
Ketika, sarapan bersama Bisma tersenyum begitu manis. Dia, mengingat kejadian semalam, saat dirinya dan juga Jihan melakukan hubungan suami istri. Sontak saja, membuat kedua orang tuanya, keheranan.
" Kakek, Nenek. Tadi malam, Aqila denger suara teriakan Mama. Papa mukul Mama ya? Soalnya berisik banget Aqila jadi gak bisa tidur. Mau lihat, ternyata kamarnya di kunci, akhirnya Aqila bobo di kamar Om Charlie. Tapi, pagi-pagi sekali Om Charlie sudah berangkat! "
Dewi, menatap putra pertamanya.
" Bisma, bisa kamu jelaskan? "
" Nanti Bisma jelaskan, Ma! "
" Eh iya, istri kamu kemana ? Kok enggak kelihatan ? "
Ibu Bisma, celingukan, mencari menantunya.
" Itu..., Jihan kelelahan Ma ! "
Bisma, cengengesan, dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal it. Dewi, berhenti bertanya pada putra sulungnya tersebut. Dia, melanjutkan makannya kembali, begitu juga dengan Abimanyu. Tidak ingin terlalu banyak bertanya, mereka paham apa yang terjadi pada menantu mereka.
" Aqila sayang, Mama hari ini enggak bisa antar kamu ke sekolah ya. Biar Pak Juki aja, karena Mama dan Papa harus bersiap-siap buat pindahan ke rumah kita yang baru, enggak apa-apa kan ? "
" Oh, jadi kita bertiga bakalan tinggal bareng ya? Terus, Mama sama Papa ada rencana bikin Adik enggak buat Aqila? Tapi, adik cewek , biar Aqila punya temen ! "
Bisma, tersedak, membuat Dewi panik, dan berlari ke arahnya, serta menepuk-nepuk punggungnya.
" Astaghfirullah, kamu enggak apa-apa kan Bisma ? Hati-hati kek, bikin panik aja ! "
" Papa tuh selalu aja ceroboh, Aqila malu punya orang tua kayak Papa! "
" Hei, ini semua karena ucapan kamu. Kenapa kamu yang malu? Kamu terlalu pintar Nak. Tahu dari mana cara bikin Adik? Anak jaman sekarang! "
Bisma menggelengkan kepalanya, merasa heran dengan wawasan putrinya tersebut.
" Sudahlah Papa, Aqila mau pamit dulu sama Mama. Mau berangkat ke sekolah, sudah siang kasihan Pak Juki, kelamaan nungguin Aqila ! "
" Iya, silakan ! "
Aqila, menaiki lift sendiri, dia menekan tombol angka 5 dimana Jihan, sedang beristirahat di kamarnya.
" Kalau mau melakukan hubungan intim, jangan di ranjang. Di kamar mandi saja, kan tahu sendiri kamar kamu belum dipasang alat peredam suara! "
" Iya Ma, jangan dipikirkan lagi. Aku juga akan pindah, ke mansion baruku bersama istri dan anakku! "
Dewi mengangguk sebagai jawaban.
" Bisma, bagaimana jika Karina tahu tentang hubungan kalian? "
Bisma bergeming, entah mengapa dia tidak bisa menjawab pertanyaan Ayahnya.
" Benar, bukankah tahun depan kalian akan menikah? "
" Pa, Ma, untuk saat ini wanitaku adalah Jihan, istriku. Akan tetapi, jika kami sudah berpisah. Maka, dia bukan wanitaku lagi. Jadi, tolong jangan pernah membicarakan tentang Karina dulu. Masalah Karina, biar nanti aku yang atasi ! "
" Baiklah, kami tidak akan mencampuri urusan kamu ! "
" Terimakasih! "
Aqila, kembali ke lantai bawah, dia kemudian berpamitan pada ayah, juga kakek dan neneknya.
" Hati-hati ya sayang, semangat belajarnya supaya bisa jadi Kakak yang baik ! "
" Oke, Aqila akan semangat! "
Aqila, memasuki mobil dibantu oleh Pak Juki supir pribadi keluarga Abimanyu. Lalu, setelah itu dia melambaikan tangannya, dibalas oleh ketiga orang dewasa tersebut. Dan, Pak Juki, langsung tancap gas, sembari membunyikan klaksonnya.
" Ma, Pa. Kalau begitu, aku lihat keadaan istriku dulu. Dia, sudah baikan belum? "
" Memangnya kalian semalam melakukannya berapa ronde ? "
" Tiga ronde Ma, perawan emang beda ! "
" Astaghfirullah, gila kamu ! "
" Bisma perkasa ya Ma ? "
" Perkasa apanya, itu sih maniak. Kasian Jihan, dia kan baru pertama kalinya melakukan hubungan intim ! "
" Ma, jangan seperti itu, namanya juga pengantin baru! ".
" Iya deh, terserah Papa saja ! "
" Pak Bisma, nanti mampir ke apotek dulu ya ! "
" Kenapa ? Kamu mau beli obat ? "
" Saya mau beli pil kontrasepsi, Bapak semalam mengeluarkan benih di dalam rahim saya. Takutnya, saya hamil bagaimana? "
Bisma, menepuk jidatnya. Semalam, dia begitu menikmati indahnya bercinta dengan sang istri. Hingga, berkali-kali dia mengeluarkan benih calon bayinya di dalam rahim sang istri.
" Baiklah, nanti kita akan mampir ke apotek! "
Dalam surat perjanjian kontrak mereka, ditambah satu poin. Yaitu, keduanya harus melakukan hubungan intim, selayaknya pasangan suami-istri normal. Akan tetapi, keduanya sepakat untuk tidak memiliki anak, supaya urusan masing-masing lancar. Bisma, yang akan menikah dengan Karina, dan, Jihan yang akan memulai bisnis nasi uduknya di kampung halaman Ibu angkatnya.
" Terimakasih! "
Bisma, mengangguk.
" Ayo, aku bantu kamu. Barusan, bawahanku bilang, kalau rumah kita sudah dibersihkan. Dan, kita bisa segera menempatinya! "
" Baiklah ! "
Bisma, membantu Jihan berdiri. Kemudian, dia memapahnya, dan, segera keluar dari kamarnya. Lalu, turun ke lantai bawah, mengenakan lift, Bisma memanggil kepala pelayan.
" Iya Tuan Muda ada yang bisa saya bantu? ".
" Tolong buatkan teh jahe untuk istri saya, hari ini belum ada asisten rumah tangga. Mulai besok mereka bekerja. Jadi, saya minta tolong ya Bi, nanti masukkan ke dalam termos ! "
" Baik Tuan Muda! "
" Terimakasih Bi Lasmi ! "
" Sama-sama Nyonya Muda! "
Lasmi, membungkuk hormat kepada tuan dan nyonya mudanya . Dia, benar-benar menyukai istri dari tuan mudanya itu. Karena, selama dua Minggu di kediaman ini. Jihan, suka sekali membantu para asisten rumah tangga. Dia, juga memberikan banyak resep makanan khas Sunda. Yang menjadi, favorit Tuan dan Nyonya Besarnya.
" Mas, kita pamitan sama Mama dan Papa dulu. Aku, ngerasa enggak enak deh ! "
Bisma mengangguk, dia, kemudian mencari kedua orang tuanya di taman belakang. Dimana, mereka sedang berjemur di bawah sinar matahari.
" Ma, Pa ! "
" Eh Anak-anak, mau pamitan ya ? "
" Iya Ma, Maaf ya kalau selama dua Minggu ini Jihan sudah merepotkan Mama ! "
" Tidak sayang, Mama senang kok kamu ada di sini iya kan Pa ? "
" Benar Jihan, kamu kan istrinya Bisma. Jadi, sudah seharusnya kami menyayangi kamu seperti kami menyayangi Bisma ! "
" Masyaallah, terimakasih ya Ma, Pa ! "
Bahagia rasanya, ketika dia diterima oleh keluarga suaminya. Akan tetapi, tidak memungkiri jika, dia takut akan terlena dengan kebaikan mereka. Karena, dia akan segera bercerai dari Bisma, dalam kurun waktu 11 bulan dua Minggu lagi.
" Ma, Pa, kalau begitu kami pamit dulu ya. Assalamualaikum! "
" Wa'alaikumusallam ! "
Setelah menyalami kedua orang tuanya, Bisma , dan, Jihan kemudian segera menuju parkiran, dimana mobil Bisma bertengger di sana.
" Tuan, Nyonya Muda. Ini, teh jahenya ! "
Bisma, turun dari mobilnya, dia segera mengambil teh jahe buatan Bi Lasmi, untuk Jihan.
" Baik, terimakasih ya Bi ! "
" Sama-sama Tuan Muda! "
" Kalau begitu, kami pamit dulu ya Bi ! "
" Iya Tuan hati-hati ya! "
Bisma mengangguk, dan, melambaikan tangannya kemudian memasuki mobil mewahnya.
" Ya Allah, Lasmi rasa mereka teh cocok banget. Berharap, Tuan Muda bisa bahagia sama Neng Jihan. Soalnya, beda banget auranya sama Nona Karina ! " batin Lasmi.
Bersambung...