Papa, I Need A Mama

Papa, I Need A Mama
Episode 30



Bisma, memandangi wajah sang istri.Jihan, sedang tertidur pulas di pangkuannya. Dia, dengan sukarela memberikan pahanya, untuk ditiduri sang istri. Paha kanannya memangku laptop, untuk mengerjakan pekerjaannya. Sementara itu, paha kirinya, dia gunakan untuk sang istri tidur. Karena, belum ada bantal di ruang istirahat nya ini. Walaupun, dia sangat mencintai Karina. Akan tetapi, dia tidak pernah mengajak Karina masuk ke dalam ruang istirahatnya.


Namun, berbeda dengan Jihan, dia sungguh tidak ingin merahasiakan apapun. Dan, ini pertama kalinya dia jujur mengenai kamar istirahat yang biasa digunakan oleh Jasmine dulu, saat menunggu dirinya sedang bekerja. Akan tetapi, kini semua tentang Jasmine sudah dibuang, juga dibakar olehnya. Dia, mengganti dengan ranjang yang baru. Bisma, pikir, tidak akan ada yang memakai kamar ini lagi. Sehingga, dia mengosongkan isinya, hanya ranjang saja yang tersisa.


" Wajahnya cantik sekali, Masyaallah. Jihan, terimakasih sudah mau mengajariku wudhu, dan, shalat Lima waktu. Aku harap, bisa menjadi imam kamu kalau shalat. Sungguh, kamu adalah wanita yang sangat langka di dunia ini menurut versiku. Aku, jatuh cinta padamu, kamu dikirim Oleh Tuhan, untukku. Meskipun nantinya aku akan menikah dengan Karina, tetapi mungkin aku tidak akan pernah melepaskan kamu, karena kamu adalah ibu dari anakku. Untuk sementara ini, aku akan terus mengelabui kamu. Supaya, kamu cepat hamil ! " batin Bisma.


" Kak Alif ? "


Jihan, mengigau memanggil nama Alif. Seketika, Bisma dibuatnya cemburu.


" Ada apa dengannya, mengapa Jihan sampai mengigau memanggil nama pria itu? " gumam Bisma.


" Kakak, baik banget. Jihan, merasa nyaman bersama Kakak... Hemmm ! "


Bisma, mengernyitkan dahinya.


" Jihan, bangun hei bangun ! "


Pria tampan itu, mencoba membangunkan sang istri. Akan tetapi, Jihan justru membelakanginya.


" Kak Alif, aku tidak ingin kehilangan Kakak lagi. Aku merasa Kakak begitu mirip denganku, kamu seperti Kakak kandungku sendiri ! "


" Alhamdulillah, aku kira apa. Kamu sudah berhasil membuatku cemburu Jihan, dasar istri nakal. Aku, akan menghukum kamu nanti ! "


Suara ponsel milik Bisma, berbunyi, membuat Jihan terbangun dari tidurnya. Dilihatnya, Bisma pergi keluar dari ruang istirahat ini, dia sedang menerima panggilan masuk sepertinya dari Karina.


" Ya Halo, ada apa sayang? "


" Pasti dari Mbak Karina! " batin Jihan.


Jihan, kemudian mengikuti Bisma dari belakang. Dia, melihat wajah Bisma begitu cerah, seperti sedang mendapatkan kabar gembira. Dia, mencoba menguping apa yang sedang dibicarakan oleh sang suami.


" Iya Karina, benarkah? Kau akan pulang Minggu depan? Oh, jadi syutingnya di tunda 3 bulan lagi? Baiklah. Kapan pulang? Nanti aku jemput! Oh baiklah, bulan depan ya? Tentu saja, aku pasti menjemputmu di bandara. Baiklah, apasih yang tidak untuk tunanganku yang paling cantik dan seksi di seluruh Indonesia ini ? Iya, tentu saja, aku akan selalu ada untukmu. I love you too ! "


" Benar kan, dari Mbak Karina. Jihan, kamu harus sadar diri, ingat ini hanya pernikahan kontrak. Kamu, dan, dia tidak akan pernah bisa bersama. Jadi, semua kebaikan yang dia berikan padaku, hanyalah sebuah kebohongan. Maafkanlah aku Mas, aku mulai mencintai kamu !" batin Jihan.


Jihan,kembali ke ruang istirahat, dia kembali berpura-pura tidur. Supaya, Bisma tidak curiga. Entah mengapa, air matanya mengalir begitu saja, tidak bisa dia menahan tangisnya.


" Jihan belum bangun juga, sudahlah nanti aku tinggal menghubungi dia saja. Ada meeting mendadak bersama klien yang tidak bisa ditunda, sungguh membuatku kesal saja. Sayang, Mas meeting dulu ya, waktu istirahat juga sudah habis ! "


Bisma, mengecup kening sang istri. Jihan, masih tetap dalam keadaan berpura-pura tidur. Setelah Bisma menutup pintu ruangan ini, Jihan bangkit. Dia, kemudian membereskan tasnya. Wanita itu, pergi meninggalkan ruangan tersebut. Matanya, mulai mengembun, hingga butiran kecil air matanya mengalir membasahi pipinya. Dia, berlari tanpa mempedulikan tatapan orang lain padanya. Sembari memegangi tas selempang miliknya, dia berlari keluar gedung perusahaan Bisma.


" A...aku kenapa ? Hiks mengapa aku menangisi dia? Dia saja tidak peduli padaku, dia pembohong. Seharusnya, dia tidak usah memberikan aku perhatian, aku benci ini. Semuanya palsu, janjinya pun palsu. Aku, tidak ingin mencintai dia, Ya Allah tolong hamba hiks ! "


" Kamu kenapa Mbak ? "


" Saya tidak apa-apa, hanya sedang tidak enak badan saja ! "


" Oh begitu, kalau tidak keberatan. Saya antar kamu ke dokter, mari Mbak! "


Jihan, menggeleng.


" Tidak, terimakasih! "


" Apakah anda takut pada saya? Saya bukan orang jahat, nama saya Hasanuddin Al Buchori. Asisten Tuan Alif Hendrawan! "


" S... saya "


" Anda Jihan Vania kan ? "


" Loh, kok anda tahu sih nama saya ? "


" Lah, saya kan asisten pribadinya Tuan Muda Alif, makanya saya bisa mengetahui nama anda ! "


" Apakah Kak Alif, selalu mengawasi saya. Sehingga, beliau bisa tahu tentang keberadaan saya ! "


" Iya memang, itulah fakta sebenarnya. Jadi, sebaiknya Nona Muda memahami Tuan Alif ! "


" Saya ingin memberitahu fakta sebenarnya kepada anda. Akan tetapi, sepertinya disini kurang aman. Saya sarankan, sebaiknya anda ikut bersama saya, untuk menemui Tuan Muda! "


" Baiklah, saya akan mengikuti anda . Tapi, anda jangan berbohong mengenai kak Alif! "


" Ini kartu nama saya, dan, ini kartu keanggotaan H.S Group! "


**H.S Group Indonesian


Hasanuddin Al Buchori, S.Sos**


Asisten Pribadi CEO H.S Group


" Baik, saya percaya. Mari, saya akan mengikuti anda ! "


" Mari Nona Muda ! "


Jihan, memasuki mobil mewah sang asisten pribadi Alif. Pria itu, sebenarnya bukan karena tidak sengaja bertemu dengan Jihan. Melainkan, dia berinisiatif untuk membantu Singgih yang ditugaskan untuk mengawasi Bisma, dan, Jihan.


" Nona Muda, hubungan antara anda dan Tuan Bisma sebenarnya apa ? "


" Saya tidak ingin mengatakannya, itu privasi saya ! "


" Baiklah, kalau begitu saya tidak akan bertanya lagi. Maafkan, atas kelancangan saya ! "


" Tidak masalah! "


Setelah beberapa menit dalam perjalanan, akhirnya keduanya sampai di gedung perusahaan H.S Group, yang terletak di Menteng Jakarta pusat.


" Nona, kita sudah sampai. Silakan! "


Hasan, membantu membukakan pintu mobil untuk Jihan. Wanita itu, kemudian memberi hormat pada asisten pribadi Alif tersebut.


" Terimakasih! "


" Sama-sama, baiklah Nona, Tuan muda Alif, ada di lantai 20. Saya, akan mengantarkan anda pada beliau! "


" Baik, terimakasih! "


Hasan, mengangguk sebagai jawaban. Pria itu, menekan tombol angka 20, pintu lift mulai menutup, setelah itu benar-benar menutup rapat. Dan mulai bergerak menuju lantai satu, dua, dan seterusnya.


Ting...


" Sudah sampai, silakan Nona! "


Jihan, mengangguk sebagai jawaban, sembari meletakkan tangannya di dada memberi hormat.


Tok... Tok... Tok...


" Siapa ? "


" Saya Tuan Muda! "


" Baik, masuklah! "


" Assalamualaikum! "


" Wa'alaikumusallam! "


" Alif Jihan sudah datang belum ? Hah, Masyaallah, Putriku, Mama rindu padamu Nak ! "


Ibu Alif, yang begitu merindukan putrinya, akhirnya berlari menuju arah Jihan berada. Dia, tidak peduli lagi, yang jelas dia hanya ingin memeluk tubuh putrinya yang telah lama hilang.


" Apa ini ? Ibu Maesaroh memanggilku Putrinya ? Sebenarnya ada apa ini? Aku pusing! " batin Jihan.


Bersambung...