
Bisma, dan, Mister Edward Chen, sedang bercakap-cakap. Keduanya, membicarakan tentang bisnis mereka, yang akan go internasional. Sementara itu, Jihan dan, istri dari Mister Edward, sedang menikmati makanan mereka. Malam ini, banyak sekali tamu yang hadir, karena, mereka mengadakan peragaan busana. Dimana, pakaian-pakaian yang sudah selesai di produksi, akan ditampilkan kepada para tamu undangan, yang sudah hadir untuk pertama kalinya.
Sementara itu, Jihan, dan, Mrs. Jennifer Kim , sedang menikmati makanan. Setelah, mendapatkan makanan, Jihan mencoba untuk mencari tempat duduk. Dia, yang masih tidak tahu bagaimana kelas atas makan di acara perjamuan. Akhirnya, duduk, dibarisan para tamu undangan. Sontak, hal itu membuat Mrs. Jennifer, menggelengkan kepalanya. Dia, membimbing Jihan, untuk duduk di samping Bisma, yang saat ini sedang berbicara bersama suaminya, Mr. Edward Chen.
Bisma, menatap wajah sang istri, sebenarnya dia malu melihat istrinya, masih belum bisa berbaur dengan para kelas atas. Berbeda dengan Karina, dia sudah sangat handal. Tapi, Bisma sadar tidak semestinya dia membandingkan istrinya dengan Karina. Sebab, Karina sudah lama, berada di dunia kelas atas.
" Istrimu, sangat polos Bisma. Dia, duduk di bangku penonton, untuk menikmati makanan itu. Tapi, tidak apa-apa jangan kau marah padanya. Jihan, sepertinya harus belajar lagi ! "
" Baik, Mrs. Jennifer, terimakasih banyak atas perhatiannya!"
" Tidak perlu sungkan. Nanti, aku panggil asisten kami saja, supaya dia menyiapkan makanan untuk Jihan, sepertinya dia masih belum kenyang ! "
" Tidak usah, Mrs. Jennifer. Acara sebentar lagi dimulai kan, jadi, sebaiknya kita bersiap-siap saja ! "
Bisma, tidak ingin bertambah malu, dia memutuskan untuk melanjutkan acara saja. Ternyata, membawa Jihan ke Amerika, justru membuatnya merasa malu. Walaupun, dia sudah mencintai Jihan. Tapi, semenjak dia dan Karina bertukar kabar melalui video call. Dirinya, memang sudah memutuskan, untuk memilih Karina, sebagai istri sahnya. Karena, dia masih ragu dengan istri sirinya tersebut.
Beberapa saat kemudian...
" Selamat Tuan Bisma, syukurlah malam hari ini acara kita sukses besar! "
" Iya benar, terimakasih sudah mau bekerjasama dengan saya ! "
" Ya , dengan senang hati. Baik, kalau begitu nikmatilah bulan madu kalian. Dan, selamat beristirahat, sampai jumpa Mr. Bisma ! "
" Sampai Jumpa Mr. Edward. Kami, Permisi! "
Bisma, dan, Jihan membungkukkan tubuhnya. Setelah Klien, bisnisnya pergi, barulah Bisma, dan, Jihan kembali ke kamar keduanya. Bisma, melepaskan genggaman tangannya, pada Jihan. Begitupun dengan wanita itu, keduanya saling menghindari satu sama lain.
" Kamu pasti lapar bukan ? Barusan, makannya cuma sedikit! "
" Enggak usah, mau tidur ini ! "
" Kamu, dari pagi enggak makan loh sayang. Jangan, menyiksa diri! "
Jihan, menatap wajah sang suami. Dia, kemudian duduk di samping ranjang. Begitupun dengan Bisma, pria itu duduk di samping istrinya.
" Iya, aku mau makan! "
" Baiklah, aku akan memanggil pelayan dulu ! "
" Terimakasih Mas ! "
Bisma, mengangguk. Setelah beberapa saat, pelayan datang membawakan makanan untuk keduanya, dan mereka makan malam bersama.
" Mas Bisma, Maaf ! "
Deg...
Bisma, menatap wajah sang istri, dia sadar bahwa tadi tindakannya sudah sangat keterlaluan pada istrinya tersebut. Dia, mengusap lembut puncak kepala sang istri yang berada di depannya tersebut.
" Aku juga minta maaf, sudah membuat kamu menjadi kesal ! "
" Kita makan dulu Mas, nanti kita bicarakan lagi ! "
Bisma mengangguk sebagai jawaban..
...****************...
" Sekarang kita sudah mandi, dan satu jam lalu, kita juga sudah makan. Jadi, mari kita tidur! "
Jihan, mengubah posisinya, dia kemudian berbalik menghadap ke arah sang suami.
" Kenapa Hem ? " tanya Bisma.
Sembari dia, mengusap wajah istrinya. Dan, menatapnya penuh kasih.
" Mas beneran capek ? "
Bisma, mengangguk.
" Aku pijitin boleh ? "
" Boleh sayang, kamu tuh memang istri idaman ya ! "
Jihan, tersenyum manis, kemudian dia dengan semangat bangkit dan menyuruh Bisma untuk tengkurap.
" Aku mau pijitin seluruh tubuh Mas . Supaya, tidak capek lagi! "
" Baik, terimakasih ya sayang ! "
Kemudian, Jihan memijit seluruh tubuh Bisma. Walaupun peluh keluar, dari pelipisnya, dia tetap semangat agar suaminya itu, tidak merasa kelelahan lagi .
" Bodohnya Aku, jika menceraikan istri sebaik Jihan. Tidak bisa, hanya karena aku kemarin berbicara dengan Karina. Aku, sudah mau menceraikan istriku ini . Benar kata Charlie, aku harus shalat istikharah! " batin Bisma.
" Sudah selesai Mas ! "
" Terimakasih Sayang! "
Bisma, kemudian duduk sembari memeluk tubuh sang istri. Jihan yang baru saja ingin mencuci tangannya, dia terduduk di pangkuan sang suami.
" Iya, sama-sama Mas . Emh itu, Jihan mau cuci tangan dulu ! "
Bisma pun melepaskan pelukannya, dia menatap punggung sang istri yang sedang berjalan menuju wastafel untuk mencuci tangannya.
Sementara itu, dia wastafel Jihan, sedang merencanakan sesuatu. Dia, bertekad untuk menggoda sang suami, agar mau melakukan hubungan intim dengannya. Dia, saat ini sedang berada di masa suburnya. Jadi, sebaiknya dia melakukan itu, agar bisa memiliki keturunan dari Bisma .Karena, kejadian kemarin, dia jadi ketakutan. Jika, Bisma akan menceraikan dirinya. Sebelum itu terjadi, sebaiknya dia memiliki anak bersama Bisma. Agar, dia bisa segera pergi meninggalkan Bisma, dengan tenang. Walaupun dia tidak bisa memiliki Bisma, seutuhnya. Akan tetapi, dia akan memiliki anak dari orang yang sangat dicintainya.
Dengan sengaja, Jihan melepaskan blazer piyamanya, dia hanya mengenakan dalaman yang begitu tipis. Bisma, yang sedang rebahan, tanpa sengaja menoleh ke arah pintu kamar mandi. Dilihatnya, Jihan, mengenakan pakaian tidur yang begitu seksi menurutnya.
" S... sayang, apa yang kamu lakukan? "
" Mas mau tidur beneran ? Enggak mau, bermesraan sama aku ? "
Jihan, berbicara dengan nada yang begitu menggoda iman pria tampan itu. Bisma, yang ditanyai seperti itu, otomatis bangkit dan, menghampiri sang istri.
" Kamu menggodaku Hah? "
Jihan, mengalungkan tangannya, dia berjinjit kemudian berdoa dalam hatinya . Lalu, mengecup bibir sang suami. Tanpa ragu, Bisma membalasnya, keduanya saling mengulum dan menghisap bibir satu sama lainnya. Hingga, mengeluarkan bunyi decapan keduanya, akibat penyatuan bibir mereka.
" Mas, aku lagi pengen. Ayo kita begadang! "
" Kamu yang meminta ya ! "
" Iya, memang aku kok . Ayo, kita lakukan di kamar mandi. Supaya bisa langsung membersihkan diri ! "
" Tidak mau, kita harus melakukannya lebih dari satu ronde oke? "
Jihan, ketakutan, tapi memang sudah resikonya. Karena, Bisma tidak akan pernah puas jika hanya satu ronde saja.
" Baiklah ! "
Bisma, membimbing sang istri untuk kembali ke ranjang keduanya. Mereka, mulai bercumbu mesra . Jihan, tersenyum bahagia, dia yakin pasti Tuhan akan memberikan dia anak. Sedangkan Bisma bahagia, disaat dia ragu harus memilih antara Jihan, dan, Karina. Istrinya itu datang menggodanya. Dan, keraguannya pun hilang, kini dia akan memutuskan untuk menjadikan Jihan sebagai istri dan permaisurinya.
" Kita akan menjadi ayah dan ibu, sayang! "batin Bisma.
" Mas Bisma, setelah ini kita berpisah. Aku cinta kamu, aku juga sayang kamu. Aku, akan memiliki anak darimu, selamat tinggal, cintaku! " batin Jihan.
Bersambung...