
Malam itu, Karina, dan, Robert mereka tertawa bahagia. Saat, rencana keduanya berhasil, pasalnya menikah dengan Bisma hanyalah sebuah alibi. Karena, rencananya jika Karina dan Bisma sudah menikah. Maka, ketika berhubungan badan, Karina akan menggunakan pil kontrasepsi. Sedangkan, benih Robert lah yang akan mengisi rahim sang wanita.
Itu, sudah menjadi keputusan Karina, dan, Robert. Keduanya ingin memiliki anak walaupun tidak menikah. Dan, anak pertama keduanya, akan Karina berikan pada Robert. Sedangkan, anak kedua dia akan membuatnya bersama Bisma. Jahat memang, tetapi mereka pun tidak mengetahui kenyataannya. Kalau, Bisma sudah menikah dengan seorang gadis yang pernah Karina tampar pipinya. Jihan, resmi menjadi istri dari tunangannya. Bukankah rencana Tuhan lebih indah dibandingkan dengan rencana manusia.
Namun, mereka begitu yakin rencana keduanya akan berhasil. Tanpa, tahu resiko kedepannya akan seperti apa. Yang jelas, saat ini hanya ada kenikmatan sesaat saja, yang sedang mereka pikirkan. Dan, harapan kedepannya tidak ingin mereka pikirkan lagi.
" Bagaimana katanya ? "
" Dia setuju, akan menikahi aku tahun depan . Setelah, penghargaan bergengsi di selenggarakan. "
" Akhirnya, aku tidak sabar sayang ingin segera memiliki momongan bersamamu ! "
" Kau harus bersabar, untuk satu tahun ini. Benihmu, akan terbuang sia-sia, sampai waktunya tiba. Kita berdua, pasti akan memiliki anak! "
" Aku senang mendengarnya darling ! "
Dua insan yang berbeda usia itu, kini kembali bergumul di malam yang indah ini, diterangi sinar rembulan yang menambah kesan romantis keduanya. Saling mengucapkan kata cinta, saling mencumbu, dan, saling mereguk kenikmatan.
" Robert, I love you ! " Karina berbisik.
Pria itu menarik sang wanita ke dalam pelukannya, mereka masih belum memakai pakaian, dan, juga membersihkan diri. Membuat, gairah pria itu bangkit kembali.
" Bagaimana kalau kita melakukannya lagi? Kau selalu berhasil membuatku semakin bergairah ! "
" As you wish Honey ! "
Dan, malam itu keduanya melakukan hubungan intim kembali, untuk yang ke tiga kalinya.
...----------------...
Hari ini Bisma, dan, Jihan pergi ke pasar untuk persiapan tujuh hari kematian Abah. Dan, rencananya, setelah acara selesai. Bisma, akan meminta izin Murniati, untuk memboyong sang istri ke rumahnya di Jakarta.
" Pak Bisma, mau bawa apa nanti pulang ke Jakarta? "
" Tahu Sumedang, dodol Garut, sama peuyeum Bandung itu makanan Sunda favorit Mama Jihan. Bisakah kamu membantu aku mendapatkannya ? "
" Untuk suamiku, aku tidak keberatan kok . Okey, yuk cari di sebelah sana jual oleh-oleh khas Sunda tuh lihat enggak? Toko Haji Mahmud! "
Bisma, menoleh ke arah tunjuk istrinya.
" Oh iya itu, benar. Ayo sayang ! "
Deg...
" Apa yang barusan dia katakan? Sayang? Tidak-tidak aku pasti salah dengar. Pak Bisma, pasti sedang teringat akan kekasihnya, Mbak Karina! " batin Jihan.
" Hei, kok melamun sih? "
Jihan, menatapnya dengan tatapan matanya yang penuh arti. Sungguh, Bisma telah berhasil membuat jantungnya berdebar-debar tidak karuan. Satu kata yang Bisma ucapkan, berhasil memporak-porandakan hatinya.
" Jangan memanggil saya dengan sebutan seperti itu. Tolong, jangan membuat saya berharap terlalu banyak pada anda, Bapak Bisma ! "
Mendengar ucapan yang terkesan dingin, membuat Bisma menjadi lebih hati-hati lagi. Jihan benar, dirinya tidak boleh membuat gadis itu terlalu berharap. Karena, sungguh hubungan ini hanyalah kesepakatan semata. Demi keuntungan masing-masing saja, tidak boleh ada perasaan di dalamnya.
"Sudah selesai ya, mari kita pulang! "
" Baik, Jihan soal tadi... ! "
" Sudahlah, jangan di bahas. Oh iya, saya sudah menandatangani surat perjanjian. Bapak bilang, bukan hanya kontrak lisan, ternyata ada kontrak tertulis juga. Dan, tadi, asisten pribadi Bapak mengirimkan email ke saya. Bapak bisa lihat nanti, tinggal Bapak yang belum menandatangani surat perjanjian!"
Jihan, mengangguk sebagai jawaban. Keduanya, kemudian segera pergi meninggalkan toko oleh-oleh khas Sunda tersebut. Nanti sore, keduanya akan segera kembali ke Ibukota.
Acara tahlilan berjalan dengan lancar, setelah itu Bisma,dan, Jihan berpamitan pulang ke Ibukota. Bisma, meminta izin kepada Ibu angkat Jihan, untuk memboyong sang istri ke rumahnya di Jakarta. Murniati, menangis ketika Jihan memeluk tubuhnya. Sungguh, anak yang sudah lama dirawatnya kini sudah memiliki sandaran hidup, selainnya.
" Geulis, Ema harap kamu bisa bahagia dengan Nak Bisma ! "
" Aamiin, terimakasih Ema ! "
" Iya, Nak Bisma tolong jangan sakiti Jihan. Jika sudah tidak mampu mengajarinya, pulangkan saja dia pada saya. Saya, tidak ingin melihat dia menderita. Meskipun, saya bukanlah ibu kandungnya. Tapi, saya sangat menyayangi Jihan ! "
Bisma, mengangguk sebagai jawaban. Hatinya kacau, saat mendengar perkataan dari ibu mertuanya tersebut. Entah mengapa, tanpa sadar dia menangis. Dan, Jihan menghapus air matanya yang sudah mengalir membasahi pipinya.
" I... insyaallah saya, em tidak akan menyakitinya! "
" Baiklah, kalau begitu kita pamit dulu ya Ema. Kasihan, Pak Juki sudah terlalu lama menunggu! "
" Ah itu, Baiklah. Hubungi kami jik sudah sampai ya ! "
" Baik, Kami pamit dulu ya ibu. Assalamualaikum! "
" Wa'alaikumusallam! "
...----------------...
Dalam perjalanan, Bisma sesekali melirik ke arah istrinya. Dalam hati, dia meminta maaf pada sang istri. Karena, sudah membuat hidup Jihan semakin rumit. Seharusnya, gadis sepertinya, menikah dengan pria yang baik. Bukan, pria sepertinya yang hanya menjadikannya sebagai seorang istri kontrak. Dia tahu awalnya dia berniat untuk menikahinya karena Aqila. Akan tetapi, Karina meminta proses pernikahan mereka dipercepat.
Bisma, tidak menaruh curiga sama sekali. Dia, memang sangat mencintai Karina Lidia, seorang Aktris kenamaan tanah air yang sangat cantik, dan, seksi, blasteran Indonesia- Amerika membuatnya semakin terlihat cantik bak boneka Barbie. Akan tetapi, Karina memiliki sikap yang buruk. Seperti jika bertemu dengan kedua orang tuanya, dia akan dengan santainya duduk di sofa. Padahal, belum dipersilakan untuk duduk, itulah kekurangannya. Tidak ada yang mengajarinya sopan santun, karena, dia sudah ditinggalkan oleh kedua orang tuanya sejak kecil.
**Kontrak** **Perjanjian**
Pada hari ini, tanggal 22 Desember 2022, Telah dibuat dan disepakati oleh Bisma Abimanyu sebagai Pihak Pertama dan di tandatangani oleh Jihan Vania sebagai Pihak Kedua.
Aturan dalam kontrak yang harus di setujui oleh Pihak kedua :
A. Pihak kedua harus bisa menjaga putri dari Pihak Pertama dengan baik, selama 24 jam penuh.
B. Menikah secara hukum dan agama dengan Pihak Pertama, hanya untuk keuntungan masing-masing saja.
C. Tidak boleh mencampuri urusan pribadi Pasangan.
D. Bertindak seperti istri dan ibu yang baik di depan putri dari Pihak Pertama.
E. Jangan pernah membongkar status ke hadapan publik.
F. Tinggal di kamar yang sama.
Masa berlaku kontrak selama Satu Tahun. Jika Pihak Pertama mengakhiri kontrak secara sepihak, maka Pihak Kedua akan mendapatkan apapun yang diinginkan. Apabila Pihak Kedua yang mengakhiri kontrak secara sepihak, maka Pihak Kedua wajib membayar denda sebesar Rp 5 Miliar.
Yang bersangkutan :
Pihak Pertama Pihak Kedua
Bisma Abimanyu Jihan Vania
*Bersambung*