
Hari pernikahan Jihan, dan, Bisma diselenggarakan dengan meriah. Keduanya tampak begitu bahagia, setelah ijab qobul untuk kedua kalinya. Mereka, duduk di pelaminan bersama Aqila, ditengah keduanya. Hal ini, tidak luput dari perhatian para jurnalis. Mereka, berbondong-bondong mengabadikan momen manis keduanya.
" Masyaallah, aku bahagia sekali, bisa bertemu dengannya. Kini, kami berdua benar-benar menjadi suami-istri sesungguhnya! " batin Bisma.
" Bertemu dengan Mas Bisma, dan Aqila adalah hal yang tidak pernah terbayangkan bagiku. Akan tetapi, ini kebahagiaan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Aku berharap, kebahagiaan ini berlangsung selamanya ! "
" Aqila, sangat bahagia, melihat keduanya saling mencintai. Papa, dan Mama Jihan, harus bahagia. Adek, kalau kamu lahir, kakak Aqila akan menjaga kamu dengan baik ! " batin Aqila.
Pemirsa, pernikahan mewah antara pemilik baru dari perusahaan B. A Garment Indonesia, dengan Pemilik H.S Group Indonesia dilaksanakan hari ini. Kedua mempelai terlihat begitu bahagia, dan acara pernikahan berlangsung dengan khidmat. Di tambah, kehadiran putri pertama Bisma Abimanyu dengan Jasmine Berlian, alias mantan istrinya yang telah tiada. Yang merupakan putri angkat dari keluarga Hendrawan Samiaji . Alias pemilik perusahaan H. S group. Demikian, laporan dari kami, di pesta pernikahan kedua mempelai yang fenomenal ini.
" Kamu tahu tidak ? Aku sangat bahagia, bisa memiliki kamu ? "
Jihan, tersipu mendengar perkataan sang suami. Membuat Bisma gemas, dan mencubit pipi istrinya tersebut.
" Masyaallah, Bisma ternyata romantis juga ya ! " ujar Dewi .
" Baru sadar anakmu itu jago dalam masalah percintaan! "
" Jangan menyindir Pa, Mama kan enggak tahu kalau Bisma seromantis itu. Dulu, saat bersama Jasmine, dia bahkan tidak pernah mau bersenda gurau dengan menantu kita itu . Lah sekarang, sama Jihan kok beda ? "
" Jelas berbeda dong, saat bersama Jasmine, Bisma hanya kasihan pada wanita itu. Tidak ada cinta, Dia hanya melakukan tugasnya sebagai seorang suami !"
Dewi, mengangguk paham .
" Kak, kita salaman dulu sama pengantinnya! "
" Ah iya, ayok ! "
Kakak beradik tersebut kemudian, bersalaman dengan kedua mempelai.
" Masyaallah, dia adik kamu Kak Hasan ? "
" Benar, Nona Muda ! " kata Hasan sembari tersenyum manis ke arah Jihan.
" Hai, Namamu siapa Dik? "
Gadis berambut lurus itu, mengulum senyumnya.
" Aku, Zaskia Kak ! "
" Salam kenal ya ! "
" Hei Kak Hasan, cepatlah. Lama sekali, kami juga ingin bersalaman dan berfoto bersama pengantin! "
Mendengar suara familiar tersebut, Zaskia menoleh. Dia, menutup mulutnya sembari membelalakkan matanya.
" Mas Ganteng ? Kyaaaaak, Mas ganteng! "
Zaskia, tanpa sengaja menyenggol lengan Naomi, untungnya Alif, segera menghampiri tunangannya tersebut, dan, mencegahnya jatuh. Sementara itu, Zaskia memeluk erat tubuh Yoga, membuat para tamu undangan terkejut, dengan aksi gadis cantik tersebut. Sementara itu, Hasanuddin menepuk jidatnya, dia benar-benar tidak bisa berkata apapun lagi. Adiknya itu, sudah mencoreng nama baiknya.
" Astaghfirullah'aladzim, Kia apa yang kamu lakukan? Ya Allah, adikku itu kenapa sih ? " batin Hasan.
" Tuan, Nona maafkan adik saya ya? "
Jihan, dan, Bisma justru tertawa melihat Hasanuddin yang terlihat muram tersebut. Bisma, menepuk pundak asisten pribadi Alif tersebut.
" Hasan, kau akan segera menjadi Kakak iparnya Yoga . Adikmu, sungguh mencintainya! "
" Jangan katakan itu Tuan muda, bahkan saya saja belum menikah ! "
" Aku berharap, kau segera mendapatkan jodoh idaman yang baik agamanya, seperti istriku. Bahkan, lebih mungkin Aamiin Ya Robbal'alamiin! "
" Aamiin! "
Sementara itu, Naomi tersipu malu, saat tanpa sengaja Alif merangkul pinggang rampingnya. Setelahnya, Alif beristighfar, dan meminta maaf padanya. Karena, sudah sembarangan menyentuh bagian tubuhnya.
" Tidak apa-apa Pak Alif, sudah terlanjur ini ! "
" Maafkanlah saya, Permisi. Assalamualaikum! "
Pria itu, berlalu pergi, dia berjalan menuju kedua orang tuanya, yang sedang makan di bangku prasmanan tersebut. Mereka, mengadakan acara pernikahan sesuai hukum Islam dimana bangku wanita dan pria dipisah. Sedangkan, yang sudah suami istri boleh duduk bersama. Jihan, dinasehati oleh Alif agar mengadakan pesta sesuai syariat. Begitupun penampilan Jihan saat ini, dia mengenakan pakaian tertutup, sembari menutup auratnya. Gaun yang digunakan olehnya, terlihat simpel, dengan berbentuk gamis berwana putih dan jilbab senada. Tentunya, sudah dibicarakan sebelum acara pernikahan ini, Jihan ingin menjadi istri yang baik untuk Bisma.
Sehingga, wanita itu memutuskan untuk berjilbab. Dia, terinspirasi dari Maesaroh, ibu mertua, serta ibu angkatnya yang berjilbab. Hatinya pun, seolah memanggilnya untuk mengenakan penutup kepala tersebut. Karena, dia merasa sudah tidak pantas lagi, memperlihatkan lekuk tubuhnya disaat dia sudah memiliki suami dan juga anak, ya walaupun anak sambung. Tetapi, sungguh dia akan menjadi contoh bagi Aqila yang sedang masa pertumbuhan tersebut.
Jihan, menggendong putri sambungnya tersebut. Walaupun, agak susah, Jihan dengan sabar menepuk punggung Aqila. Gadis kecil itu, mulai memejamkan matanya. Dan, tidak lama kemudian, dia tertidur pulas di pundak sang ibu. Melihat Jihan yang seperti itu, Bisma merasa tidak tega. Akhirnya, dia mempercepat pesta keduanya.
" Hasan, Yoga ! "
" Siap Pak! "
" Tolong beritahu Media, untuk tidak meliput acara pernikahan lagi. Dan, 30 menit jangan terima tamu lagi, karena kita harus istirahat! "
" Baik Pak ! "
Acara pernikahan, diselesaikan dengan cara yang singkat. Dari pukul 08.00 Hingga pukul 19.00 waktu setempat. Kini, Bisma dan keluarga kecilnya pulang ke rumah mereka. Sementara itu, yang lainnya juga pulang ke rumah masing-masing. Termasuk Ema, yang pulang ke apartemen yang dibelikan oleh Bisma, dan Jihan.
" Sudah sampai sayang ! " kata Bisma lembut.
Jihan, tersenyum manis kearahnya, dia segera turun dari mobil. Sementara itu, Aqila digendongnya oleh Bisma.
" Terimakasih Mas ! "
" Untuk apa? Ini semua sudah menjadi tugasku, sayang ! "
Jihan, mengulum senyumnya.
" Mas aku jadi semakin mencintai kamu! "
" Bisa saja kamu, aku lebih mencintai kamu! "
Sampailah keduanya di kamar Aqila, Jihan, membantu membukakan pintu, lalu Bisma segera masuk ke dalam dan membaringkan tubuh sang buah hati. Begitu Bisma merebahkan tubuhnya, Aqila terbangun, dia tersenyum manis sekali pada Ayahnya. Tidak lupa, Bisma membalas senyuman anaknya tersebut.
" Kamu sudah bangun Nak? "
Aqila mengangguk,
" Aqila kan belum shalat isya ! "
Jihan, dan Bisma saling berpandangan.
" Masyaallah ! " ujar keduanya serempak.
" Ya sudah, sekarang Mama bantu kamu berganti pakaian. Agar, kamu bisa leluasa, dan, nyaman enggak kayak waktu shalat Maghrib! "
" Tidak Ma, Aqila minta bantuan Bibi Julia aja ya ! "
" Baiklah, sepertinya Mama sudah tidak dibutuhkan lagi oleh Aqila ! " Jihan merajuk.
" Sayang, kita keluar dulu yuk. Kan, kita juga harus shalat bareng ! "
" Baiklah Mas ! "
Saat Jihan hendak berbalik arah, tiba-tiba putri sambungnya tersebut loncat dari tempat tidur dan memeluk tubuhnya.
" Mama, jangan marah ya. Aqila sayang banget sama Mama ! "
Jihan, menggeleng kemudian dia mensejajarkan tubuhnya dengan Aqila.
" Enggak kok, Mama cuma kecapekan kali jadi bawaannya pengen marah mulu ! "
" Sudah-sudah, kalian ini. Papa jadi merasa sedang menonton drama real life aja ! "
" Papa diem dulu, Aqila mau ngomong sesuatu sama Mama ! "
" Apa sayang? "
" Mama, Aqila sayang banget sama Mama. Selama ini, Aqila selalu menanti sosok ibu. Aqila kira, yang akan menjadi ibu Aqila adalah Tante Karina, tetapi dia tidak pernah menyayangi Aqila sama sekali. Dan, sosok ibu yang Aqila inginkan, ternyata ada pada diri Mama Jihan. Sejak saat kita bertemu untuk pertama kalinya, Aqila sudah jatuh hati pada Mama. Dan, ingin kalian berdua menjadi pasangan. Alhamdulillah, doa-doa Aqila terkabul. Thank you Mama, I love you! "
Entah mengapa, Jihan menangis mendengar perkataan putri sambungnya tersebut. Dia memeluk tubuh Aqila, di susul oleh Bisma suaminya. Mereka, berpelukan erat, inilah kebahagiaan keluarga mereka.
" Ya Allah, terimakasih sudah memberikan Aqila Mama yang cantik, dan, baik hati seperti Mama Jihan. Aqila, bahagia sekali, semoga Papa, dan, Mama bahagia, tanpa adanya gangguan, Aamiin ! " batin Aqila.
**Tamat ( Season 1)
Note**: Masyaallah, Terimakasih ya sudah mengikuti kisah cinta Bisma dan Jihan. Maaf ya, aku tamatkan dulu Papa I Need a Mama ini . Akan lanjut, di cerita berikutnya slow update ya tapi. Love you sekebon dari A-yen94 ♥️🤗