
Bisma, berkunjung ke rumah Charlie, kebetulan Hana adik iparnya sedang berada di toko pakaian muslim. Semenjak menikah dengan Charlie, wanita itu membuka usaha sendiri. Dan, Charlie tentunya yang memberinya modal. Karena, Charlie tidak ingin sang istri kecapaian. Maid kediaman Charlie, berkata bahwa Charlie sedang menunju kemari.
" Assalamualaikum, Mas apakabar? "
Bisma, menoleh dan memeluk tubuh sang adik.
" Wa'alaikumusallam, Alhamdulillah baik Dik ! "
" Oh iya, silakan duduk ! "
" Terimakasih ! "
Mereka, akhirnya duduk di sofa mewah kediaman Charlie, dan, maid juga sudah menyiapkan camilan untuk keduanya.
" Terimakasih Bi Inah ! "
" Sama-sama Tuan Muda, kalau begitu saya permisi! "
" Iya ! "
" Charlie, aku akan menikah dengan Jihan. Maksudku, menikah ulang dan mengadakan resepsi ! "
" Masyaallah, Alhamdulillah jika begitu! "
" Sepertinya, kau bahagia sekali! "
" Tentu saja, Karena aku sangat menyukai Kak Jihan sebagai kakak ipar ! "
". Apakah, kau tidak menyukai Karina ?"
" Jujur saja, aku tidak menyukai dia. Karena, dia sudah mengajakmu dalam kemaksiatan. Sungguh, aku tidak ridho kau dengannya ! "
" Dik, kau tenang saja, aku sudah tidak ada perasaan padanya lagi. Kini, hanyalah Jihan yang aku inginkan, bukan dia ! "
" Aku bersyukur karena kau memilih Kak Jihan. Sungguh, hal yang tidak terduga, Kakak bisa memilih wanita yang baru kakak temui! "
" Karena Allah Ta'ala, maha membolak-balikkan hati manusia. Dan, sudah terbukti, dari tadinya aku membencinya. Kini, justru aku sangat mencintai dia dan bahkan tidak ingin kehilangan dirinya ! "
Charlie, mengangguk.
" Baiklah Kak, kalau begitu semoga Allah Ta'ala mudahkan segala urusan kalian ! "
" Aamiin ! "
...----------------...
" Nak, Mama datang kemari karena ingin melihat kondisi kamu ! "
" Iya Ma, Jihan senang Mama Dewi datang kemari! "
" Alhamdulillah, kalau kamu senang! "
" Oh iya, Mama mau mengatakan sesuatu padamu! "
Jihan, menatap lekat wajah sang ibu mertua .
" Emh, Apa itu Ma ? "
" Begini, Kamu dan Bisma, akan segera menikah secara hukum. Dan, pernikahan akan kita laksanakan Minggu depan. Karena, kamu kan sedang isi nih, takutnya kalau ditunda-tunda perut kamu akan membesar Nak ! "
" Baik Ma, terimakasih banyak ! "
" Iya sama-sama sayang. Oh iya, nanti besok fitting baju pengantin kalian ya. Kan ini, pernikahannya dadakan. Jadi, sebaiknya kalian berdua harus siap-siap dengan semuanya. Juga, Kamu selaku orang tua, akan mengadakan konferensi pers, mengumumkan tentang pernikahan siri kalian berdua! "
" Baik Ma, terimakasih banyak ! "
Jihan, memeluk tubuh ibu mertuanya tersebut, begitupun dengan Dewi, dia memeluk tubuh sang menantu .
" Mama sangat bahagia, kamu yang menjadi pendamping hidup Bisma. Dari awal, Mama tidak pernah setuju, dengannya. Karena, Karina bukanlah wanita baik-baik. Ternyata, feeling Mama benar, dia wanita yang sangat materialistis! "
Jihan, mengusap punggung sang mertua. Dia, melepaskan pelukannya, dan, mulai menatap sang mertua. Dia, kemudian berkata, dengan hati-hati. Kata-kata yang terlontar dari mulutnya, membuat wanita paruh baya itu, semakin menyayanginya.
" Mama, jangan membahas tentang Mbak Karina lagi. Dia, dan aku jauh berbeda, mungkin saja Mbak Karina kepepet, sehingga dia mau menjadi wanita simpanan para pria kaya. Kan, kita enggak tahu apa yang dia butuhkan. Jihan enggak bermaksud untuk, membenarkan tindakannya. Tapi, Jihan hanya menebak saja ! "
" Mungkin kamu benar Nak, tapi, rasa kecewa ini tidak bisa sembuh dengan sendirinya. Dan, Mama rasa , Bisma juga sudah tidak memiliki perasaan lagi padanya. Makanya, dia tidak ragu untuk menikahi kamu secara hukum! "
" Mama bisa saja, oh iya Ma. Aqila, udah jadwalnya pulang kan ? "
" Aih benar juga ya, kalau begitu mari kita tunggu anak itu di depan teras ! "
" Mari ! "
...----------------...
Aqila, baru saja turun dari mobil, dibantu oleh Pak Juki. Dia, tersenyum manis, saat melihat ibu sambung, dan juga Neneknya.
" Mama, Nenek Assalamualaikum! "
" Wa'alaikumusallam! "
" Ya, Aqila suka sekolah Ma ! "
Jihan, memeluk tubuh putri sambungnya tersebut.
" Mama, Aqila mau mengusap perut Mama boleh ? "
Jihan, mengangguk, dia kemudian merapikan rambut putri kecilnya tersebut, pada belakang telinganya.
" Silakan sayang, kamu boleh mengusapnya! "
Aqila tersenyum manis, matanya membentuk bulan sabit. Gadis itu, mengusap perut rata sang ibu sambung.
" Adek, sehat-sehat ya, jangan sampai kamu menyusahkan Mama. Kasihan Mama, ia sudah kerepotan gara-gara Papa. Kita, anaknya jangan pernah merepotkan Mama ya. Kakak, sayang kamu ! "
Tidak lupa, gadis kecil itu memberikan kecupan manis pada perut ibu sambungnya. Jihan, yang melihat tindakan manis Aqila, dia hanya bisa tersenyum manis, sembari mengusap puncak kepalanya dengan penuh kasih sayang.
" Sudah yuk, kita makan siang dulu. Tapi, sebelumnya harus apa dulu ? "
" Cuci kaki, cuci tangan, ganti baju, dan yang terakhir makan siang! "
" Pintarnya, anak Mama ! "
" Iya dong, Aqila hehehe! "
Melihat, keakraban Aqila, dan, sang menantu, Dewi memegangi dadanya, dia bahagia bisa melihat pemandangan yang indah dimatanya. Dimana, Aqila, begitu ceria, dan, Jihan begitu tulus mencintai cucunya tersebut.
" Ya Allah, semoga Aqila selalu bahagia seperti ini. Dan, semoga saja Bisma , benar-benar sudah memutuskan hubungannya dengan Karina ! " batin Dewi.
Jihan, menunggu Aqila berganti pakaian. Dia, duduk di tepi ranjang, sembari memperhatikan anak itu.
" Mama, Aqila udah ganti baju. Ayo, kita hampiri Nenek ! "
" Baiklah Nak, Mari !"
Jihan, mengandeng lengan putri sambungnya tersebut, dia mengayunkannya. Aqila, dengan senang hati mengikuti sang ibu sambungnya. Keduanya, berjalan beriringan menuju lantai 1. Begitu sampai di sana, mereka menghampiri Neneknya.
" Loh, mas Bisma sudah pulang? "
Jihan, bersama Aqila menghampiri suami, dan Ayah mereka. Tidak, lupa mereka mencium punggung tangannya, menyalami Bisma.
" Assalamualaikum Papa ! "
" Wa'alaikumusallam, Anak papa cantik banget sih, Masyaallah ! "
" Tentu saja, kan anak Papa ! "
" Nak, mau makan apa? Mama siapkan untuk kamu ! "
" Itu Ma, tolong tempe goreng, dan, sayur Soup aja ! "
" Loh kok sedikit sih, banyak lauk loh ini Nak ! " ujar Dewi .
" Aku pengen makan sayuran Nek. Supaya, Aqila lancar buang air besar nya. Soalnya, tadi pagi belum juga, padahal udah minum minuman fermentasi ! "
" Iya, enggak apa-apa sayang. Ya sudah, habis ini kamu harus minum yang banyak supaya lancar! "
" Iya, Mama memang yang terbaik! "
Bisma, tersenyum bahagia melihat percakapan putri, dan, juga istrinya tersebut. Begitupun dengan Dewi, dia sangat bahagia melihat kebersamaan keluarga kecil putranya tersebut.
" Ma ! " panggil Bisma.
Lalu, Dewi menoleh ke arah putra sulungnya tersebut.
" Iya Nak, mengapa ? "
Bisma, menampilkan senyuman manisnya. Dia, kemudian mengatakan apa yang ada dalam pikirannya.
" Em, ini tentang Karina ! "
Tidak hanya Dewi yang menatap wajah Bisma, kali ini Jihan pun menatapnya.
" Anu, Aku sudah mengumumkan pada media cetak. Baik itu berupa koran dan tabloid, maupun artikel online. Jika, sebenarnya Bisma Abimanyu, sudah memiliki anak dan, juga istri ! "
" Bagus, dengan begitu kita akan segera melihat wajah asli wanita pezina itu ! "
" Benar Ma ! "
" Maaf, ada apa sih sebenarnya, aku tidak mengerti. Tolong jelaskan! "
Bisma, sebenarnya tidak ingin membalas dendam dengan menyeret nama sang istri, Jihan. Akan tetapi, hal ini, sungguh sedang begitu mendesak.
" Sebenarnya...! "
Bersambung...