Papa, I Need A Mama

Papa, I Need A Mama
Episode 33



Hari ini, Aqila tidak berangkat ke sekolah dulu. Karena, dia masih belum pulih, seperti sedia kala. Anak itu, kini sedang sarapan bersama Jihan. Dan, Papanya, baru saja berangkat ke kantornya.


" Mama, bosen ! "


Jihan, menatap wajah Aqila, dia mencium pipi Putri sambungnya tersebut.


" Sabar ya sayang, besok kamu pasti sekolah. Ketemu, sama temen-temen kamu lagi. Mama, janji, Mama akan antar jemput kamu ! "


" Yey, terimakasih Mama ! "


" Iya sayang, makan dulu yuk. Habis itu, kamu akan Mama ajak ke rooftop, disana kamu bisa berjemur. Mama, juga mau menyiram tanaman di atas! "


" Oke Mama ! "


Setelah selesai makan, Aqila menunggu Jihan, yang saat ini sedang menyimpan peralatan makan yang baru saja dipakainya.


" Sayang, Mama kembali! "


" Ma, kita ke rooftop yuk ! "


" Ayo sayang ! "


Jihan, menggendong Aqila, karena Jihan tahu betul bagaimana rasanya, jadi Aqila. Bukannya, apa-apa, dia hanya ingin putri sambungnya itu, merasakan bagaimana rasanya kasih sayang seorang ibu. Jadi, dia akan berusaha sebisa mungkin, agar Aqila merasakan kebahagiaan, memiliki seorang ibu.


" Ma, Enggak berat ya gendong Aqila ? "


Jihan menggeleng, dia menciumi wajah Aqila, gadis kecil bule itu nampak kegelian.


" Mama geli, Ma janji ya. Jangan, meninggalkan Aqila sendirian, Aqila sangat menyayangi Mama ! "


" Baiklah sayang, Mama janji ! "


Namun, setelah mengatakan pada Aqila jika dia tidak akan meninggalkan putri sambungnya tersebut. Jihan, justru bersedih, dia tidak bisa membayangkan. Jika, dalam waktu 11 bulan 1 Minggu lagi, dia, dan, Bisma akan segera bercerai.


...----------------...


" Yoga, bagaimana ya jika , aku memiliki dua orang istri ? "


Yoga, yang sedang membuat laporan, terkejut, dan, menolehkan wajahnya ke arah bosnya .


" Bapak, anda tidak boleh seperti itu. Walaupun agama kita membolehkan, tapi jujur saja, saya tidak sanggup memiliki dua istri sekaligus ! "


Yoga, menyimpan data laporannya setelah berhasil tersimpan, dia duduk di depan sofa panjang, tepat di samping Bisma.


" Aku bingung, Karina ingin segera memiliki momongan. Makanya, dia mendesakku untuk segera menikahinya! "


" Ya ampun, wanita itu benar-benar ya ! "


" Mengapa kamu, begitu tidak menyukai Karina ? "


" Saya, itu anu, em, maksudnya saya tidak bisa menjelaskannya pada Bapak! "


Bisma, mengangguk.


" Oh iya Yoga, hari ini aku pulang cepat ya. Karena, aku ingin meluangkan, waktu untuk anak, dan, juga istriku! "


" Baiklah, saya bersedia mewakili anda ! "


" Oke, terimakasih! "


" Sama-sama Pak! "


" Entahlah, wanita itu sebenarnya Karena atau benar Karina . Yang jelas, aku masih ingin menyelidiki dia. Jika sebenarnya mereka adalah orang yang sama, maka, aku tidak akan membiarkan wanita itu menghancurkan kebahagiaan bosku, dan, Nona Aqila. Aku, tidak akan tinggal diam, demi kebahagiaan mereka ! " batin Yoga.


...----------------...


Washington DC, Amerika Serikat.


Karina, dan, Anton keduanya membeli perhiasan, dan, beberapa pakaian juga sepatu. Karina, bangga memiliki wajah yang cantik, dan, tubuh yang aduhai. Sehingga, Tiga pria mapan sekaligus, bisa ditaklukkan olehnya. Tetapi, diantara ketiganya, dia sangat menyukai Anton, dalam urusan ranjang. Karena, walaupun sudah tua, Anton selalu mengajaknya melakukan hubungan intim. Hanya, ketika pria itu lelah saja dia tidak ingin memuaskan hasrat s**s*a*nya . Dia, yang memiliki kelebihan hormon, membuatnya haus akan sentuhan pria .


" Sayang, bagaimana are you happy? "


" Yes, honey. Terimakasih banyak ya, aku mencintaimu! "


Anton, menunjuk bibirnya. Karina, segera memberikan ciuman singkat pada sang kekasih. Robert, kebetulan sedang berjalan dengan wanita yang usianya, hampir sama dengannya. Dia, menggandeng lengan wanita cantik tersebut dengan penuh kasih.


" Eh, bukannya itu Robert? "


" Ah itu Miranda, mantan kekasihnya saat duduk di bangku kuliah. Dulu, Miranda masih SMA kelas X, dan, Robert sudah berada di semester terakhir . Dan, sepertinya, mereka kembali bersama . Aku dengar, Miranda, baru saja cerai dari suaminya. Dan, mereka tidak memiliki anak, sebab, suaminya tidak ingin memiliki anak dengannya! "


" Oh ya ampun, pantas saja, dia memutuskan hubungan denganku. Karena, dia balikan dengan wanita itu! "


" Sudahlah Karina, lagipula kau kan bersamaku. Aku sangat mencintai kamu, bahkan melebihi cintaku pada mantan istriku ! "


Karina, yang tadinya cemberut, kini tersenyum lebar. Dia, berbisik pada telinga kekasihnya, dan, keduanya kini mempercepat pembayaran. Agar, bisa melakukan apa yang biasa mereka lakukan.


...----------------...


Bisma, pulang ke rumah pukul 15.30 setelah shalat ashar. Dia, segera mengendarai mobilnya, dan, sampailah dia di kediamannya. Bisma, masuk mengucapkan salam, dan, dijawab oleh para pelayan, dan, juga Jihan dan, Aqila. Mereka, menyambut kedatangan suami, ayah, dan, tuan muda mereka.


" Sayang, tumben kamu ikut nimbrung bersama para maid ? "


" Aqila, lagi bosan di kamar terus. Jadi, aku mau membawanya ke taman, kasian dia! "


" Oh begitu, tunggu Mas ganti baju dulu, nanti kita ke taman bersama ! "


" Papa, jangan lama-lama ya, Aqila bosan tahu ! "


Bisma, mengacak rambut putri kecilnya.


" Baiklah sayang, Papa akan segera berganti pakaian! "


" Oke, Papa ! "


Aqila tersenyum begitu manis, hingga matanya membentuk bulan sabit. Sedangkan, Jihan, tersenyum tipis, sayangnya Bisma melihatnya tersenyum. Sehingga, pria itu pun tersenyum padanya.


Setelah berganti pakaian, dengan stelan kasualnya. Bisma, menghampiri istri, dan, juga anaknya .


" Masyaallah, Mas Bisma ganteng banget pake baju kasual kayak gini ! "


Bisma, tersipu saat mendengar pujian dari sang istri.


" Sayang, kamu kemana aja ? Setiap hari loh kita bertemu, tapi kamu tidak sadar kalau aku ganteng? "


" Cie yang pacaran, Aqila dianggurin huft ! "


Bisma, dan, Jihan tertawa saat melihat Aqila cemburu. Dia, mempoutkan bibirnya lucu.


" Aduh, Anak Mama kok ngambek sih . Sini, Mama gendong! "


" Biar aku aja sayang, Nak kamu digendong Papa saja ya? Kasian Mama, dia pasti capek ! "


" Ya, Aqila mau digendong sama Papa! "


" Anak pintar! "


Bisma, mencium pipi anaknya, dia juga menggandeng tangan Jihan. Agar, wanita itu berjalan beriringan bersamanya.


Para maid, dan, juga Julia selaku kepala pelayan. Mereka, tersenyum manis, melihat kebersamaan Tuan, dan, Nyonya , pemilik mansion ini. Dimana, mereka berharap, jika pada akhirnya mansion ini akan ramai, dengan adanya penghuni baru. Yaitu, anak Jihan , dan, juga Bisma yang lahir ke dunia.


" Semoga saja, Tuan, dan, Nyonya segera memberikan adik ya untuk Nona Aqila ! "


" Betul, selain itu, mereka adalah pasangan yang serasi. Yang satu tampan, yang satunya lagi cantik. Pokoknya, jangan sampai Tuan Muda, kembali ke pelukan wanita itu, dia memang sangat cantik, tapi gak sopan ! "


" Oh iya, Karina Lidia kan ? Wanita yang suka pamer, dada, sama paha ? "


" Iya bener, eh kadang dia juga pamer udelnya loh ! "


" Eh, eh, eh malah ngegosip lagi. Sudah-sudah, kembali bekerja! "


" Baik, Bu ! "


Julia, menggelengkan kepalanya. Anak buahnya, itu benar-benar tidak sopan. Untungnya, Bisma, dan, Jihan sudah berada di luar. Jika , berada di dalam, bagaimana nanti nasib mereka yang sudah menggosipkan majikannya sendiri.


Bersambung...