
Hari ini, Charlie menikah dengan wanita idamannya. Hana Salsabila, gadis cantik berjilbab itu sekarang ini sudah menjadi istrinya. Bertahun-tahun menanti pria yang baik, akhirnya dipertemukan juga dengan Charlie. Gadis itu, tidak menyangka, jika Charlie adalah anak dari konglomerat. Yang kabarnya, bisnisnya hampir gulung tikar. Akan tetapi, baru-baru ini usahanya sudah kembali normal. Dan, desas-desus tentang pabriknya yang akan tutup, tidak terdengar lagi. Justru, sekarang ini pakaian pabrik dari garmen tempat dia bekerja, semakin banyak diminati oleh para klien dari luar negeri.
Hana Salsabila, dia adalah admin Quality Control di pabrik garmen tempat Jihan bekerja. Dia, tidak menyangka jika pada akhirnya, Jihan akan menjadi kakak iparnya. Dan, saat ini di pernikahannya dengan Charlie, Jihan menjadi Bridesmaids nya .
" Semoga kalian berdua selalu kompak dan bahagia, hingga tua nanti ! "
" Terimakasih Kak Bisma ! " ujar Charlie.
" Semoga, kalian berdua menjadi pasangan dunia dan akhirat. Sampai pada surganya Allah Ta'ala, Aamiin! "
" Aamiin, terimakasih Kak Jihan ! " ujar Hana .
" Kalian berdua juga, semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah, dan, segera memiliki momongan! "
Jihan yang mendengar perkataan Charlie terdiam, dia tidak tahu harus menjawab apa. Sedangkan, Bisma tersenyum lebar dan, menjawab dengan mantap. Entah mengapa, diapun tidak mengetahuinya. Yang jelas, ada setitik harapan, untuknya agar bisa mengisi rahim istrinya itu dengan benihnya.
" Aamiin Ya Robbal'alamiin, do'akan ya Charlie. Semoga aku dan istriku segera diberikan keturunan oleh Allah Ta'ala! "
" Kak Bisma, aku berdoa semoga kau tidak menceraikan Kak Jihan. Aku berharap, kau bisa membatalkan pertunangan, dengan si aktris itu. Dia, bukanlah wanita yang baik. Berbeda dengan Kak Jihan, dia baik, dan, sangat menyayangi anakmu, Aqila. Ya Allah, bukalah pintu hati Kakak ku, aku sangat ingin dia bahagia memiliki keluarga yang harmonis, bahkan sampai SurgaMu Ya Robb, Aamiin! " batin Charlie.
" Aamiin! " ujar Charlie, dan, istrinya bersamaan.
Berbeda dengan ketiganya, Jihan masih tidak bisa mengerti apa yang harus dia katakan. Dia diam, sembari tersenyum kaku. Sungguh, dia tidak ingin menjadi perebut kekasih orang.
" Mama ! "
" Alhamdulillah, Aqila kamu penyelamatku ! " batin Jihan.
" Iya sayang, kenapa hem ? "
Jihan, berjongkok menyamakan posisinya dengan putri sambungnya.
" Mama, Aqila mau es krim, tapi susah ngambilnya. Kakek, sama nenek lagi ngobrol sama temen mereka. Aqila, takut mengganggu mereka ! "
" Baiklah sayang, Yuk kita ambil eskrim nya. Em, Mas, aku ijin dulu ya ! "
" Iya, silakan istriku ! "
" Oh iya, Hana, Charlie. Kakak ijin dulu ya, maaf enggak bisa gabung! "
" Iya Kak enggak apa-apa kok! "
Jihan, membawa Aqila pada gendongannya. Dia, mengecup pipi anak sambungnya tersebut, begitu juga dengan Aqila dia mencium pipi sang ibu.
" Lihatlah Kak, apakah kau rela melihat Aqila menderita? Perhatikan baik-baik, Kak Jihan sangat baik padanya. Dia, berhasil membuat Aqila merasakan sosok ibu yang sudah lama sangat didambakannya ! "
" Benar katamu, Charlie. Dik, aku ingin bertanya padamu. Bagaimanakah hukumnya jikalau aku menikahi dua wanita ? Jadi, Jihan istri siri ku, dan, Karina dia akan menjadi istri sahku ! "
" Boleh saja, jika istrimu rela Kak. Tapi ingat, tidak ada wanita yang rela cintanya dibagi. Aku jujur saja, satu istri saja sudah sangat berat untuk bertanggung jawab. Apalagi memiliki dua istri, aku takut tidak bisa adil Kak, bukannya mendapat pahala, eh malah dapat dosa. Bagaimana jika kau istikharah dulu, mungkin kau akan menemukan jawabannya setelah shalat sunah tersebut ! "
" Baiklah, aku terima saranmu. Do'akan semoga aku tidak salah memilih! "
" Aamiin! "
...----------------...
Setelah pulang dari acara pernikahan Charlie, dan, istrinya. Bisma menggendong anaknya, Aqila, yang tertidur pulas di mobil. Jadi, dia menggendongnya. Jihan, membantunya membuka pintu kamar Aqila. Dia juga, membantu melepaskan sepatu anak itu.
" Mas, Aqila mau aku pakaikan baju dulu. Kasihan, dress ini kurang nyaman dipakai anak kita . Tolong ambilkan pakaian tidur Aqila ya Mas ! "
Entah mengapa, Bisma merasa bahagia mendengar perkataan dari Jihan .
" Anak kita? Iya, anak kita. Dan, sebentar lagi akan ada anak kita yang asli, mengisi rahimmu .Ya ampun, sungguh bahagia aku mendengarnya ! "
Bisma, tersenyum lebar akan tetapi Jihan tidak melihatnya. Karena, posisi suaminya itu memunggungi dirinya .
" Ini sayang ! "
" Hah apa tadi, Sayang? Mas jangan memanggilku seperti itu, aku bukan Mbak Karina! "
" Ah iya, maaf! "
" Aku tulus Jihan, mengapa kamu malah membicarakan tentang Karina. Padahal, jelas-jelas kamu Istriku, mengapa tidak mau aku panggil sayang ? " batin Bisma.
" Mas Bisma, bisa keluar dulu sebentar? Aku akan menggantikan pakaian Aqila !"
" Baiklah! "
Bisma, keluar dari kamar putrinya. Pria itu, menunggu sang istri keluar sembari menyenderkan tubuhnya pada dinding kamar tersebut.
" Apakah aku mulai mencintainya? Secepat itukah? Hanya dalam tempo satu bulan aku sudah menginginkan dirinya? Bagaimana bisa seperti ini, Ya Allah berikanlah hamba petunjuk! " batin Bisma.
" Kita, jalan-jalan yuk. Satu bulan kita menikah, tetapi tidak pernah jalan berdua ! "
" Baiklah, tapi harus ada yang menjaga Aqila. Bagaimana kalau dia terbangun? "
" Baiklah, jangan khawatir! "
Bisma, menggenggam erat jari-jemari sang istri. Dia, berjalan menggandeng tangan Jihan. Wanita itu, merasa heran, dengan tingkah laku suaminya tersebut.
" Ada apa dengannya? "
Setelah turun dari lift, Bisma memanggil kepala pelayan, Julia.
" Iya Tuan Muda! "
" Tolong, satu orang dari kalian menjaga putriku, yang sedang tertidur di kamarnya. Jaga dia, sampai aku dan istriku kembali ! "
" Baik Tuan! "
" Em, baiklah aku pergi dulu. Sayang, ayo ! "
Di depan para maid, Bisma memanggil Jihan dengan sebutan sayang. Akan tetapi, jika sedang berdua dia hanya memanggil istriku saja. Maka dari itu, saat Bisma memanggil Jihan dengan sebutan sayang, wanita itu tidak terima. Karena, bagi Jihan sebutan itu hanya pantas untuk calon istri Bisma, yaitu Karina.
...----------------...
" Ini mall ya ? "
" Iya apalagi kalau bukan mall ? "
" Iya biasa aja sih, jangan ngegas. Kan Jihan cuma tanya sama Mas ! "
" Enggak ngegas, memang Mas seperti ini. Maaf ya! "
Bisma, menggenggam erat tangan sang istri. Dia, mengecupnya, dan, dengan kekuatannya di gendongnya Jihan menuju pangkuannya. Dia menciumi leher sang istri. Membuat Jihan, merasa kegelian.
" Ah, Mas geli . Iya, saya enggak marah lagi tapi lepaskan dulu. Kalau ada orang lihat bagaimana? Saya takut nanti kita disangka mesum lagi ! "
" Iya sayang, makanya jangan ngambekan jadi orang! "
" Mas kamu tuh susah dibilangin ya. Jangan panggil saya sayang, tidak pantas . Panggilan itu, hanya untuk Mbak Karina, bukan saya ! "
Bisma yang kesal dengan sikap istrinya tersebut, dia semakin liar hingga sang istri mengeluarkan d*s*h*n nya .
" Ampun, iya terserah Mas mau manggil saya apa. Lepaskan saya dulu, nanti kalau ada yang lihat bagaimana? "
" Janji dulu, kamu harus mau dipanggil sayang. Aku udah nyaman memanggilmu seperti itu. Tolong jangan pernah membicarakan tentang Karina dulu, ini hanya ada kita. Bukan aku dan dia , tapi KITA mengerti? "
Bisma menekan kata-katanya, dia benar-benar kesal istrinya ini sulit sekali untuk percaya padanya. Bagaimanapun juga keduanya sudah melakukan ijab qobul, yang artinya keduanya adalah suami dan istri yang sah, Dimata agama .
" Kita memang menikah secara siri Jihan. Tapi, pernikahan kita sah, disaksikan oleh beberapa orang dan juga malaikat. Mengapa kamu seperti itu. Oke untuk saat ini, aku masih sayang, dan, menginginkan Karina untuk menjadi istri sahku. Tapi, kita tidak akan pernah tahu kan, rencana Tuhan seperti apa, kedepannya? "
Jihan, menangis dia mengalungkan lengannya pada leher sang suami, yang saat ini memangku tubuhnya.
" Maafkanlah saya Mas, saya tidak tahu harus bagaimana. Saya takut hati saya terluka, kalau saya jatuh cinta pada anda ! "
" Sssst, jangan menangis. Kalau kamu jatuh cinta padaku ya wajar, karena aku adalah lelaki yang selalu berada di dekatmu, dan, akulah yang pertama kali menyentuh tubuhmu. Aku juga takut jatuh cinta padamu Jihan ! "
Entah bagaimana ceritanya, kini saling mencumbu satu sama lain. Sampai-sampai suara ketukan pintu mobil, memisahkan bibir masing-masing.
" WOY, BUNG, mau mesum jangan disini dong. Mau saya panggilkan keamanan, biar kalian di grebek! "
Bisma, melepaskan pelukannya dia menurunkan sang istri, didudukkan nya Jihan di bangku kemudi.
" Iya maaf! "
" Waduh Pak Bisma? Ya Allah saya kira siapa. Maaf ya, saya tidak akan mengganggu anda. Lanjutkan saja, kan udah halal ! "
" Yoga, terimakasih ya sudah mengingatkan. Saya doakan, kamu bisa menemukan jodoh kamu ! "
" Aamiin Pak, ah iya saya tadi baru memeriksa toko pakaian kita. Dan , Alhamdulillah keluaran terbaru ini sold out dalam tempo 2 hari saja. Sungguh menakjubkan bukan, Ah iya saya permisi dulu Pak Bisma! "
" Iya silakan ! "
Bisma, menatap punggung kekar sang asisten pribadinya tersebut. Dia berharap, Yoga, mendapatkan wanita yang baik . Yoga adalah duda yang tidak memiliki anak, istrinya berselingkuh dengan kakak iparnya. Dan, itu membuat Yoga jadi trauma dengan wanita. Dan, sampai sekarang dia masih betah untuk menjomblo.
" Yoga , saya harap kamu bisa melupakan mantan istri kamu, Karena! "
Bersambung...