Papa, I Need A Mama

Papa, I Need A Mama
Episode 26



Washington DC , Amerika Serikat


Alif, dan, juga asistennya Hasan sedang meeting bersama klien mereka . Mengenai, bisnis mereka yang saat ini sedang mendunia. H.S Jewelry sangat diminati oleh masyarakat luas, khususnya kaum hawa. Mulai dari desain nya yang unik, mengikuti jaman dan sesuai dengan keinginan para wanita. Membuatnya diminati, tidak hanya itu perhiasan yang mereka jual selain dari sumber pertambangan yang dilegalkan. Juga, bisa membuat perhiasan sesuai, dengan keinginan costumer.


" Alright, saya rasa rapat ini cukup sampai disini. Semoga, bisnis kita sukses selalu ! "


" Oke , thank you Mr ! " ( Oke, terimakasih Tuan ! )


Setelah rapat bersama para kliennya, Alif, dan, Hasan mengunjungi toko perhiasan H.S Jewelry, dia akan memberikan perhiasan mewah itu untuk adiknya, Jihan . Walaupun, entah dia ada di mana Alif tetap membelikan beberapa oleh-oleh untuk sang adik .


" Bagaimana apakah Papa sudah menemukan informasi tentang Jihan ? "


" Maaf Tuan Muda, sepertinya Singgih gagal menjalankan misinya! "


" Ya Allah, mungkin bukan saatnya aku bertemu kembali dengan adikku! "


BIP... BIP


" Em itu, Tuan Muda. Nona Jihan sudah ditemukan! "


" Apa? Dimana dia sekarang? "


" Dia bersama, Tuan Muda Bisma Abimanyu! "


" Segera siapkan pesawat pribadi kita, hari ini kita pulang ! "


" Baik Tuan Muda! "


" Aku harap, Jihan baik-baik saja. Bisma apa yang kau lakukan pada adikku? " batin Alif


Ponselnya menunjukkan, foto Bisma sedang mencengkeram erat tangan Jihan. Adiknya itu, tampak kesakitan. Tidak ingin, berlama-lama. Akhirnya, Alif memutuskan untuk pulang ke Indonesia, hari ini juga.


" Sebentar, Hasan. Apakah aku tidak salah lihat, bukankah itu Karina Lidia ? Aktris seksi dan tunangan Bisma, mantan adik iparku ? "


" Ah iya ya, benar Tuan Muda. Loh, kok dia sama lelaki tua sih ? "


" Papanya Kali, sudahlah jangan dihiraukan! "


" Tidak Tuan Muda, dia itu produser drama, namanya Robert Dewanto. Dia, juga menjadi investor untuk menanamkan modalnya di drama terbaru Karina. Sebentar, saya rekam dulu, jika Tuan Bisma macam-macam pada Nona Jihan, maka kita akan mengancamnya dengan video ini ! "


" Bagus, tidak salah aku memilih kamu sebagai asisten pribadiku !"


" Terimakasih Tuan Muda! "


" Em, sudah selesai kah ? "


" Ya, sudah Tuan! "


" Mari kita pergi dari sini! "


Hasan, mengangguk sebagai jawaban. Kemudian, bos dan asisten itu pergi dari tempat tersebut.


...----------------...


Jakarta Pusat, Indonesia.


" Sayang, kamu mau makan apa? "


" Mas Bisma maunya apa? disamain aja! "


" Kok gitu sih? Baiklah, kalau begitu saya mau pesan, chicken steak saus enoki, kwetiau, beef steak black pepper sauce, udang pedas gurih, bawal bakar kecap, lobster, oyster, dan, ayam lada hitam! "


" Mas Bisma, itu banyak banget. Kita, cuma berdua loh ! "


" Katanya mau disamakan? Enggak apa-apa sayang, nanti Mas bungkus buat Aqila juga ! "


" Oh begitu ! "


Bisma, mengangguk sebagai jawaban.


" Minumnya Tuan ? "


" Sayang kamu mau minum apa? Jangan bilang, minta disamakan lagi ! "


" Oh itu teh manis hangat aja Mas! "


" Mana ada teh manis, fruit tea aja ya . Kalau dingin kan, nanti aku yang hangatin kamu ! "


Jihan, menatap jengah sang suami, yang berada di hadapannya.


" Dih mesum! "


Pramusaji pria yang melayani keduanya hanya tersenyum manis, melihat pasangan lucu di depan matanya tersebut.


" Ya itu deh, samain aja kayak Mas Bisma! "


" Baiklah, Mas tolong lychee tea nya dua ya ! "


" Baik, tunggu sebentar ya ! "


Bisma mengangguk,


" Kedua kalinya kita jalan-jalan tanpa Aqila. Tidak terasa, sudah satu bulan 2 Minggu ya kita menikah! "


" Iya Mas, berarti dalam tempo 10 bulan 2 Minggu lagi, kita akan segera bercerai ! "


Jihan, menatap ke jendela, dimana kendaraan di ibukota begitu padat memenuhi jalanan. Dia, menatap kosong pemandangan yang ada di depannya tersebut.


" Kenapa aku jadi sedih ya? Seolah, aku tak rela berpisah dengannya! " batin Jihan.


" Jangan bahas tentang itu. Oh iya, Minggu depan akan ada pertemuan di Washington DC, Amerika Serikat. Kamu siap-siap ya sayang, kita akan pergi ke sana ! "


Jihan, yang sedang melamun, tiba-tiba dia dibuat terkejut oleh perkataan sang suami.


" Mas tapi aku belum punya paspor sama sekali!"


" Kan bisa bikin , kita naiknya jet pribadi kok, enggak naik pesawat biasa ! "


" Hah, Pribadi? Yang benar saja Mas ? "


" Kamu tidak tahu seberapa kayanya suamimu ini? Ya, walaupun aku masih kalah kaya sama Kak Alif. Tapi, setidaknya aku, juga mampu membeli sebuah jet pribadi ! "


" Iya tahu, Kak Alif itu kaya raya. Tapi, Mas aku tuh enggak ngerti aja gitu. Kalian orang kaya, suka sekali menghamburkan uang! "


" Tidak juga sayang, itu bentuk rasa syukur atas nikmat yang Tuhan berikan pada kita ! "


" Permisi, pesanannya sudah siap. Kami sajikan dulu ya Kakak! "


" Iya Mas, terimakasih! "


" Sama-sama Nona ! "


Setelah hidangan, sudah tersaji. Para pramusaji itu, pamit dan diwakili oleh pelayan yang tadi.


" Sudah selesai, selamat menikmati! "


" Terimakasih ya! "


" Sama-sama Tuan! "


Setelahnya, Bisma memimpin doa.


" Mari kita makan! "


" Mas, kalau berdonasi ke anak-anak yatim piatu, dan, orang-orang yang membutuhkan pasti uang Mas Bisma lebih berkah! "


" Astaghfirullah, Bener kata kamu. Nanti, besok kita cari panti asuhan ya. Mas, selama ini cuma berbagi seadanya saja! "


" Iya kan, benar! "


Beberapa menit kemudian...


" Sudah kenyang? "


" Alhamdulillah, makanannya enggak usah dibungkus. Itu, nanti buat mereka saja. Tadi, saya dengar pramusaji pria itu, perutnya berbunyi! "


" Iya, benar sayang, nanti Mas kasih tahu mereka! "


" Pelayan! "


" Iya Tuan !"


" Bill in nya ! "


" Ini Tuan ! "


" Pakai ini! "


" Baik ! "


Jihan, tidak sengaja melihat tagihan makanan ini. Wanita itu begitu terkejut, sembari menutup mulutnya.


" Eh sayang, kamu kenapa? "


" Ya Allah, Mas enggak salah itu ? "


" Apa sih? "


" Mahal banget, kok sampe jutaan Ya Allah! "


" Ya ampun sayang, sudah biasa ini. Malah ini enggak terlalu mahal. Ini standar aja , jangan khawatir. Lagian, ini buat istri memangnya salah menyenangkan istri sendiri ? "


Jihan, menatap wajah sang suami.


" Enggak sih, tapi...! "


" Sssst, singkirkan kata tapi itu, sudah ya. Aku malas debat sama kamu, capek Jihan! "


" Iya deh maaf! "


Jihan, menghampiri suaminya, dia merangkul lengan sang suami manja.


" Mas sudah maafkan kamu, enggak apa-apa. Oh iya, kita ke toko pakaian ya. Pakaian kamu, itu-itu aja. Maaf, baru sekarang Mas membelikan kamu pakaian. Nanti, sekalian beli perhiasan juga ya ! "


" Enggak usah ! "


" Mas tidak menerima penolakan! "


Jihan, mempoutkan bibirnya pasrah.


" Baiklah ! "


Bisma yang gemas, mengecup pipi sang istri. Karena, takut ditegur di depan umum, masa iya cium bibir. Mereka, layaknya pasangan suami-istri normal. Padahal, keduanya hanyalah pasangan kontrak.


Bersambung