
Setelah selesai makan, Alif, dan asistennya pergi terlebih dahulu. Karena, ada urusan penting yang mendesak, sehingga keduanya buru-buru pergi. Dan, saat ini, hanya ada Bisma, Jihan, serta kedua orang tua Jihan alias mantan mertua Bisma.
" Bisma, sama Jihan pamit dulu ya. Ma, Pa ! "
" Iya Nak, hati-hati di jalan! "
" Iya Ma, terimakasih. Ayo Ji ! "
" Iya Mas ! "
Bisma dan Jihan, keduanya pergi ke tempat parkir. Dimana, Bisma memarkirkan mobilnya disana. Begitu pula, pasangan paruh baya itu juga, segera meninggalkan cafe dan restoran milik mereka sendiri. Keduanya, berjalan sembari bergandengan tangan menuju parkiran khusus pemilik restoran.
" Sayang, Bolehkah Mas bertanya padamu ? "
" Iya Mas , kenapa ya ? "
" Hubungan antara kamu ,dan, mantan mertuaku sebenarnya apa? Mengapa kalian akrab sekali tadi ? "
" Aku, kan pernah kerja di rumah Kak Alif. Jadi, wajar dong mereka mengenaliku, dan, akrab denganku "
" Baiklah, Jihan aku akan mencari tahu sendiri! "
" Maaf, jangan marah, Jihan sedih kalau Mas Bisma kayak gitu! "
Jihan, menundukkan wajahnya. Seolah-olah, dia sedang bersedih hati karena sang suami . Kebetulan, Bisma, melewati rest area akhirnya dia berhenti di sana sejenak. Dia, mengusap lembut pipi sang istri, berharap dia berhasil menghiburnya.
" Iya maaf deh, Mas, enggak akan bentak kamu lagi ! "
Jihan, tersenyum cerah memandang wajah sang suami.
" Benarkah? "
Bisma, mengangguk sebagai jawaban.
" Oh iya Mas, kita jemput Aqila yuk. Anak kita, sudah jadwalnya pulang dari les Bahasa Inggris kan ? "
" Ah iya, benar juga. Ayo kalau begitu ! "
Bisma, segera menjalankan mesin mobilnya kembali.
...----------------...
" Kalau saja kau tidak memakai pengaman, mungkin kau sudah hamil anakku sayang ! "
Pria tambun itu, mengusap perut rata, sang kekasih. Karina, yang berada di pangkuan sang kekasih, dia tersenyum manja. Dia, mengalungkan lengannya pada leher sang sutradara.
" Iya, honey pasti aku akan mengandung anakmu ! "
Karina, dan, Anton benar-benar sudah nyaman satu sama lain. Bahkan, wanita cantik itu, tidak segan meminta untuk melakukan hubungan intim jikalau hasratnya sedang naik. Ya benar, Karina wanita yang mudah terang***g, dan Anton, sangat menyukai kenakalan wanitanya itu.
" Oh iya, bagaima kalau kita melakukannya hari ini? Sudah lama aku tidak disentuh olehmu ! "
Anton, mendongak menatap wajah sang kekasih yang saat ini berada di pangkuannya.
" Sayangku, aku sudah tua. Nanti lagi ya, baru saja dua hari kau sudah bilang lama? Aku ingin memulihkan tenaga dulu sayang, besok atau lusa deh kita lakukan lagi ! "
" Ayolah, kau tahu kan tiga Minggu lagi aku akan pulang ke Indonesia. Memilih tanggal yang bagus untuk resepsi pernikahanku dengan Bisma? "
" Iya sayang, tapi kau yang memimpin, kau sanggup? "
" Oke, kalau begitu aku yang memimpin! "
...----------------...
" Mama, Papa, Assalamualaikum! "
" Wa'alaikumusallam, putri cantiknya Mama pinter banget sih. Bagaimana belajarnya, seru tidak sayang ? "
Aqila, tersenyum manis, dia mencium pipi sang sambungnya.
" Seru banget Mama, I Like speaking English! "
" *Really? "
" Yes Papa* ! "
" Sudah-sudah, Mama jadi seperti pergi ke planet asing aja. Pusing dengernya ! "
" Baik Mama ! "
Bisma, memeluk tubuh istrinya yang sedang menggendong Aqila.
" Sayang, sini Aqila aku aja yang gendong! "
" Mimpi apa aku semalam, dia manggil aku sayang ? Ya Allah, jika ini mimpi jangan bangunkan aku dulu ! " batin Bisma.
" Papa, Aqila mau beli eskrim! "
" Oke, kita beli ya sayang! "
" Sayang, kamu jangan minum eskrim dulu. Kamu badannya anget loh, Mas coba deh kamu sentuh keningnya! "
" Ya Allah Nak, Mama benar kamu sebaiknya, jangan beli eskrim dulu ya. Nanti kita ganti, lain waktu aja ya ! "
Aqila, mengangguk.
" Semoga kamu cepat sembuh ya sayang ! "
" Insyaallah, Aqila cepat sembuh. Mas, ayo pulang, kasihan putri kita,dia kedinginan ! "
" Tadi, tubuhnya baik-baik saja. Kok, bisa berubah menjadi sepanas ini ? "
Aqila, digendong oleh Bisma, dan dibaringkannya tubuh sang anak, di kursi belakang.
" Mas, aku temani Aqila ya ? "
Bisma, mengangguk sebagai jawaban. Walaupun, dia cemburu dengan putrinya sendiri, tetapi dia harus paham dengan kondisi tubuh anaknya saat ini.
...****************...
" Selamat datang Tuan, dan, Nyonya ! "
" Sssst, anakku sedang tidur! "
" B...baik Nyonya ! "
" Tolong siapkan, es batu, dan, handuk . Aku, ingin mengompres anakku! "
" Baik Nyonya, segera kami persiapkan! "
" Terimakasih! "
" Sama-sama Nyonya! "
Bisma, menggendong putri kecilnya tersebut, dan Jihan setia berada di belakangnya.
" Mas, kok anak kita bisa kayak gini sih ? "
" Tadi, aku menghubungi Mama dan Papa. Katanya, saat olahraga, hujan deras, lalu Aqila tidak bawa baju ganti. Baru ganti pakaian,saat hendak les saja. Jadi seperti ini! "
" Lain kali, kalau Aqila menginap, aku juga ikut. Aku tidak mau anak kita sakit lagi , hiks ! "
" Sayang, ini bukan salah kamu. Ini kebetulan aja kok, jangan menyalahkan dirimu. Aku pun salah, karena tidak bisa mengontrol syahwat ku saat malam itu. Sehingga, kau kelelahan, dan, aku sadar. Jika, aku begitu egois, karena lebih menginginkan kamu. Dibandingkan, dengan Aqila, aku minta maaf! "
Jihan, dan , Bisma saling menguatkan satu sama lain. Keduanya, segera mengganti pakaiannya, dan, mulai kembali ke kamar Aqila.
" Sayang, malam ini kita jaga Aqila ya, tapi kalau kamu kan besok harus bekerja. Sebaiknya, kamu tidak usah ! ".
" Tidak, aku akan bersamamu . Menemani, putri kita ! "
" Baiklah, terimakasih! "
" Sama-sama! "
Bisma, memanggil Julia, dan setelah wanita paruh baya yang cantik itu datang, dia meminta agar makan malam mereka di bawa ke kamar Aqila saja.
" Baik Tuan, saya akan segera siapkan! "
Setelah shalat isya, Bisma, dan Jihan makan malam di samping ranjang Aqila. Jihan, dia sudah terlebih dahulu habis, lalu, dengan cekatan dia menyiapkan meja makan lipat untuk putri kecilnya. Selain itu, dia meninggikan bantalnya, dan, segera membawa meja makan lipat, ke atas ranjang. Kemudian, dia menyuapi anak sambungnya tersebut. Sementara itu, Bisma memperhatikannya dari jarak dekat.
" Semakin hari, semakin bimbang, antara istri dan tunanganku siapakah yang harus aku pilih? " batin Bisma.
Aqila, tersenyum dia kemudian meminta maaf pada sang Ibu karena sudah merepotkan.
" Mama, makasih, Aqila sayang Mama! "
" Mama juga, kamu cepat sembuh ya. Berhubung, minum obat cair dilarang, Mama udah bantu hancurkan obatnya buat kamu. C*ntr*Xin buat kamu, insyaallah aman! "
Setelah Aqila meminum obat, Jihan, membawa putri sambungnya tersebut ke dalam pelukannya. Sembari berdoa dalam hatinya, agar Aqila bisa cepat sembuh. Dia, mengecup keningnya, sembari menangis entah karena, yang dia peluk adalah putri Jasmin, saudari angkatnya, entah dia sudah sangat mencintai Aqila, Jihan sungguh tidak mengetahuinya. Lagi,dan, lagi, Bisma, dibuat terpana dengan tindakan istrinya tersebut. Dia pun bergabung dengan keduanya, dan, memeluk tubuh keduanya. Maid, yang hendak membereskan piring-piring kotor tersebut, akhirnya mengurungkan niatnya, dia mengambil kamera ponselnya, dan memotret keluarga bahagia di depan matanya tersebut.
" Ya Allah, mereka terlihat seperti keluarga bahagia. Tolong, jangan ada Nona Karina lagi dalam rumah tangga mereka. Tuan muda Bisma, adalah lelaki yang baik, dan, Nona Jihanlah yang pantas mendampinginya! " batin Julia.
Bersambung...