
Hari ini, Charlie berjalan-jalan di pusat perbelanjaan. Dia, ingin membeli sesuatu, tanpa sengaja dia menabrak seseorang.
" Aduh, maaf ! "
" Iya, tidak apa-apa! "
Gadis berjilbab ungu itu, tersenyum dan mengambil barang-barang miliknya yang terjatuh.
" Saya permisi Mas, Assalamualaikum ! "
Charlie terdiam, saking terpesonanya.
" Wa'alaikumusallam ! "
" Masyaallah cantiknya !" batin Charlie.
Sangat berkesan, itulah yang terlintas dalam pikiran Charlie. Pria itu, memegangi dadanya, rasanya jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Mungkin, inilah yang dinamakan dengan jatuh cinta pada pandangan pertama.
" Mbak, tunggu ! "
" K...kenapa Mas ? "
Gadis itu, berbalik sembari menatap heran ke arah Charlie.
" Bisakah kita makan siang bersama? "
Gadis itu tampak ragu, dia seperti ketakutan setengah mati. Keringat dingin, mulai mengalir dari wajahnya.
" Jangan takut, saya bukan penjahat kok. Saya hanya ingin meminta maaf dengan tulus pada anda, itupun jika anda tidak keberatan! "
Karena malu dilihat oleh banyak orang, akhirnya gadis itu mau menerima ajakan makan siang bersama.
Keduanya, berjalan beriringan dan setelahnya mereka memasuki mobil. Baik Charlie maupun gadis itu, tidak ada yang memulai pembicaraannya dalam perjalanan menuju restoran cepat saji. Akan tetapi, karena ingin lebih dekat dengan gadis itu, akhirnya Charlie memberanikan diri untuk menanyakan sesuatu.
" Paling enak makan dimana ya Mbak ? "
" Dimana aja Mas, saya ngikut aja ! "
" Oke, kalau begitu kita ke restoran Bang Alif aja ya, di Menteng! "
" Ya ampun, itu terlalu mahal Restoran Doa Ibu Menyertaiku kan ? "
" Kamu tahu Mbak ? "
" Saya, kebetulan tahu nama pemiliknya, soalnya saya pernah diajak makan siang di sana sama teman kerja saya ! "
" Oh begitu, tidak apa-apa kita ke sana saja ! "
Setelah perjalanan kurang lebih 15 menit, dari toko buku ke restoran Alif. Kini, keduanya sampai di restoran bintang lima tersebut.
" Sudah sampai, silakan Nona ! "
Charlie, membukakan pintu mobil untuk gadis itu, sedangkan gadis itu tersipu malu. Ketika di perlakukan layaknya Tuan Putri oleh pria tampan, yang tidak dikenalnya tersebut.
" Mimpi apa aku semalam, mengapa bisa bertemu dengan orang kaya yang baik hati seperti dirinya!" batin gadis berjilbab ungu.
...----------------...
" Bisma, Papa dan Aqila, pulang duluan ya ! "
" Mama, Aqila maunya sama Mama dan Papa. Tapi, Aqila enggak betah disini. Maafin Aqila ya Ma ! "
Jihan, berjongkok menyamakan posisinya dengan putri sambungnya tersebut. Dia, mengusap lembut puncak kepala Aqila. Membuat Bisma, dan, juga ayah mertuanya tersenyum bahagia. Setelah sekian lama, ternyata Aqila, bisa tersenyum manis seperti ini. Biasanya dia cuek, tidak pernah begitu ekspresif seperti ini.
" Jihan, kamu memang membawa perubahan pada cucuku. Terimakasih Nak, semoga kalian memang berjodoh. Ya Allah, aku lebih suka menantuku daripada calon menantuku! " batin Abimanyu.
" Aku sangat mencintai Karina, tapi, melihat Jihan begitu menyayangi Aqila. Aku, tidak ingin bercerai darinya. Sedangkan, tahun depan aku akan menikah dengan Karina. Ya Tuhan, aku harus bagaimana? " batin Bisma.
Semalam, Bisma dihubungi oleh kekasihnya. Karina mengatakan, dia ingin cepat-cepat menikah dengannya dan memiliki anak. Supaya, Aqila memiliki teman . Tetapi, saat membicarakan tentang itu pada sang ayah. Abimanyu, murka dia bilang tidak bisa secepat itu.
Namun, ini sudah keputusan dari Bisma. Bahwa satu tahun lagi, dia akan bercerai dengan Jihan. Dia, sudah membicarakan tentang ini dengan gadis itu. Dan, Jihan menerimanya, dengan syarat harus merahasiakan perjanjian ini dengan ibu angkatnya. Dia takut, Murniati akan sedih mendengar berita ini. Jadi, sebaik mungkin mereka harus merahasiakan perjanjian tersebut.
" Mama, dan, Papa nanti akan menyusul kamu kok sayang. Iya kan Papa ? "
Jihan, menyikut lengan sang suami. Dan, pria brewok itu tersenyum kaku, kemudian dia juga menyejajarkan tingginya dengan putrinya.
" Mama benar sayang, kami disini 6 hari lagi
Kamu, tidak boleh nakal ya, baik-baik sama Kakek, dan, Nenek juga Om Charlie okey ! "
Jihan, mencium pipi gembul Aqila. Membuat, Bisma kian bimbang untuk menceraikan istrinya tersebut. Sungguh, wanita keibuan seperti Jihanlah yang diharapkan oleh keluarganya. Tapi, bagaimana dengan Karina , itulah yang membuatnya semakin kesulitan dalam memilih.
" Ya sudah, Mama, Papa. Aqila, dan, Kakek pamit dulu ya. Assalamualaikum! "
" Wa'alaikumusallam! "
Aqila, dan, kakeknya memasuki mobil. Aqila, cemberut saat berada di dalam mobil, dia tidak ingin meninggalkan Jihan dan Papanya. Tetapi, semalam dia terus-terusan menangis, Karen tidak ada AC sehingga, dia kepanasan. Dan, tempat tidur Jihan sangat sempit, semalam mereka bertiga tidur berdesakan. Dengan posisi Aqila di tengah, dan, Jihan serta Bisma di sisi kanan dan kirinya.
" Bye Mama see you later! "
" Iya, sampai jumpa lagi sayangku ! "
Bisma, dibuat tersenyum lebar, saat Jihan memberi Aqila flying kiss nya .
" Pak Juki, hati-hati ya ! "
" Iya Tuan Muda , Sampai jumpa! "
Bisma, mengangguk dan melambaikan tangannya saat mesin mobil sudah dijalankan oleh, Pak Juki, supir pribadi keluarganya .
" Mereka sudah pulang, sekarang kita masuk ke dalam yuk Pak! "
" I...iya Jihan, Oh iya, Ibu kenapa lama sekali? "
" Beliau mungkin sedang membaca surah Yasin di makam. Jangan Khawatir, lagipula beliau sama Kakak, dan, juga kakak ipar kok ! "
" Emmh iya ! "
" Bapak lapar tidak? Kalau lapar, saya buatkan Mie Tek Tek, kemarin kan udah makan nasi goreng, biar beda-beda gitu ! "
" Boleh deh, maaf merepotkan kamu! "
" Selama anda masih menjadi suami saya, itu bukanlah hal yang merepotkan kok ! "
" Kamu curang Jihan, mengapa hanya aku yang bimbang untuk mengambil keputusan. Sedangkan kamu, biasa-biasa saja !" batin Bisma.
...----------------...
" Bagaimana enak tidak? "
" Alhamdulillah, enak Mas ! "
" Dari tadi, kita belum kenalan ya ? Nama saya, Charlie Abimanyu. Panggil saja, Charlie. Kalau boleh tahu kamu siapa ? "
" Nama saya Hana Salsabila. Panggil saja, Hana ! "
" Baik, Hana salam kenal! "
" Iya salam kenal, Mas Charlie! "
" Kalau boleh tahu, kamu punya pacar enggak? "
" Tidak punya, maksudnya tidak pacaran gitu ! "
" Oh begitu, tapi punya calon kan ? "
Hana, mendadak sedih, entah karena apa, yang jelas hal tersebut membuat Charlie merasa bersalah.
" Saya minta maaf, sungguh itu adalah hal privasi ya ? . Maaf! "
Hana, menggeleng cepat sebagai jawaban.
" Tidak apa-apa kok, saya gagal menikah. Karena, calon suami saya, ternyata menghamili wanita lain. Dan, mereka harus menikah, demi bayi dalam kandungan wanita itu. Akhirnya, pernikahan saya dan dia, dibatalkan! "
" Astaghfirullah, lelaki kurang ajar. Bagaimana kalau anda menikah saja dengan saya. Kalau dilihat umur kita tidak terlalu jauh ! "
" Saya berusia, 25 tahun Mas ! "
" Pas sekali, saya 27 tahun. Yang penting, kita niatkan menikah karena Allah Ta'ala. Saya yakin, jika pada akhirnya kita berdua akan saling mencintai! "
" Ya Allah, apakah ini mimpi? Pria ini mengajakku untuk menikah dengannya. Aku harus bagaimana ? "
" Mas becanda kan? "
" Tidak, saya serius! "
Bersambung...