahukan pada atasannya, mungkin saja dia berminat untuk memperistri adiknya. Barangkali saja, ketika adiknya dinikahkan dengan atasannya, bisa berubah menjadi alim.
" Sepertinya aku harus meminta Pak Alif, untuk menikahi adikku. Mungkin, beliau juga tidak akan menolak. Karena, sungguh beliau sangat ingin menikah! " batin Hasanuddin.
Bersambung