
" Kamu sedang hamil sayang ! "
Jihan , menatap netra pria tampan itu. Dia, tersenyum bahagia, mendengar perkataan sang suami.
" Benarkah Mas ? Masyaallah, Terimakasih Ya Allah, Alhamdulillah ! "
Ketika melihat wajah istrinya, yang berkaca-kaca seperti itu. Bisma, memeluk tubuhnya, dia begitu bahagia karena saat ini sang istri tengah mengandung anaknya.
" Jihan ! "
Jihan, menatap wajah sang suami, dia tersenyum manis.
" Iya Mas kenapa Hem ? "
Jihan, mengusap lembut pipi sang suami, dia bertanya begitu lembut.
" Aku mencintaimu! "
Deg...
" A... apakah itu benar Mas ? "
" Aku bersungguh-sungguh, mungkin ini terlalu cepat. Sehingga, kamu meragukan perasaanku, tapi satu hal yang harus kamu tahu, Mas tidak pernah mau bercerai darimu. Kamu pasti bertanya-tanya, bagaimanakah dengan Karina? Jawabannya tentu saja aku, akan memutuskan hubunganku dengannya. Percayalah, hanya kamulah takdirku, sayang ! "
Jihan, memeluk tubuh sang suami. Dia, terharu, dengan perkataan yang diucapkan oleh Bisma barusan. Sehingga, dia menangis karenanya.
" Mari kita menikah lagi ! " ujar Bisma berbisik.
Jihan merinding, mendengar suaminya berbisik di telinganya. Dia, segera melepaskan pelukannya.
" Memangnya Mas Bisma tidak sayang ya, merelakan kekasih secantik Mbak Karina? "
" Dia cantik, seksi, dan, hebat dalam berakting. Tapi Jihan, hanya kamu yang pintar membuatku merasa nyaman. Tidak ada yang lain, selain dirimu ! "
Jihan, menggelitik perut sang suami. Membuat, Bisma tidak bisa menahan rasa gelinya, sehingga dia menghentikan tangan sang istri dan mencium bibirnya. Membuat, Jihan, membelalakkan matanya. Keduanya, saling membalas sentuhan bibir satu sama lainnya. Tetapi, hal itu tidak berlangsung lama, sebab Bisma sadar, tidak boleh menyentuh Istrinya.
" Ah, maafkan aku sayang. Kalau aku teruskan, aku akan khilaf. Istirahatlah, Mas akan kembali lagi setelah membawakan makanan untukmu ! "
" I...iya Mas ! "
Bisma, kemudian berlalu pergi. Sementara itu, Jihan mengusap perut ratanya tersebut.
" Sayang, tumbuhlah dengan sehat. Ya Allah, lancarkanlah segala urusanku, Aamiin ! "
...----------------...
Di kantor pusat, H.S Group Indonesian, Alif dan juga Hasan sedang merencanakan sesuatu. Dimana, hari ini asisten pribadi Alif, akan pergi ke tempat tinggal Bisma dan Jihan. Dia, hendak memberitahukan perihal informasi tentang Karina. Apa saja, yang wanita itu lakukan di Amerika sana.
" Hari ini, kau beritahukan Bisma. Apa saja yang wanita itu lakukan di belakangnya ! "
" Baik, Tuan Muda ! "
" Sungguh, aku benci wanita itu. Biarlah aku juga pergi bersamamu. Kau hubungi aku, beri aku tanda jika bisma tidak mempercayai mu. Aku tidak sudi, jika adikku hanya dinikahinya secara siri. Sedangkan, wanita j*l*n* itu harus menikmati dirinya sebagai Nyonya rumah Bisma Abimanyu. Tidak akan aku biarkan,itu terjadi ! "
Bisma, begitu tersulut emosi ketika dia melihat bukti-bukti penyelidikan dari anak buahnya saat di Amerika sana. Diam-diam, tanpa sepengetahuan Karina, Bisma memergoki Karina, sedang bercumbu mesra dengan pria tua. Di saat itulah, dia meminta bantuan salah satu pesuruhnya, untuk menyelidiki tentang Karina.
**** Saat itu, setelah melihat Karina sedang bercumbu mesra, dengan Robert Dewanto. Alif, meminta Rahman untuk menyelidiki tentang Karina. Dia memberikan waktu lebih, untuk bawahannya itu, agar bisa tinggal di Amerika lebih lama. Dan, dia mengurus semua dokumen tentang Rahman agar pria itu bisa menjalankan tugasnya dengan baik.
" Kau harus selidiki tentang wanita liar itu. Bagaimanapun juga, dia calon istri dari Bisma Abimanyu, mantan adik iparku. Dan, sebagai Paman dari Aqila, aku ingin melihat sifat asli, dari calon istrinya tersebut . Kau mengerti! "
" Mengerti Tuan Muda, saya akan berusaha sebaik mungkin! "
" Baik, kalau begitu aku dan Hasan pulang duluan. Untuk uang saku, kau tidak usah khawatir. Karena, aku sudah menyiapkan segalanya untukmu ! "
" Baik Tuan Muda, terimakasih! "
Alif mengangguk, kemudian dia meminta Hasan agar pergi sesegera mungkin, untuk pulang ke Indonesia.
...****************...
" Si Bisma ini, dia pindah ke mana sih? Di rumah utama kediaman Abimanyu, tiada aku menemuinya. Mereka berkata, jika Bisma sudah memiliki mansion sendiri. Aku masih belum bisa percaya sepenuhnya padanya, aku takut dia menyakiti adikku! "
" Tenanglah Tuan Muda, saya tahu anda begitu mengkhawatirkan keadaan Nona Jihan. Tetapi, tidak semestinya anda berbicara buruk mengenai Tuan Bisma. Saya rasa, sepertinya Tuan Bisma mencintai Nona muda. Terbukti, hanya Nona Muda yang bisa masuk ke kamar istirahat di kantornya, selain Jasmine pastinya ! "
Hasan, tidak memanggil Jasmine dengan panggilan Nona Muda, sebab baginya, hanya Jihan yang pantas dipanggil seperti ini. Dan, keluarga besar Hendrawan pun tidak mempermasalahkan hal ini. Karena, nyatanya anak kandung mereka hanyalah Alif, dan, Jihan . Tidak dengan Jasmine, dia hanya anak adopsi, yang mendapatkan keberuntungan saja.
" Baiklah ! "
Hasan, meminta security, untuk membukakan pintu untuk mobil majikannya. Tetapi, penjaga keamanan tersebut tidak mengindahkannya. Mereka, justru memberinya beberapa pertanyaan, sehingga membuat Hasan jengkel.
" Cukup Hasan, biar aku yang hadapi mereka! "
" Baik Tuan Muda ! "
" T...tuan Alif, silakan masuk! "
" Hasan, bawa segera mobilnya masuk ! "
Tidak lama kemudian, Hasan membawa mobilnya masuk dan segera ke tempat parkir.
" Tunjukkan padaku, dimana Tuan kalian ! "
" Baik Tuan, mari saya antar anda ke dalam ! "
" Terimakasih! "
...----------------...
Tok ...tok ...tok ...
" Siapa ? "
" Julia,Tuan Muda ! "
Bisma, membuka pintu kamar tersebut. Dia, meminta Julia untuk tidak berisik karena, sang istri kini sedang tertidur.
" Ada apa Julia ? "
" Di ruang tamu, ada Tuan Muda Alif, mantan kakak ipar anda ! "
" Ada perlu apa dia kemari? "
" Saya tidak mengerti Tuan ! "
" Baiklah, aku akan menemuinya. Tolong jaga istriku ya, takutnya dia terbangun dan meminta bantuan! "
" Baik Tuan Muda! "
" Terimakasih! "
Bisma, segera turun ke bawah, dan, menemui Alif.
" Assalamualaikum Kak ! "
" Wa'alaikumusallam, Bisma ada sesuatu yang ingin aku sampaikan! "
" Apa itu? Ah, maaf kak silakan duduk! "
" Terimakasih ! "
" Mau minum apa ? "
" Tidak usah, aku ke sini untuk memberitahu sesuatu padamu! "
" Apa itu? "
" Ini tentang Karina, tunanganmu ! "
" Ada apa dengannya ? "
" Hasan, kemarilah! "
" Baik Tuan Muda! "
Hasan, segera menghampiri kedua Tuan Muda tersebut. Lalu, dia memberikan sebuah map coklat pada Bisma.
" Apa ini ? "
Kening Bisma berkerut, dia merasa heran dengan apa yang diterimanya dari Asisten pribadi Alif tersebut.
" Bukalah, kau tahu , tadinya Hasan yang akan menemuimu . Tapi, aku punya feeling jika, pada akhirnya dia akan menerima sebuah penolakan. Ternyata benar, para security mu sangat ketat penjagaannya! "
" Ah, maafkanlah mereka, karena aku yang meminta mereka agar tidak sembarang mengizinkan orang masuk ke dalam demi kenyamanan istri dan anakku. Kalau begitu, aku buka ya Kak ? "
" Ya, bukalah! "
Bisma, begitu syok saat membuka map coklat tersebut. Dia , sampai membelalakkan matanya sembari menjatuhkan map tersebut.
" Astaghfirullah, ternyata inilah jawaban dari semua doaku. Alhamdulillah, aku tidak salah dalam memilih istri . Karina , jadi kau memang bukan wanita yang baik untukku. Kau benar-benar murahan, pantas saja kedua orang tuaku, tidak menyetujui hubunganku dengannya dulu ! "batin Bisma.
Pria itu, mengepalkan tangannya, sembari menggertak giginya. Dia benar-benar ingin, memaki Karina, bahkan dia ingin sekali menampar wajah tunangannya tersebut.
Bersambung...