
Bisma, menghubungi asisten pribadinya, Yoga Ardiansyah. Dia, meminta pria itu menyiapkan segala keperluannya, yang akan berangkat ke Amerika Serikat. Untuk, perjamuan makan malam, bersama para klien besarnya disana. Sekalian, meminta bantuan pada pria itu, supaya mencari tahu dimana Karina, tinggal selama di sana .
" Baik Pak Bisma, saya siang ini akan segera pergi ke kediaman anda ! "
" Oke terimakasih ya! "
" Tidak perlu, itu memang tugas saya ! "
Klik...
" Mas, habis ini, kita jemput Aqila dulu ya. Nanti, kasih tahu dia supaya dia tidak kesal karena kita akan pergi meninggalkan dia sementara! "
Bisma mengangguk, pria itu akhirnya duduk di samping ranjang bersama istrinya.
" Baiklah sayangku, nanti kita jemput putri kita ! "
Jihan, tersenyum manis dan memeluk tubuh suaminya. Rasanya, tubuh pria itu begitu candu baginya, sampai-sampai terbesit keinginan untuk memiliki suaminya sepenuhnya.
" Bolehkah aku berharap lebih? Mas Bisma, aku ingin kita menjadi suami istri yang sah dimata hukum maupun agama. Lihatlah ketulusan hatiku, aku menyayangi Aqila dan juga kamu. Tapi, kamu tidak pernah mencintai aku, mengapa harus ada Karina diantara kita? Bisakah kamu melupakannya? "batin Jihan.
" Setiap kali dia memeluk tubuhku, aku merasa bahagia. Rasanya, hanya dia saja yang bisa memelukku begitu hangat. Berbeda dengan Karina, aku tidak merasakan kehangatan saat kami berpelukan! " batin Bisma.
Bisma, mencium puncak kepala sang istri. Jihan, tersenyum tipis saat bibir suami menempel pada puncak kepalanya.
" Mbak Karina, sebaiknya kamu tidak usah datang kembali padanya. Aku ingin menjadi orang yang egois, kamu sama sekali tidak pantas untuk mendampinginya. Bukan karena aku anak orang kaya, tapi karena kamu hanya mencintai Mas Bisma, tidak dengan Aqila ! " Batin Jihan.
...----------------...
" Jadi, Bisma akan ke Amerika ini sayang ? "
Pria paruh baya itu mengangguk, saat mendengar perkataan sang kekasih.
" Untuk apa dia datang kemari? "
" Ada keperluan bisnis, jadi dia kemari! "
" Bagaimana kalau dia tahu jika kita sedang bersama ? "
" Ayolah Karina, kau aman bersamaku. Malam ini juga, kita kembali ke Indonesia. Karena, bisa dipastikan kalian akan bertemu jika kau masih disini. Aku, punya banyak rumah kok di Indonesia. Kita pergi ke Yogyakarta saja, disana aku memiliki sanak keluarga. Kita, akan pergi ke sana. Apakah kau mau? "
" Iya, aku mau. Daripada nantinya,aku ketahuan olehnya sedang berduaan denganmu. Lebih baik, aku ikuti saja apa yang kau inginkan. Ah, aku sangat mencintaimu sayangku ! "
" Walaupun, aku hanya dimanfaatkan oleh wanita ini. Tapi, ini tidak apa-apa. Saat dia hamil anakku, aku akan memberi tahu Bisma semuanya. Karena, Karina hanyalah milikku, bukan yang lain. Akan kubuat dia hamil anakku, rahimnya harus terisi penuh benihku. Wanita sepertinya, yang gila harta dan kekuasaan. Pastinya, tidak akan merugi menjadi istriku, dan, mesin pencetak anak bagiku yang renta ini ! " batin Anton.
Antonio Taher, dia adalah sutradara sekaligus pengusaha kenamaan yang memiliki sanggar akting di seluruh Indonesia. Dan, mantan istrinya, dulunya adalah seorang supermodel yang cantik. Wanita itu, berselingkuh dengan kekasih dari sahabatnya, Julian Aldiansyah, ayah dari Yoga Aldiansyah. Hanya saja, Julian mengakui kesalahannya, dan,pergi meninggalkan wanitanya sendiri.
Kini, ayah Yoga Aldiansyah memiliki anak yang sangat baik. Dan, pria paruh baya itu, berubah menjadi lebih religius, semenjak menikah dengan Ibu Yoga Elmira Ratnasari. Sedangkan, mantan istrinya, lebih memilih bercerai dengannya dan fokus pada karirnya. Saat ini, mantan istrinya itu memiliki agency model, dan, sekolah modeling sendiri. Salah satu jebolan sekolah modelnya, adalah Karina. Wanita itu, bahkan sukses menjadi artis pendatang baru terpanas, tahun ini.
...----------------...
" Papa dan Mama, nanti malam akan pergi ke Amerika. Kamu, disini sama Bibi Julia, dan, para maid lainnya ya. Dan, untuk sekolah Papa sudah siapkan bodyguard untuk kamu. Juga, akan ada baby sitter yang menjaga kamu ! "
" Baik Papa, jangan lupa pulangnya bawa adik ya buat Aqila ! "
" Oh, kalau itu urusan Mama ! "
" Kok aku sih ? "
"Maksudnya selain Aqila begitu? "
" Iya sayang! "
" Aku, em mau Mas ! "
Jihan, dengan polosnya menjawab pertanyaan dari suaminya tersebut. Jika saja dia boleh jujur, diapun sangat ingin mengandung anak dari Bisma. Akan tetapi, dia takut jika pada akhirnya, Bisma justru akan meninggalkan dirinya. Karena, yang pria itu mau hanyalah Karina, bukan dirinya.
Setelah pulang dari sekolah Aqila, mereka makan siang bersama. Lalu, shalat dzuhur di masjid, dan, pulang ke rumah. Setelahnya, Jihan, Bisma , dan Aqila berganti pakaian. Ketiganya, berkumpul di kamar Aqila. Guna, menemaninya belajar, dan, tidur siang bersama. Karena, Bisma dan Jihan akan pergi dinas ke luar negeri untuk perjamuan makan malam bersama klien Bisnis.
" Manfaatkan waktu kita untuk Aqila. Kita, akan lama kan disana ? "
" Benar sayang, sekitar 2 mingguan lah ! "
" Sekalian, bikin Adik untuk Aqila ya Mas! "
" Kamu mau? "
" Setidaknya, dengan aku hamil. Aku, punya kenang-kenangan dari Mas kalau nantinya kita bercerai! "
" Kamu kok ngomongnya gitu sih ? "
" Enggak gitu sih, soalnya aku yakin Mbak Karina tidak akan mau memiliki seorang madu ! "
" Terserah! "
Bisma, bangkit dari posisinya yang saat ini sedang berbaring di ranjang. Dia, melepaskan pelukannya pada tubuh Aqila. Dia, segera pergi meninggalkan keduanya, sedangkan Jihan tidak ada niatan untuk menyusulnya.
" Dia itu aneh , aku tidak pernah mengerti apa yang dia mau ! " batin Jihan.
Pria tampan brewok itu, menyenderkan tubuhnya pada dinding kamar sang anak.
" Tidakkah kamu tahu, kalau aku mulai mencintaimu Jihan? Mengapa rasanya, begitu sulit untuk membuatmu mengerti akan perasaan ini! " batin Bisma.
Sedangkan di kamar, Aqila membalikkan tubuhnya dia menatap wajah sang ibu sambungnya.
" Mama, jangan berantem dong sama Papa. Datanglah meminta maaf sama Papa, jangan bawa-bawa nama Tante jahat itu, cukup kalian berdua saja. Aqila tahu, Papa pergi karena Mama bawa-bawa nama Tante Karina. Sedangkan, Papa sudah mulai mencintai Mama ! "
" Nak, kamu itu masih kecil. Tidak akan tahu, bagaimana perasaan orang dewasa. Jangan, mengada-ada! "
" Aqila mengerti kok, tapi, Aqila tahu dari Nenek ,dan, Kakek kalau pasangan itu harus saling memahami satu sama lain ! "
" Bahkan usianya baru saja 5 tahun. Tetapi, mengapa dia begitu dewasa sebelum waktunya. Mungkinkah, dia tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari ibunya? Sehingga, dia begitu dewasa di usianya yang masih sangat kecil ini ! " batin Jihan.
" Nak, kalau kamu sudah tidur. Mama akan menghampiri Papa kamu, nanti, Mama akan meminta maaf padanya ! "
" Baiklah Mama, Aqila bobo dulu ya ! "
Gadis kecil itu, membaca doa sebelum tidur. Tidak lama kemudian, dia tertidur pulas sembari memeluk gulingnya . Jihan, mencium kening putri sambungnya tersebut. Kemudian, bangkit dari posisinya, dan, segera menemui sang suami.
" Aku harus menemui Mas Bisma, semoga dia bisa memaklumi aku yang masih ragu ini ! " batin Jihan.
Bersambung...